Sebagai salah satu mahasiswa tingkat akhir, yang (untungnya sudah selesai) berjuang dengan skripsi, film Catatan Akhir Kuliah ini aku banget, dan wajib ditonton!


Judul Film: Catatan Akhir Kuliah 
Genre: Drama, Comedy 
Produser: Dedy Syah 
Penulis: Johansyah Jumberan 
Produksi: Darihati Films 
Film Rilis: 30 Juli 2015 
Durasi: 107 Menit 
Rating: Remaja (R13+) 
Bintang: 3/5
 
Sinopsis:
Film Catatan Akhir Kuliah diangkat dari novel karya Sam Maulana. Film ini menceritakan kehidupan penulis di masa perkuliahan. Sam (Muhadkly Acho), Sobari (Ajun Perwira), Ajeb (Abdur Arsyad) membuat sebuah janji akan wisuda bersama, yang diyakini sebagai janji persahabatan mereka.

Seiring perjalanan perkuliahan, persahabatan mereka dipertaruhkan. Ternyata hingga menjelang batas perkuliahan, hanya Sam yang belum menyelesaikan tugas akhir (Skripsi).

Kesedihan Sam semakin komplit setelah mengetahui Kodok (Anjani Dina) cewek yang ia kagumi sudah memiliki pacar bernama Iwan (Andovi da Lopez).

Pengalaman cinta ditolak seperti terulang kembali saat Sam menembak Wibi (Elizya Mulchella) yang lebih memilih setia dengan kekasihnya di kampung halaman. Cinta Sam selalu terjebak dalam situasi Friendzone.

Sam berada di titik terbawah hidupnya. Sam harus bangkit berjuang menyelesaikan atau harus merelakan semuanya dan menjadi mahasiswa gagal.

————————————————————————————————————————
Film Catatan Akhir Kuliah ini diangkat dari novel personal literatur berjudul sama, Catatan Akhir Kuliah. Review film ini ditulis setelah menonton filmnya, dengan novelnya yang dulu sempat aku intip di Gramedia Botani Square, Bogor.


Film ini bercerita tentang Sam Maulana, seorang mahasiswa tingkat akhir Institut Pertanian Bogor. Sam sedang berjuang menyelesaikan skripsi yang selalu mengalami revisi, di kala kedua sahabatnya Sobari dan Ajep sudah selangkah lebih maju dan sudah mau menyelesaikan skripsi mereka.
 
Sam dan kedua sahabatnya telah berjanji untuk lulus kuliah bersama-sama. Melihat Sobari dan Ajep sudah hampir menyelesaikan skripsinya masing-masing, Sam dilanda kegalauan yang tak kunjung habis. Juga cintanya yang ditolak oleh sang pujaan hati Anisa Kodok.
 
Film ini diceritakan dengan alur maju dan adanya beberapa kali flashback. Dengan mengetengahkan antologi cinta itu sama dengan skripsi, film ini diceritakan dengan menggunakan format skripsi yang terdiri dari beberapa bab:
Bab 1. Pendahuluan
Bab 2. Landasan Teori
Bab 3. Metodologi Penelitian
Bab 4. Hasil dan Pembahasan
Bab 5. Kesimpulan dan Saran (Walaupun pada anak Teknik Informatika seperti kami, skripsi terdiri dari enam bab: Bab 4. Analisis dan Perancangan, Bab 5. Hasil dan Pembahasan, serta Bab 6. Kesimpulan dan Saran).
 
Sama seperti skripsi, untuk melakukan pendekatan pada cinta, dibutuhkan teori-teori yang dapat menguatkan cinta tersebut. Kita juga harus dapat memilih teori yang tepat dalam skripsi juga cinta.
 
Ada beberapa perubahan yang diberikan dalam film ini. Tidak seperti novelnya, aku merasa film ini lebih terfokus kepada kegalauan Sam hingga menjadi agak membosankan. Untunglah film ini  masih cukup lucu dengan kelakuan somplak para pemainnya dan berhasil membuat aku beberapa kali tertawa saat menontonnya. Walaupun banyak scene yang menurutku agak garing dan seperti dipaksakan. Apakah ada teman yang sudah menyelesaikan skripsinya dan tetap mau menunggu kita agar bisa wisuda bersama? Yang tetap mau jadi anak kosan demi membantu kita menyelesaikan skripsi yang tak kunjung usai? Ini tidak masuk akal bagiku…
 
Overall, film ini cukup menghibur. Film ini cocok untuk ditonton oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi ataupun ingin bernostalgia mengingat kenangan saat sedang skripsi. Seperti aku misalnya, mahasiswa tingkat akhir yang menonton film Catatan Akhir Kuliah, cukup bisa menurunkan level stres yang sangat tinggi. 

Aku berikan tiga bintang untuk film ini… ^^


error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This