-Dituliskan untuk nanowrimo challenge

Jika ia hanya menganggapmu masa lalu, buat apa menyakiti diri sendiri dan terus menunggu? Toh ia tetap pergi. Tak peduli berapa lama kalian bersama. Tak peduli banyaknya kenangan telah tercipta. Tak peduli cinta selama ini bertahta. Dan yang terpenting, tak peduli perasaanmu terluka.

Dia akan tetap berlalu. Kadang kala tanpa alasan yang jelas. Bisa jadi dia pergi karena alasannya sendiri, atau bahkan menduakanmu. Membuatmu merasa bahwa kamulah manusia paling tidak berharga di muka bumi.

Jika takdir sudah berkata, kamu bisa apa? Duduk menangis, meratapi nasib? Mengunci diri dari dunia luar dan menyakiti diri sendiri?

Percuma kataku. Percuma.

Berapa lama kamu mencoba bertahan jika menoleh pun ia enggan? Berapa waktu yang kamu butuhkan untuk sadar ia tak ada lagi di sisi?

Mungkin yang kamu butuhkan adalah berhenti sejenak. Berhenti sejenak dari mengingat kenangan-kenangan yang membuat sesak.

Kunci kumpulan kenangan itu dalam sudut hati yang terdalam. Karena nantinya kenangan-kenangan itu akan menjadi masa lalu. Masa lalumu, bukan masa depanmu.

Kita tidak bisa hidup di masa lalu. Tidak ada gunanya berkubang dalam kenangan. Songsong masa depanmu, jadikan ia secerah mentari.

Jika cinta mengkhianati, kenapa kamu menyalahkan diri?

Well, ini adalah pertama kalinya aku ikut tantangan nanowrimo. Berhubung sudah terlalu lama tidak menulis panjang-panjang lagi, aku tidak yakin bisa menulis 50.000 kata dalam sebulan. So, aku akan mencoba menulis apapun, sesedikit apa yang aku bisa, sembari menyelesaikan kerjaan yang menumpuk dan hutang draft tentang trip kemarin. Tapi sepertinya hanya tulisan hari pertama aja yang bakalan aku posting, selebihnya hanya akan disimpan dalam folder di lappy.-

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This