1. Situs Seva untuk Memilih Properti dan Kendaraan Pribadi
  2. OPPO F7, Jagonya Multitasking
  3. Detox Day, Sehat dengan Greek Secret Heavenly Blush Yogurt dan Buah
  4. Keunggulan Cek Tagihan Listrik PLN Secara Online
  5. Ini Dia Beragam Jenis Paket Data Simpati Terbaru 2018
  6. Lima Manfaat Madu untuk Balita yang Perlu Diketahui
  7. Nikmati Manisnya Promo Kecap Bango di Hypermart
  8. Manfaat Mengikuti KEBloggingCollab
  9. Jelajah Nusantara ke Tanah Impian, Raja Ampat
  10. Spesifikasi Samsung Galaxy J5 Pro yang Akan Membuatmu Ingin Memilikinya
  11. Liburan Bersama Keluarga? Yuk Kunjungi Tiga Destinasi Wisata Keluarga Ramah Anak di Yogyakarta!
  12. Honor 9 Lite, Smartphone dengan Spesifikasi Mumpuni Rilis di Indonesia
  13. Belajar Mandiri melalui Rumah Juara
  14. Inilah Ketentuan Membeli Tiket Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di Bukalapak
  15. Apakah Kamu Harus Membuat Online Shop Sendiri?
  16. Enam Tempat Wisata di Bekasi yang Rugi Kamu Lewatkan
  17. Tutorial ala Zaskia Sungkar untuk Gaya Hijab Trendi dan Keren
  18. Menu Piring Gizi Seimbang bagi Anak Kosan
  19. Tips Merencanakan Biaya sebagai Solusi Kekurangan Dana Saat Lamaran
  20. Sering Bingung Bagaimana Cara Merawat Kulkas Panasonic Dua Pintu? Simak Tips Ini!
  21. Pilihan Banyak Orang Beli Mobil Baru di Bukalapak, Ini Alasannya!
  22. Teknik Mudah Mengaplikasikan Eyeliner yang Bagus
  23. Traveling Bebas Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran
  24. Ragam Diskon Imlek Bukalapak 2018
  25. Dijual Apartemen Grand Dhika City Harga Promo
  26. Dijual Rumah Minimalis Modern Harga Murah
  27. Musik dan Blogging, Tak Terpisahkan
  28. Obat Jantung Lemah dari Daun Sukun
  29. Mencegah Sel Kanker Rahim dengan Sarang Semut
  30. Solusi Biaya Pendidikan dengan KTA Online Tunaiku
  31. 2017, Sebuah Refleksi
  32. Wisata Pantai Impian di Yogyakarta
  33. Mengulas Tentang Perbedaan Antara Jaket Kulit Wanita Asli dan Sintetis
  34. Membuka Usaha dengan Modal Hanya 5 Juta, Bisa!
  35. Sepuluh Tips agar Tetap Cantik Saat Traveling
  36. Wanginya Kehangatan Bunda dan Minyak Telon Quufy
  37. Zenfone 6 Murah Anda Lemot? Legakan Memori Internal dengan Cara Ini Agar Kinerja Bisa Semakin Maksimal!
  38. Gembira bersama Prudential dan AnDik Lapas Anak Tangerang
  39. Belajar secara Menyenangkan lewat Smartphone? Ruangguru aja!
  40. 60 Tahun Perjalanan Astra dan Kontribusi Sosial untuk Indonesia
  41. Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah secara Tepat dan Akurat
  42. Sentuhan Cinta Ibu dan Tempra, Sembuhkan Anak dari Sakit
  43. Terbang dengan Pesawat Sriwijaya Air dan Nikmati Pesona Lain dari Danau Toba
  44. My 2018 Resolution: Tahun Baru, Semangat Baru bersama Theragran-M
  45. [Review Novel] Angel in the Rain – Windry Ramadhina
  46. DIY Origami Pembatas Buku
  47. Madu Vitabumin Penjaga Daya Tahan Tubuh Anak, Ada di Mana-mana
  48. Voucher Diskon Bukalapak bisa Dimanfaatkan oleh Siapa Saja
  49. Tips Belanja Hemat ala Perempuan Cermat
  50. Padu Padan Boots untuk Muslimah ala Dian Pelangi
  51. Berkaca pada Usia, Apa yang Pemuda Berikan untuk Negara?
  52. Kenapa Menulis di Blog?
  53. Cinta dan Muara Kehidupan
  54. Jatuh Cinta pada Dunia Fana yang Melenakan
  55. Cara Allah Menegur Kita
  56. O’Chicken, Organik Fried Chicken Halal yang Bikin Ketagihan
  57. Resep Simpel Anti Telat Masuk Kantor Ala Salimah Food
  58. Jeruk Kalamansi, Sang Produk Unggulan Bengkulu
  59. Perilaku Mengedepankan Gengsi
  60. Solusi Nabung Untung dengan SOBATKU
  61. Ingin Buka Bisnis? Yuk Pelajari Dulu Resikonya!
  62. Realita Kids Zaman Now, Ada Apa?
  63. Liburan ke Luar Kota, Mengapa dijadikan Liburan Impian?
  64. Kopi Gading Cempaka, Oleh-Oleh Khas Bengkulu
  65. Asuransi Jiwa, Seberapa Penting?
  66. Tentang Poligami, Siapkah jika Suami Menikah Lagi?
  67. Menelusuri Warisan Sejarah di Bengkulu
  68. Kemerdekaan dan Kebebasan Berpendapat
  69. Layanan AC Terlengkap di Central Elektro Bengkulu
  70. Yuk ke Pulau Tikus bareng Koperasi Jasa Sapta Pesona Wisata!
  71. Happy Birthday, Blogger Bengkulu!
  72. Kenapa dari Domain Gratis Berubah menjadi Domain Berbayar?
  73. Disclosure
  74. Menari di Bawah Hujan
  75. [Asean Trip 2016] We’re Going to Siem Reap Cambodia!
  76. [Asean Trip 2016] Catch up di KLIA 2 Kuala Lumpur Malaysia
  77. [Asean Trip 2016] Akhirnya Resmi Jadi Anak Ilang Lagi! Welcome to Kuala Lumpur Malaysia!
  78. Sitemap
  79. Hey, I Miss You. I Just Can’t Tell You.
  80. Mai Kuraki – Koi ni Koishite
  81. Mai Kuraki – Secret of My Heart
  82. [Review Film] Melbourne: Rewind The Movie
  83. Nanowrimo Challenge, Day 1
  84. Tentang Cerita Sederhana
  85. Dari Anakmu yang Selalu Rindu
  86. Kenapa Harus Pergi?
  87. Rindu Itu Nyata
  88. Belajar Memahami Karakter Orang Lain
  89. Kepada Rindu yang Membelenggu
  90. [Review Buku] Purple Eyes – Prisca Primasari
  91. Izinkan Aku
  92. Bisakah Kita Kembali ke Masa Lalu?
  93. [Review Buku] All You Need is Love – Fakhrisina Amalia
  94. [Review Buku] Heartling – Indah Hanaco
  95. Jika Nantinya Jarak itu Tiba
  96. Seandainya, Suatu Saat Nanti
  97. Merindu Langit Biru
  98. Aku Pernah Jatuh Cinta
  99. Menghitung Rindu
  100. Ada
  101. [Review Buku] Friends Don’t Kiss – Syafrina Siregar
  102. Kepada Tuan yang Tidak Sempurna #2
  103. [Review Buku] Not A Perfect Wedding – Asri Tahir
  104. Tentang Rindu
  105. [Review Buku] 11 Jejak Cinta Kumpulan Cerpen Teenlit
  106. Kamu (Jangan Pernah) Kembali
  107. [Review Buku] Holland, One Fine Day in Leiden – Feba Sukmana
  108. Like Rain, I Fell for You
  109. [Review Film] TV Movie Radio Rebel
  110. Hati Ini – Nabilah JKT48 (OST. Sunshine Becomes You)
  111. [Review Film] Sunshine Becomes You The Movie
  112. [Review Buku] Sincerely Yours – Tia Widiana
  113. [Review Film] Negeri Van Oranje The Movie
  114. [Review Buku] Promises, Promises – Dahlian
  115. [Review Film] Single – Raditya Dika
  116. [Review Buku] Negeri Van Oranje – Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
  117. [Review Buku] Baby Proposal – Dahlian dan Gielda Latifa
  118. Note to Myself
  119. (Bukan Ucapan) Selamat Hari Ibu, Ibu
  120. Super Random Post
  121. Kangen
  122. [Review Buku] Travel in Love – Diego Christian
  123. Semua Hal Terjadi Karena Sebuah Alasan
  124. Hanya Raga Tanpa Jiwa, Tanpa Hati
  125. Mencintaimu, Sesulit Itu.
  126. Kepada Tuan yang Tidak Sempurna
  127. Tik.
  128. [Review Buku] I Remember You – Stephanie Zen
  129. [Review Novel] Memori – Windry Ramadhina
  130. [Review Buku] Manga Gals – Mihona Fuji
  131. #NulisRandom2015 – 2
  132. #NulisRandom2015 – 1
  133. Confident – Demi Lovato
  134. [Review Film] Maze Runner: The Scorch Trials
  135. [Review Buku] Unplanned Love – Jenny Thalia Faurine
  136. What Does Traveling Means to Me?
  137. Something that Comes in My Mind
  138. Tentang Pindah dan Rasa Kehilangan
  139. [Review Film] Catatan Akhir Kuliah The Movie
  140. Sail Tomini 2015
  141. Buku dan Passion
  142. Desa Pondok Kelapa, Memperingati KKN Dua Tahun yang Lalu
  143. Pergi
  144. [Review Buku] Sunshine Becomes You – Ilana Tan
  145. Diam
  146. [Review Buku] Imaji Terindah – Sitta Karina
  147. [Review Buku] Lukisan Hujan (Edisi Lama) – Sitta Karina
  148. [Review Buku] Even If It Kills Me Diet Abis-abisan – Dorothy Joan Harris
  149. [Review Buku] Kencana – Sitta Karina
  150. [Review Buku] Koala Kumal – Raditya Dika
  151. Daftar Buku yang Telah Dibaca (Selalu Update)
  152. Aku Terjaga
  153. Aku Meragu
  154. Hujan Malam Ini.
  155. [Review Buku] Dirty Little Secret – AliaZalea
  156. Warrior – Demi Lovato
  157. Running Man di Indonesia! Asian Dream Cup 2014!
  158. [Review Buku] SeoulVivor – Lia Indra Andriana & Tatz
  159. Perbaikan Tugas 2 E-Commerce – Artikel If-Else
  160. Tugas 4 Ecommerce – Artikel Pemrograman Intenet dan E-commerce
  161. Tugas 4 Ecommerce – Pengalaman di Teknik Informatika Universitas Bengkulu
  162. Google Removes .CO.CC Subdomains Over Phishing, Spam Concerns
  163. Secrets in the Keyboard Shift Key Functions
  164. The Risk of Working in the IT World
  165. About Pink Passport
  166. Portfolio
  167. IU 바다가 기억하는 얘기 (Memories of the Sea)
  168. #forlife Writing Project
  169. For The Love Of A Daughter
  170. Believe In Me – Demi Lovato
  171. I Miss You – Miley Cyrus
  172. Just For My Mom
  173. #dearpapa
Realita Kids Zaman Now, Ada Apa?

 

“Dek, sebentar lagi kita ML yuk!” kata si adek keempat pada adek kelima sore itu. Kala itu aku baru saja tiba di rumah. Terkejutlah aku, mau marah tapi masih mencoba menahan diri.

“Iya Bang, adek pinjam hp mama dulu,” balas si adek bungsu.

Handphone? Barulah aku teringat, ML itu singkatan dari game Mobile Legends. Untung ngga marah-marah duluan.

Ah, adikku sayang adikku malang. Kalianlah generasi sekarang. Kids zaman now istilahnya.

Pendidikan memang menjadi faktor terpenting pada perkembangan anak zaman sekarang. Katanya sih, pendidikan zaman sekarang jauh lebih baik. Sekali lagi, katanya sih, lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.

Tidak banyak yang tahu bahwa hanya beberapa hari selepas wisuda, aku menjadi guru tidak tetap di sebuah sekolah menengah kejuruan. Satu setengah tahun lamanya aku berprofesi sebagai seorang guru. Selama berkecimplung itu pula, aku mendapati banyak sekali kenyataan bahwa kids zaman now itu tidak baik-baik saja.

Baca juga: Kemerdekaan dan Kebebasan Berpendapat

Aku melepas profesi guru sekitar tujuh bulan lalu, namun bukan berarti aku benar-benar melepas sepenuhnya pengawasan terhadap anak-anak zaman sekarang. Seperti beberapa hari lalu misalnya, aku bertemu dengan seorang siswa yang bercerita dengan mirisnya pada seorang penilai.

“Untuk rancangan bangunan yang saya desain ini Pak, kalau di sini cuma diabaikan pemerintah. Saya tidak dianggap. Kalau dibawa ke Pulau Jawa, banyak yang menginginkan desain sana ini. Ini juga ada miniatur jembatan melengkung yang saya rancang dengan skala 1:400. Jembatan seperti ini belum ada di Indonesia Pak. Saya juga berencana membuat desain bandara di atas air seperti di luar negeri. Ini juga kalau memungkinkan tahun depan rancangan saya akan diikutkan lomba sama guru, Pak. Tapi tentu butuh biaya. Kalau biayanya paling banyak sebesar Rp 500.000,- saya ikut. Tapi jika lebih daripada itu, dengan berat hati saya mundur. Jika ada teman saya yang ingin maju, maka akan saya dukung dan bantu dari belakang.”

“Tapi rancangan kamu ini bagus nak. Apa tidak ada yang pernah menggunakan salah satu desain kamu? Dan untuk itu apakah kamu diberikan sejumlah uang? Kalau saya membutuhkan seorang desainer, kamu bisa kan bekerja untuk saya?”

“Ada kepala sekolah yang memakai desain saya untuk merenovasi sekolahnya Pak. Ada juga guru yang memakai desain saya untuk proyeknya. Saya tidak mementingkan uang Pak. Yang penting bagi saya itu, saya bisa belajar untuk jadi lebih baik lagi. Tentu saja saya mau jika bapak perlu seorang desainer.”

Oke, percakapannya tidak persis sama, tapi inti percakapannya kurang lebih seperti itu.

Kids Zaman Now

Kids Zaman Now

“Ini juga kalau memungkinkan tahun depan rancangan saya akan diikutkan lomba sama guru, Pak. Tapi tentu butuh biaya. Kalau biayanya paling banyak sebesar Rp 500.000,- saya ikut. Tapi jika lebih daripada itu, dengan berat hati saya mundur. Jika ada teman saya yang ingin maju, maka akan saya dukung dan bantu dari belakang.”

Miris bukan? Seorang anak yang memiliki bakat malah tersia-siakan.

Pernah juga aku mendapati seorang anak diminta orang tuanya sendiri untuk berhenti sekolah. Sebutnya, ayahnya tidak lagi sanggup membiayai sekolahnya. Toh, ia juga tidak pernah serius belajar.

Ada apa dengan kita? Siapa yang harus disalahkan?

Tentu saja, pendidikan seorang anak tidak bisa diserahkan begitu saja pada guru di sekolah. Sejak full day school mulai diterapkan, sebagian besar waktu produktif seorang anak memang dihabiskan di sekolah. Sebut saja mulai dari jam tujuh pagi hingga jam lima sore, tergantung pada sekolahnya. Selama sepuluh jam tersebut, anak-anak disibukkan oleh pelajaran dan berada pada pengawasan gurunya. Akan tetapi, selepas jam pulang sekolah, orang tualah yang mengambil alih tanggung jawab penuh tersebut.

Menurut beberapa anak, sepulang sekolah mereka masih dibebankan dengan tugas-tugas sekolah. Memang akan ada beberapa anak yang membangkang dan tidak peduli dengan tugas sekolah mereka. Di sinilah peran orang tua perlu ditekankan kembali.

Kids Zaman Now

 

Realita Kids Zaman Now

Selama satu setengah tahun yang singkat tersebut, aku belajar banyak hal. Selama itu pula, aku mendapati banyaknya ketimpangan. Siswa dipaksa untuk mempelajari materi yang terlalu berat. Sekolah juga seolah dipaksa untuk memberikan nilai tinggi pada seluruh siswa, sedangkan pada kenyataannya tidak semua siswa sanggup untuk menyerap pelajaran tersebut.

Ada apa? Apa yang terjadi pada dunia pendidikan kita?

Berbicara mengenai kids zaman now, tentu tidak bisa dipisahkan dengan generasi sebelumnya. Bandingkan saja dengan kami, para generasi 90an. Tidak butuh waktu lama teknologi merubah semua aspek kehidupan.

Baca kelanjutannya di: Kids Zaman Now, Kemajuan atau Kemunduran Bangsa?

 

Sumber gambar:
pixabay.com
instagram.com

Tags: , ,
Lulus dari Teknik Informatika, namun tidak bisa lepas dari novel dan sastra. Menulis tentang traveling, review buku, review film, coret-coretan pribadi, jurnal absurd, serta hal-hal random.

Related Article

80 Comments

Leave a Comment

Behind This Blog

Behind This Blog

Hello!
Aku Anindita Ayu,
seorang penggila sastra yang bermimpi
untuk menjelajahi dunia.
The other side of me: www.misupinku.com

For business inquiries, please email me at aninditaayu.p@gmail.com

Thanks for stopping by!

MY OTHER BLOG

Archives

Community

# # # #
 
 
 
error: Content is protected !!