Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.
– Ibn Battuta
Siem Reap Cambodia, July 27th 2016, the 4th day.
Highlight of the day: telat tes online sejam!
Disclaimer: Beberapa dari foto-foto ini diambil dari dokumentasi pribadi dan dari enam orang anggota trip lainnya. Untuk editingnya sendiri, aku hanya menambahkan pencahayaan dan mempertajam gambar. I didn’t do anything with our face.
Baca cerita ASEAN TRIP hari lainnya di sini:
  1. Hari pertama dan kedua
  2. Hari ketiga
 
Setelah aku dan Ambar ketinggalan pesawat sehari sebelumnya, akhirnya hari ini bertujuh pergi ke Siem Reap Cambodia *happy dancing*. 
Takut kejadian missed flight keulang lagi, jadi hari ini jam 3 udah pada bangun dan siap-siap. Tidur cuma sekitar tiga jam aja di Tune Hotel, lumayan meluruskan punggung di kasur >.< Para bapak udah pada nungguin kita waktu itu. Jam 4 kita udah selesai antri imigrasi, jadi kita masih punya waktu banyak untuk sekedar duduk-duduk dan makan cemilan sebagai sarapan.
 
Penerbangan kita dari KLIA 2 jam 06.50 Waktu Malaysia, dan menurut jadwal sampainya pukul 07.50 Waktu Kamboja. Nah di sinilah masalah bermula. Waktu Malaysia lebih cepat satu jam dari WIB atau sama dengan WITA. Jadi awalnya dari hasil googling, katanya Kamboja beda waktu sejam dari kita, tapi ternyata ternyata waktu Kamboja = Waktu Indonesia Barat.
 
Aku kira awalnya penerbangan menuju Siem Reap ini hanya menempuh waktu satu jam, tapi ternyata adalah dua jam! Daaan yaaaaaa saya telat tes sejam saudara-saudara! Orang mulai tesnya jam 7 WIB = jam 7 waktu Kamboja. Lah turun dari pesawatnya aja udah jam 8. Udah cemas duluan, jadi babo aka. susah mikir nyahahaha -.-

Gara-gara Anin telat tes sejam, semuanya ga langsung antri imigrasi dulu. Di ruang tunggu sebelum antrian imigrasi ini, akhirnya pinjem laptopnya kak Fahri dan tes bahasa Inggris sambil dibantuin sama kak Noor dan teh Riefa. Lebih banyak orang dua itu sih yang jawab, lah aku kan udah stres duluan karena telat sejam yasudahlah. *special thanks untuk kak Fahri, kak Noor, sama teh Riefa!*

Baru dua sesi tes, waktu pengerjaan soal habis padahal masih ada sesi yang belum dikerjakan. Yasudahlah, bener-bener pasrah. Lah kan dari kemaren emang ngerjainnya udah dalam keadaan ga bisa mikir. Pasrahkan pada Allah aja titik.
Lalu kita mulai antri imigrasi. Di sini agak takut ngadepin petugas imigrasinya soalnya takut ga lancar ngomong bahasa inggrisnya. Tapi ternyata santai aja sih, lebih nyolotan petugas imigrasi KLIA2.
Keluar dari Siem Reap International Airport, kita langsung beli simcard satu buah untuk bertujuh. Yang jadi korban adalah hp Anin yang dijadiin wifi center. Dasar makhluk-makhluk kere demi bertahan hidup eaaaaaa. 
Abis itu kita nanya-nanya gimana caranya menuju hostel untuk naro tas-tas kita yang berat ini. Berhubung kita perginya rombongan, jadi ditawarkanlah kita untuk naik mini van dengan tarif $10, dibandingkan naik tuk-tuk yang lebih mahal kalo bertujuh.
Kok aku ngerasanya Siem Reap International Airport ini kaya Fatmawati Airport ya? Jalan kotanya juga masih lengang, belum banyak bangunan di sini. Gedung-gedungnya yang bagus juga kebanyakan itu hotel. Deja vu beneran jadinya, serasa balik ke Bengkulu, bukan di luar negeri :p
Driver kita namanya Pak Lucky. Dia nawarin kita untuk nyewa mini vannya untuk dua hari kita di Siem Reap Cambodia dengan harga sekitar $88, udah dikasih minum perorang satu botol air mineral 600ml perhari. Setelah diskusi, daripada repot juga karena di Siem Reap Cambodia masih susah angkutan umumnya jadi kita mutusin untuk sewa mini van nya pak Lucky aja, ga tau deh kita emang beneran lucky atau ngga ketemu bapak ini. Kita ga jadi ke hostel dulu, tas ditinggal di dalam mini van setelah digembok dan barang berharga dibawa tentunya, dan kita dianterin ke mana aja tujuan kita sampai sore hari.
Pak Lucky yang jadi driver kita selama di Siem Reap Cambodia.
Ohiya, di Cambodia, digunakan dua mata uang yaitu Riel Cambodia dan US Dollar, jadi kita ga ada yang nukarin dollar kita ke Riel Cambodia.  

Si Bapak Lucky ini bahasa Inggrisnya bagus, jadi si bapak guru bahasa inggris kita didaulat jadi translator bersama. Nah jadi pak Lucky ini awalnya pas masih di airport tadi, bilangnya itinerary yang kita udah buat itu udah bagus. Nah terus si bapak kita tanyain udah efektif ga daftar itin kita itu mengingat kita cuma dua hari di Siem Reap Cambodia dan hari itu udah tengah hari. Si Bapak nyaranin kita untuk ke beli tiket bus dulu untuk ke Ho Chi Minh City sebagai tujuan kita selanjutnya. 

Pas kita turun beli tiket bus ke HCMC ini, si pak Lucky dan mbak petugasnya ngotot nyaranin kita untuk ke Floating Village. Awalnya kita nolak, karena yang sejenis Floating Village mah di Indonesia juga banyak. Tapi akhirnya kita mau juga ke Floating Village dan bayar $15.
Kita ke Floating Village tengah hari bolong sekitar jam 12. Panasnya ampun-ampunan *sunblock mana sunblock, sunblock yang dari KLIA2 tadi manalah mempan lagi huhu* Kita naik perahu panjang yang dikemudikan anak kecil kayanya anak sekitar situ. Dan ternyata Floating Villagenya airnya kotor banget kaya susu cokelat -.-
Kita diajak pak Lucky untuk berhenti di satu toko. Dan yeah, jualannya itu aneh-aneh, at least, not my cup of tea.

Siem Reap (atau mungkin Cambodia) map.
Yang dijual di toko ini mulai dari daging buaya. replika buaya, kulit buaya, ular dalam botol, dll.
Yeah, ini daging buaya. Baunya ga enak!
Floating Village’s view dari atas toko yang kita datangi.
Ada beberapa sekolah yang kita lewati di sungai ini. Kita dibawa si pak Lucky ke semacam rumah makan di Floating Village itu. Di sana dijual daging buaya, pernak-pernik buaya, dan juga ada penangkaran buaya. Yasudah nikmati sajalah perjalanan keliling sungai cokelat ini. Kapan lagi bisa ke Floating village nya Siem Reap XP. Oh iya, si anak pengemudi perahu kita tadi kita kasih tip $1.
Satu dari beberapa sekolah di Floating Village.
Dari Floating Village, kita lanjut ke Cambodian Cultural Village. Panas yang ampun-ampunan tadi berubah jadi hujan. Di Siem Reap ini, pas hujan semua jalanan jadi banjir, tapi cepat keringnya. Bersyukurlah tinggal di Indonesia ~~~
Hujannya cuma sebentar tapi langsung banjir.
Kita sampai di Cambodian Cultural Village sekitar jam setengah tiga. Masih hujan waktu itu, tapi udah ga terlalu deras. Tiket dibeli di dalam kawasan Cultural Village untungnya. Di sana kita nontonin program Khmer Wedding Ceremony II dan Dreamy Prince’s Daughter and Magic Peacock. Nah yang Dreamy Prince’s Daughter and Magic Peacock ini kita tonton sampe abis ga ya para kakak-kakak? Lupaaa -.-
Khmer wedding ceremony II

Seharian kita cuma sarapan cemilan yang dibawa kak Alex sama kak Fahri, dan udah sore jadi kita minta pak Lucky cari tempat makan halal. Kita makan di Muslim Family Kitchen Restaurant. Padahal di depan restoran ini ada tempat makan halal ala backpacker gitu sih, tapi kita udah keburu dibawa pak Lucky ke restoran ini.

Muslim Family Kitchen Restaurant.

 

Di sana nasinya gratis, jadi kita cuma pesan minum masing-masing dan empat porsi lauk untuk bertujuh. Demi menghemat haha. Ga pake foto makanan dulu karena kita udah keburu kalap. Lapar banget soalnya! Untungnya ada musholanya walaupun kecil.

PS: Nama makanan khas Cambodia yang kita makan di hari pertama ini apa ya mak, teh, kak?

Karena udah sore, kita dianterin pak Lucky ke hostel yang udah kita booking dan akan dijemput lagi besok paginya jam 9. Tapi ternyata kita diantar ke hostel HI Siem Reap, bukannya HI Siem Reap Deluxe yang udah kita booking. Di hostel HI Seam Reap itu kita ketemu pemilik kedua hostel itu yang untungnya adalah orang yang sama. Jadi kita diantar pake tuktuk gratis sampe HI Siem Reap Deluxe.

Akhirnya naik tuktuk, walaupun cuma 300 meter sih, haha.

Di HI Siem Reap Deluxe, kita dapat kamar pertama di lantai bawah. Kamar kita mix dorm dengan empat bunkbed dengan total delapan bed. Kamarnya lumayan bersih dan kamar mandi dalam, dan dapet free towel. Dan ohiya, ada colokan listrik di masing-masing bed dan ada lampu baca juga.

Kamar kita, kecil tapi nyaman. Dan yang paling penting: murah!

 

Sayangnya di hostel ini ga boleh jemur baju di dalam kamar dan di luar hostel ga ada jemuran, sementara aku udah kehabisan baju. Missed flight kemaren bener-bener di luar rencana soalnya, sedangkan cuma bawa tiga baju ganti waktu itu.
Jadi malemnya abis magrib dan mandi, kita cewek-cewek plus kak Alex pergi ke night market yang untungnya deket sama hostel kita. Kakak-kakak yang lain maunya tidur aja di hostel. Aku beli dua kaos. Harga kaosnya cuma $5 untuk tiga kaos. Di night market ini asal bisa nawar, bisa kok dapet barang yang murah dan lumayan bagus kok. *sekarang nyesel kenapa ga beli oleh-oleh banyak-banyak di Siem Reap* Ga ada fotoin pasar malamnya pula huhu.
Yang paling diinget dari night market-nya adalah logat penjualnya. TUTALA (two dollars, red) TUTALAAAAA
Abis itu kita balik lagi ke hostel dan istirahat. Ketemu kasur, finally!
 
Perjalanan masih panjang!
Moral lesson of the day:
1. Pastikan dulu di satu daerah itu bagaimana perbedaan waktunya dengan Waktu Indonesia Barat. Jangan sampai terkecoh lagi ~~~~~
2. Keuntungan missed flight kemaren yang menjadikan aku dan Ambar ga jadi berangkat duluan ke Siem Reap adalah kita ga kebingungan sendiri, karena transportasi umum di Siem Reap Cambodia masih tergolong susah untuk ditemukan.
3. Siem Reap itu setiap kali hujan jalanan langsung banjir, tapi untungnya cepat kering.
4. Jangan bawa baju dikit banget, bawa baju cadangan untuk jaga-jaga ada kejadian tidak terduga yang membuat kamu tidak bisa mencuci baju.
5. Biaya hidup di Siem Reap itu mahal tapi oleh-olehnya murah-murah.
HI Siem Reap Deluxe
#239 Wat Domnak Village, Salakamruek Commune, Siem Reap Cambodia
Phone: +855-962086393, 092 467474
Tel:+855-962086393, 092 467474
Email: pisithjohn@gmail.com
Muslim Family Kitchen Restaurant
#069, Steung thmei Village, Svaydangkum Commune, Siem Reap Cambodia.
Tel: +855-12973623, +855-12985654
Email: matnorrestaurant@gmail.com


Pengeluaran:
Transport airport ke kota = $10/7 = $1.5
Floating village = $15
Bus ke HCMC = $25
Sim card = $6/7 = $1
Makan = $24.5/7 = $3.5
Cambodian Cultural Village = $15
Hostel = $8
DP sewa mini fan = $50/7 = $7
Kaos 3 buah untuk Anin dan teh Riefa = $5 untuk 3 kaos
Minum = $1 untuk 2 botol minum 1.5liter
Oleh-oleh pribadi=
Baju Ayah = $3
Scarf+baju = $2.5
Kartu pos = $3
Pajangan = $4
Magnet = $0.5
Tas = $4
Total pengeluaran: $98

 

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This