Semua hal terjadi karena sebuah alasan.

Bukan karena kebetulan.

Bisa jadi kejadian kita bersenggolan dengan orang yang tidak kita kenal di jalan itu menjadi suatu pertanda. Mungkin kita akan kembali bersinggungan dengan orang itu di lain hari. Atau bisa jadi kejadian itu terjadi hanya karena kita tidak awas, sehingga dengan kejadian itu kita bisa lebih memperhatikan keadaan sekitar.

Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di dunia ini. Mungkin di hari esok kita akan bertemu dengan seseorang yang pernah kita sakiti hatinya. Atau orang yang kita temui kemaren akan menjadi penting bagi kita hari ini, misalnya.

Mungkin saja seseorang yang tersenyum pada kita di tepi jalan hari ini menjadi penolong kita di masa depan. Atau kemungkinan terburuk, orang tersebut bisa saja merencanakan sesuatu yang jahat kepada kita. Who knows?

Keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan jalan hidup kita nantinya. Sekecil apapun itu, bahkan mungkin sekedar memutuskan akan makan apa dan di mana. Bisa jadi saat kita makan nanti alergi kita kumat, lantas penyakin astma yang selama ini tidak pernah kambuh, menampakkan dirinya.  Atau mungkin lokasi restoran yang kita pilih terlalu jauh sehingga membuat kita terlalu memforsir diri. Dan hasilnya? Kita menjadi kelelahan. Sesederhana itu.

Mungkin kamu gagal dalam sebuah tes karena kamu terlalu santai sehingga terkesan menyepelekan. Mungkin kamu tidak teliti dalam sesuatu hal sehingga berbalik menjadi bumerang yang memberatkanmu. Mungkin kamu menjadi gugup karena itu adalah tes pertamamu. Maka jadikan itu pelajaran. Bisa saja Allah menjadikan kamu gagal agar kamu bisa belajar. Mungkin Allah ingin menjadikan tes tersebut menjadi pengalaman pertamamu. Mungkin saja Allah sudah menyiapkan sederet rencana untukmu. Untuk masa depanmu. Kamu bisa saja mengharapkan sesuatu, tapi Allah tau apa yang terbaik untukmu.

Maka hadapilah. Jangan takut. Garisan takdir kita telah ditentukan sejak kita masih berada di perut ibu. Bahkan gurat tangan kita tidak ada yang sama. Rezeki sudah ada yang mengatur. Serahkan saja semua kepada Allah. Pasrahkan diri. Tapi jangan pernah menyerah, teruslah berjuang.

…now I know that everything happens for a reason. Even though sometimes the reason is I am stupid and I made bad decisions. 

I Remember You – Stephanie Zen

 
-Tulisan ini dibuat karena tiba-tiba pengen nulis ini. Juga sebagai penyemangat diri karena kegagalan pertama wawancara psikologi dan tes psikologi tertulis-
error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This