Judul: Sincerely Yours 
Penulis: Tia Widiana 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 
Tahun Terbit: 2015 
Tebal: 248 Halaman 
ISBN: 978-602-032-050-2 
Rating: 4/5 
Sinopsis: 
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar. 

Namun, di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dapat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan. 

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun-tahun. Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

 
Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan….
—————————————————————————————————————————-
 
Ini merupakan novel bergenre Amore pertamaku. Setelah beberapa waktu belakangan ini mencoba melebarkan genre bacaanku, finally ini pertama kalinya membaca novel jenis ini. Ditambah dengan embel-embel Pemenang 1 Lomba Amore, bagaimana review-ku mengenai novel ini? Please check this out… ^^
 
Novel ini dibuka dengan prolog potongan cerita thriller. Awalnya aku menyangka, cerita ini akan terus berlanjut hingga ke halaman-halaman selanjutnya. Namun ternyata tidak.
 
Adalah Sekar Wangi Tambanglaras. Atau Inge, begitu ia biasa dipanggil. Seorang penulis novel thriller yang tinggal sendirian di rumah peninggalan ayahnya di kompleks Kecapi Asri, Bogor.

Adalah Alan Anugrah, pemilik Lindung Tenteram, penyedia jasa teknisi dan banyak jasa lainnya.

Pertemuan mereka yang pertama adalah hasil kecerobohan kecil tetangga Inge, Nanda. Alan teler setelah ia meminum esilgan di rumah Nanda. Alih-alih meminum aspirin untuk meredakan sakit kepalanya, tabung aspirin tersebut ternyata berisikan esilgan, obat tidur bagi penderita insomnia karena depresi klinis atau serangan cemas. Merasa cemas ketahuan orang tuanya, Nanda meminta bantuan Inge untuk memindahkan Alan yang teler ke rumah Inge. Alhasil Alan melewatkan satu malam di rumah Inge.

Pertemuan awal mereka ini ternyata dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Alan mampu merasakan kenyamanan dari Inge, begitu pun sebaliknya. Inge yang selama ini skeptis dengan hubungan dengan lawan jenis, pun mampu merasakan hal yang sama. Alan begitu tulus, berbeda dengan lelaki lain. Keduanya menjadi teman dekat.

Saat keduanya mulai merasakan sesuatu yang lain, Inge mendapati kenyataan bahwa Alan sudah memiliki kekasih. Ruby, pacar Alan selama beberapa tahun belakangan. Lantas, bagaimana Inge menyikapi hal ini? Apakah ia akan tetap kukuh dengan perasaannya, ataukah menyerah karena tidak ingin hal di masa lalu kembali terulang? Baca sendiri ya, seriously, ini novel bener-bener worth it untuk dibaca!

Novel ini sederhana, ini sudah sangat jelas. Rupanya menjadi juara 1 lomba Amore dari Gramedia Pustaka Utama ini sudah menjadi jaminan. Gaya penulisannya benar-benar mengalir, tanpa perlu adanya kalimat-kalimat yang njelimet tidak karuan. 

Untuk penjelasan setting, kak Tia mampu menceritakannya dengan baik. Bahkan terkadang aku merasa seperti sedang tinggal di kompleks Kecapi Asri bersama dengan Inge >.<

Kesederhanaan novel ini tidak berhenti hanya pada gaya penulisannya saja. Penokohannya juga sederhana. Alan bukanlah seorang lelaki yang sempurna, dengan pekerjaan yang sempurna, kendaraan yang mewah, ketampanan yang luar biasa, keluarga yang kaya raya. Tidak, tidak seperti itu. Alan hanyalah seorang mandor dan kontraktor, walaupun ia menjadi mandor dan kontraktor yang paling dicari di seputaran Bogor, ini tak menjadikannya seseorang yang begitu high class. Alan terasa … begitu nyata. Ia seperti lelaki nyata lainnya, dengan sisa oli di kukunya yang pendek dan pecah-pecah. Juga dengan telapak tangan yang terasa kasar karena tebal dan kapalan.

Inge dengan segala ke-insecure-annya atau dalam bahasa Indonesianya apa ya? Ketakutannya akan hubungan antar jenis. Pengkhianatan dan kekecewaan sudah mewarnai hidupnya sejak ia kecil. Ia tidak mau sejarah ini terulang. Maka saat ia mengetahui bahwa ia bukan satu-satunya wanita dalam hidup Alan, ia pun bimbang. Pun di sini kak Tia tetap bercerita dengan sederhana. Bahwa Inge sama seperti kita, penuh kebimbangan dan rasa kecewa. Ya, Alan dan Inge digambarkan secara pas dan tidak muluk-muluk.

Novel ini mengajarkan kita untuk belajar memaafkan. Kita tidak perlu terlalu skeptis pada dunia. Bahwa masih ada cinta di luar sana. Maka bukalah hati, niscaya akan datang cinta sejati *eh?*

Covernya sungguh manis sekaligus sederhana, seakan mewakili isi novel ini. Ya, manis dan sederhana menjadi dua kata yang tepat untuk novel ini.

Prolog yang berisikan cerita thriller tersebut ternyata menjadi unsur penting dalam novel ini. Awalnya aku menyangka potongan kisah thriller tersebut hanyalah perkenalan akan Inge yang seorang penulis.

Aku juga mendapati beberapa typo dalam novel ini. Tapi maaf, aku sudah lupa di mana saja aku membaca typo tersebut. Karena aku buat review ini saja sudah lewat dua minggu dari aku membaca novel ini >.<

“Kamu mau bilang kalau aku tidak perlu khawatir soal kamu karena sebagai penulis misteri, kamu juga jinak dan manis?”

“Banyak yang mengira karena tema yang kami tulis, maka kami semacam psikopat terselubung.”

“Sebagai penulis misteri, aku sudah mengeluarkan segala pikiran gelapku dalam buku, sehingga tidak ada lagi yang tersisa. Sebenarnya yang perlu dicurigai, adalah mereka para penulis novel romance…


Satu hal yang kurang dari novel ini adalah: kurang panjang! Kak Tia, novel selanjutnya ditambah jumlah halamannya ya… XP Ga sabar untuk baca novel-novel kakak selanjutnya… ^^

Aku berikan empat bintang untuk Sincerely Yours… Seandainya novel ini lebih panjang, mungkin aku tak akan ragu untuk memberikan lima bintang… ^^




 

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This