Karena pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan, maka menempuh pendidikan adalah perjuangan yang layak diberikan kepada semua anak. Tak peduli bagaimana status sosialnya, semua anak memiliki hak atas pendidikan yang sama. Begitu pula dengan anak-anak di Kepulauan Aru.

Menyadari ketimpangan pendidikan yang terjadi di kampung halamannya, Kepulauan Aru, Maluku, Devirisal Djabumir pun tergerak. Meski setelah lulus dari Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pattimura dan telah bekerja di perusahaan listrik Turki, ia merasa masih ada yang kurang.

Sebab nun jauh di dalam lubuk hatinya, Davirisal atau Dave tahu bahwa di kampung halamannya, masalah pendidikan masih banyak ditemukan. Mulai dari soal anak-anak yang putus sekolah, hingga kurangnya layanan pendidikan yang layak bagi siswa sekolah. Dave ingin seluruh anak-anak di kampung halamannya mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

sekolah mimpi

Devirisal juga menyadari bahwa sampah plastik juga menjadi masalah lingkungan di Kepulauan Aru. Kurangnya kesadaran akan bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan sistem pengelolaan sampah yang belum memadai, ditambah pula infrastruktur yang kurang.

 

Dengan Sekolah Mimpi, Devirisal Djabumir Wujudkan Mimpi Anak-Anak Kepulauan Aru

 

Pada bulan April tahun 2018, Devirisal pun mendirikan Sekolah Mimpi sebagai langkahnya untuk mengatasi kedua masalah tersebut di atas. Meski keputusannya untuk kembali ke kampung halaman sempat ditentang oleh keluarganya, namun Dave tetap gigih untuk kembali memajukan Kepulauan Aru.

Sekolah Mimpi merupakan sekolah yang sejak didirikan oleh Davirisal sudah bernuansa outdoor dan terintegrasi langsung dengan alam. Awalnya, ada enam siswa yang belajar di Sekolah Mimpi dengan Davirisal sebagai satu-satunya pengajar, dan terus berkembang hingga kini.

Dalam menjalankan tugasnya untuk mengentaskan pendidikan yang tidak layak bagi anak-anak di Kepulauan Aru, Sekolah Mimpi menerapkan sistem pendidikan inklusif yang dilaksanakan pada pukul 16.00 sampai dengan 18.00 WIT. Adapun pelajaran yang diberikan, yaitu Bahasa Inggris, public speaking, kewirausaaan, hingga pembelajaran mengenai lingkungan. Misalnya saja tentang apa itu biota laut, bahayanya sampah terhadap biota laut.

 

sekolah mimpi

Sekolah Mimpi untuk bantu wujudkan mimpi anak-anak Kepulauan Aru

 

Agar anak-anak tetap semangat, proses pembelajaran di Sekolah Mimpi juga diselingi games menarik, dengan memanfaatkan alam sebagai medianya.

 

 

Sekolah Mimpi, Bantu Jaga Kelestarian Lingkungan di Kepulauan Aru Maluku

 

Sekolah Mimpi juga fokus untuk menyuguhkan advokasi kebijakan yang pro lingkungan, memberikan edukasi dan program lingkungan, sebut saja pelatihan, festival, serta capacity building mengenai lingkungan.

Tujuan utamanya adalah untuk mengentaskan kemiskinan, tanpa harus memberatkan para peserta didiknya. Apa penyebabnya? Karena Sekolah Mimpi mampu memanfaatkan masalah yang ada di sekitar dan mengubahnya menjadi kekuatan. Singkatnya, para siswa yang menimba ilmu di Sekolah Mimpi diwajibkan untuk membayar biaya sekolah, dengan cara membawa sampah plastik sebagai ganti biayanya.

Sebuah langkah sederhana yang justru memiliki dampak besar: dapat mengurangi jumlah sampah plastik di sekitaran Kepulauan Aru, Maluku. Hal ini juga akan membangun kesadaran atau awarness akan kebersihan lingkungan sekitar. Adapun sampah-sampah tersebut akan diolah sebagiannya dan dijadikan kerajinan. sementara sisanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Akibatnya, pencemaran laut akibat sampah turut berkurang.

Sebab sesungguhnya masyarakat di Kepulauan Aru hidupnya tergantung pada laut. Selain itu laut juga merupakan jalur penghubung antara satu dan pulau-pulau di sekitarnya. Kesadaran yang terbentuk akan menjadikan kelestarian laut dan keberlangsungan kehidupan biota di dalamnya.

 

 

Beasiswa Sekolah Mimpi

 

Dengan pembelajaran yang dilaksanakan secara fun, Sekolah Mimpi kian berkembang hingga kini. Siswanya pun telah mencapai 96 (sembilan puluh enam) orang siswa mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Menengah Pertama. Jumlah relawan yang mengajar di sekolah ini pun kini berjumlah lima belas orang.

Tak tanggung-tanggung, kesuksesan sekolah yang digagas Devirisal ini pun kini telah dibantu dengan relawan dari gereja di Amerika Serikat. Relawan ini memberikan beasiswa penuh untuk siswa Sekolah Mimpi di tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Awalnya, relawan tersebut mengajar di kelas inspirasi di tahun 2018. Relasi baik terus dipertahanankan dan program beasiswa pun terlaksana.

Adapun jumlah total untuk siswa yang diberikan adalah 7 (tujuh) anak untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan 1 (satu) anak untuk tingkat Perguruan Tinggi di Salatiga.

 

devirisal djabumir

Devirisal Djabumir, penggagas Sekolah Mimpi

 

 

Prestasi Devirisal Djabumir berkat Kegigihannya Memajukan Pendidikan di Kepulauan Aru

 

Atas konsistensinya dalam memajukan pendidikan di Kepulauan Aru, Devirisal Djabumir berhasil mendapatkan anugerah SATU Indonesia Award dari PT Astra International Tbk pada tahun 2020 untuk bidang pendidikan. Bukan hanya itu, ia pun menjadi delegasi Indonesia saat kegiatan South East Asian Countries dan Japan’s Conference serta terpilih menjadi Duta Pemuda Peduli Lingkungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Dave juga terpilih menjadi delegasi Indonesia pada kegiatan 2022 Economic and Social Council  (ECOSOC) Youth Forum dan menjadi penerima Asean Youth Eco Award for Senior Category tahun 2023.

Kepedulian Devirisal dalam mengurangi sampah plastik di Kepulauan Aru yang diwujudkan dalam bentuk mengumpulkan sampah plastik sebagai biaya pendidikan di Sekolah Mimpi ini pun menjadikan Devirisal masuk dalam nominasi Kick Andy Heroes 2023.

 

Sumber gambar: instagram @davedjabumir

DMCA.com Protection Status

Pin It on Pinterest