[vc_row][vc_column][vc_column_text]Halo, akhirnya balik lagi dengan postingan #KEBloggingCollab.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Anyway, tanggal 18 Januari adalah ulang tahunnya Kumpulan Emak Blogger. Selamat ultah yang keenam, KEB! Walaupun sebenarnya belum jadi emak-emak, but still, I’m proud to be a member of KEB. Semoga bisa selalu bertumbuh menjadi sebuah komunitas yang mampu mawadahi semua anggota sebaik-baiknya. Amin.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”600×230″ alignment=”center” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://3.bp.blogspot.com/-p11qp2sTiH8/WmHYxvH-L5I/AAAAAAAACJk/D5QtcUYlXrkoqGEOQ37sEYNQt3THJXb9wCLcBGAs/s640/enam-tahun-keb-kumpulan-emak-blogger.jpg” caption=”Sumber gambar: facebook KEB”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sudah setengah bulan kita menginjakkan kaki di 2018, masih boleh lah ya membuat postingan ini? Hehe Iya, postingan ini udah telaaaaaaat setelat-telatnya. Maafkan aku emak-emak yang lain >.< Well, menjawab postingan mak Sumayyah mengenai ini, maka aku akan membuat tulisan mengenai refleksi terhadap tahun 2017. Tidak seperti tahun ini yang sempat dibuatkan resolusinya, tahun lalu sama aku sama sekali tidak membuat list panjang daftar resolusi.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”none”]Baca juga: [My 2018 Resolution: Tahun Baru, Semangat Baru bersama Theragran-M][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_custom_heading text=”Kenapa?” font_container=”tag:h1|text_align:right|color:%23f92789″ google_fonts=”font_family:Dancing%20Script%3Aregular%2C700|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jawabannya tidak muluk-muluk sih, lebih ke karena takut tidak bisa mewujudkan semua daftar keinginan tersebut. Cemen ya? Sama resolusi aja takut hahaha. Jadi tahun lalu itu sih, pada dasarnya cuma punya dua harapan. Yang pertama bisa jalan-jalan lagi, dan yang kedua adalah resign dari sekolah tempat aku mengajar sebelumnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_custom_heading text=”Apakah dua keinginan ini tercapai?” font_container=”tag:h1|text_align:right|color:%23f92789″ google_fonts=”font_family:Dancing%20Script%3Aregular%2C700|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Alhamdulillah pada bulan Februari akhir akhirnya aku resmi resign walaupun pada awalnya tidak disetujui oleh sang Kepala Sekolah karena mereka kekurangan guru komputer. Du-uh.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Dan yang kedua adalah keinginan berulang setiap tahun: bisa jalan-jalan lagi. Sejak beberapa tahun lalu, aku bertekat untuk setidaknya bisa mengunjungi satu tempat baru setiap tahunnya. Ke mana aja yang penting bisa jalan-jalan. Sayangnya, karena kepindahanku ke kantor baru tidak lama setelah keluar itu, malah membuatku susah untuk traveling lagi.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Sempat dua kali keluar Bengkulu ke beberapa kota, tapi tujuannya bukanlah murni liburan. Sedih sih rasanya dan tentu saja kangen berat. Aku kangen ngobrol sama orang-orang baru di hostel, yang biasanya punya banyak cerita dan dengan santainya bisa mengajak pergi bareng mereka terutama jika aku pergi sendirian. Aku kangen momen capek selama perjalanannya, perasaan ‘aku bukan siapa-siapa’ saat traveling, merasa bebas jadi siapa saja, kangen nyasar dan gembelnya. Kalo cerita soal ngegembel mah ga akan habis dah haha.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”none”]Baca juga: [Liburan ke Luar Kota, Mengapa dijadikan Liburan Impian?][/vc_column_text][vc_column_text]Di tahun 2017 banyak sekali hal yang terjadi dalam hidupku. Sebuah rekam jejak selama setahun tentu membantuku merenung, berpikir, dan melakukan refleksi terhadap pencapaian diri. Apa sajakah refleksi diriku pada tahun ini?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_message css_animation=”zoomIn”]Re.flek.si:

(1) n gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban atas suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar;

(2) n gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran;

(3) n cerminan; gambaran.[/vc_message][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_custom_heading text=”Sebagai garis besar gambaran 2017, marilah kita flashback ke beberapa waktu lalu.” font_container=”tag:h1|text_align:right|color:%23f92789″ google_fonts=”font_family:Dancing%20Script%3Aregular%2C700|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Januari-Februari

[/vc_column_text][vc_column_text]

Masih belum bisa move on dari Sumbar trip yang omong-omong hingga saat ini belum diedit juga draftnya. Pada bulan-bulan ini mulai menuliskan kisah Asean Trip 2016 (dan ya, belum dilanjutin juga). Galau karena mau resign namun belum juga dapet restu. Sampai akhirnya bisa ganti kerjaan akhir Februari. Yippi!

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Maret

[/vc_column_text][vc_column_text]

Ketemu kak Asri Tahir di dekat rumah! Aku yang tinggal di kota kecil di pelosok Bengkulu ini, biasa diomongin orang lain karena hobinya membaca yang omong-omong agak ‘beda’ dari orang kebanyakan, ketemu sama salah satu penulis favorit di deket rumah. Iya, literally di dekat rumah.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Berawal dari komentarku di akun instagram kak Asri saat pulang kampung dari Jakarta ke Bengkulu. Kemudian kak Asri DM aku dan ngasih tau alamat saudaranya yang bahkan tinggal ngesot dari rumah. Otomatis pulang kantor langsung melipir ke sana. Kak Asri baik banget, kita ngobrol bareng keluarganya. Dan ternyata neneknya kak Asri pada kenal sama keluarga aku. Duh dunia emang cuma selebar daun kelor.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Btw, Sharliz anaknya kak Asri lucu bangeeettt. Aku dan temenku yang dateng bareng bahkan dikirimin novel barunya kak Asri, Chemistry of Marriage gratisss langsung dari Jakarta walaupun temenku ga terlalu suka baca. Makasih banyak untuk sesi ngobrol-ngobrol dan novelnya, semoga bisa ketemu lagi segera ya kak.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

April

[/vc_column_text][vc_column_text]

Ke dua pameran buku dari Gramedia. Sorenya menyempatkan diri ke Big Bad Wolf, a heaven on earth. Orangnya emang gampang bahagia, dikasih kesempatan untuk liat tumpukan buku lokal dan impor diskonan aja udah seneng banget. Ketemu kak Alex ‘Amrazing’ juga di event BBW ini. Karena ga berani pulang ke kosan teman dari lokasi acara BSD, jadilah bela-belain tidur tengah malam di kursi dekat pintu masuk BBW sendirian sampai diliatin satpam. Subuhnya langsung pulang ke Ciputat, packing, dan terburu-buru mengejar penerbangan pukul 10.00 pagi.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Ohiya beberapa hari sebelumnya sempat mengikuti acara sharing dan bincang-bincang Sefryana Khairil. Sempat juga mengikuti workshop Let’s Publish Your Book! Kedua acara ini diselenggarakan oleh Penerbit Gagasmedia di Jakarta dan Depok.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Mei

[/vc_column_text][vc_column_text]

Pada bulan Mei inilah aku memutuskan untuk membeli paket hosting dan domain secara impulsif. Yup, blog yang aku miliki sejak SMA ini namun jarang diurus ini akhirnya berubah menjadi www.aninditaayu.com untuk memaksa diri rutin menulis.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”none”]Baca juga: [Kemerdekaan dan Kebebasan Berpendapat][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

September

[/vc_column_text][vc_column_text]

Karena punya-domain-baru-tapi-kenapa-blognya-masih-belum-ada-postingan-baru, akhirnya benar-benar memaksa diri menulis. Bulan September ini juga mulai mengikuti KEBloggingCollab. Berkat kolaborasi blogging dari KEB ini juga mulai memberanikan diri menulis beberapa hal yang selama ini tidak pernah dibayangkan akan ditulis. Ah, terima kasih para emak-emak kece dari kelompok Najwa Shihab!

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

November

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Pada bulan ini aku melakukan pergantian paspor biasa menjadi epaspor walaupun masa berlaku pasporku masih sampai pertengahan 2018. I’m ready for a new trip, yeah!

[/vc_column_text][vc_column_text]

Pada November ini juga bisa ketemu sama kak Mira Sahid, salah seorang founder KEB dalam salah satu acara sharing bersama kak Ron ‘Wowkonyol’ di Warkop Kong Djie. Semakin terinspirasi untuk rutin ngeblog dan tentu saja ingin sekali bertemu dengan blogger-blogger keren lainnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://2.bp.blogspot.com/-uDWDBUf2jHY/WmHj1paEBeI/AAAAAAAACKE/oOwGECbXBk8nXfrNyLGn2KgjpW-i1HBMwCLcBGAs/s1600/bincang-bincang-dengan-mira-sahid-dan-ron-wowkonyol.jpg” caption=”Sumber gambar: Omah Belajar”][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”247×380″ css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://2.bp.blogspot.com/-WUxHvtdVy5I/WmHj4CpJG8I/AAAAAAAACKI/ZhlkfrDXwgkivMliQ_gdDl57KKEezUTXgCLcBGAs/s1600/With-mira-sahid-founder-keb-kumpulan-emak-blogger.jpg” caption=”Ketemu kak Mira Sahid!”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Desember

[/vc_column_text][vc_column_text]

Setelah bertahun-tahun tak lagi menulis fiksi, menyelesaikan tiga cerpen dalam sehari itu menjadi sebuah prestasi untukku. Lagi-lagi terpaksa menulis karena telah ditagih terus-menerus. Aku pun nekat minta tolong teman sesama blogger untuk mengganti template baru yang seharga dengan paket hostingan dan domain selama setahun, haha.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Di bulan Desember, aku bersama beberapa teman merencanakan untuk berkolaborasi membuat dan mengisi blog bersama: www.brogerafflesia.com yang akan dilaunching besok, tepat pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018. Aku juga memutuskan untuk membuat satu blog baru milikku pribadi, namun kali ini sementara masih berplatform blogspot hanya saja tetap menggunakan domain pribadi: www.misupinku.com yang dieksekusi pada bulan Januari.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_custom_heading text=”Refleksi Diri” font_container=”tag:h1|text_align:right|color:%23f92789″ google_fonts=”font_family:Dancing%20Script%3Aregular%2C700|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Setelah refleksi diri dan merenung atas semua kejadian selama dua belas bulan ini, aku merasa bangga telah berani keluar dari zona nyaman. Menulis di blog kapan pun aku mau telah menjadi zona nyamanku bertahun-tahun, hingga tidak menulis beberapa bulan pun biasa saja. Kini berkat kenekatanku ini, alhamdulillah blognya kembali bernyawa. Sarang laba-laba yang menyelimuti sedikit demi sedikit mulai dibersihkan. Insya Allah mulai rutin menulis, baik di blog maupun di luar blog.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Tantangan yang paling berat di tahun 2017?

[/vc_column_text][vc_column_text]

Masih kesusahan mengatur waktu antara pekerjaan kantor, membaca, dan menulis di blog. Bahkan beberapa bulan ini susah sekali menemukan waktu untuk menyentuh buku-bukuku di rumah.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”right-to-left”]

Apakah aku bersyukur akan tahun 2017?

[/vc_column_text][vc_column_text]

Tentu saja. Aku bersyukur pada tahun ini aku dapat bertemu dengan orang-orang hebat, membuatku belajar banyak hal-hal baru. Dengan refleksi diri, aku bisa melihat kembali apa saja pencapaianku selama setahun sebelum. Ya walaupun soal mengatur waktu dan menghilangkan rasa malas masih menjadi pr buatku.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Welcome, 2018. Please be good to me.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dituliskan untuk #KEBloggingCollab, menjawab postingan trigger mak Sumayyah: Refleksi Diri Sebelum Resolusi kelompok Najwa Shihab.

[/vc_column_text][vc_column_text css_animation=”none”]Baca juga: [Realita Kids Zaman Now, Ada Apa?]

Baca juga: [Tentang Poligami, Siapkah Jika Suami Menikah Lagi?]

Baca juga: [Asuransi Jiwa, Seberapa Penting?][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This