Kenapa Harus Migrasi ke WordPress Self Hosted?

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Halo, teman-teman semua![/vc_column_text][vc_column_text]

Sebelumnya, mari kita sedikit flashback ke tahun lalu di mana blog ini hanyalah sebuah blog dengan domain dan hosting gratisan. Yak, masih berplatform blogspot tentunya berisi tulisan yang isinya semua pure tjurhat XP.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sampai akhirnya Juni tahun lalu aku memutuskan untuk langsung membeli domain sekaligus paket web hosting.  Kenapa harus migrasi ke WordPress self hosted sih, Nin? Yak, nggak tanggung-tanggung langsung migrasi aja si Anin XP

(more…)

Kenapa Menulis di Blog?

Kenapa Menulis di Blog?

 

Hello, everyone!

Tantangan hari keempat dari One Day One Post atau ODOP ini bertemakan ‘All About Writing‘.

Okay, then. Marilah kita jawab tantangannya sembari curcol dan mulai menulis!

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Pramoedya Ananta Toer – House of Glass

Jika ditanya, kenapa menulis?

Karena sedari kecil aku hobi membaca dan terus mencecoki diri dengan bahan bacaan. Semua dibaca, mulai dari majalah, tabloid, koran, novel dan lain-lain. Bayangkan saja, waktu SD aku bisa membaca novel-novel sastra lama dengan ejaan zaman dahulu pula. Waktu SMP range bacaanku terus meluas. Saat itu juga aku bisa membaca buku-buku sejarah yang tebalnya bisa jadi bantal itu, sama buku-buku yang jarang dibaca orang lain, sebagai contoh: buku berjudul Atheis. Anak SMP mana yang sebegitu gilanya sama buku? Terus akhirnya mulai berkenalan dengan novel teenlit dan merembet ke semua jenis novel. Seiring waktu, jenis bacaanku terus berubah dan bertambah.

Kalau sekarang sih, daftar to be read di kamar sudah mencapai dua ratus judul buku. Iya aku memang separah itu.

Dan seringkali susah bagiku mengekspresikan sesuatu yang aku rasakan. Dulu sih ada yang bilang, aku ini manusia yang ekspresi wajahnya begitu-begitu saja. Mau marah, kesal, terkejut, sedih, takut, cemas ya mukanya gitu aja, tetap jutek. Mungkin raut wajah senang dan bahagia aja yang beda kali ya, haha XP

Lalu, kenapa malah nyasar di blog?

Well, awalnya membuat blog sekitar tahun 2008 atau 2009, di platform gratisan: blogspot. Dulu sih nulisnya ya semaunya aja, isinya pun cuma sekadar curhatan-curahatan alay. Namun kini sebagian besar postingan alay tersebut sudah dihapus, demi mengurangi jejak dari masa-masa kelam dahulu kala. Kalau pun diniatkan untuk serius menulis seperti misalnya review buku, pasti cuma bertahan beberapa hari dan kemudian berhenti. Sampai akhirnya beberapa bulan lalu nekat beli paket hosting dan domain (baca juga: Kenapa dari Domain Gratis berubah Menjadi Domain Berbayar). Nah biar tidak merasa rugi, akhirnya dipaksakan menulis. Yup, makanya sekarang malah ikutan ODOP. Aku masih harus belajar banyak sekali sih, tapi setidaknya aku berani memulai.

Tanpa memulai dan memperjuangkan sesuatu, kita tidak akan pernah tahu hasilnya bukan?

Menyesal? Jelas tidak. Keputusan tersebut malah mengantarkanku untuk berkenalan dengan banyak orang baru. Sebut saja keluarga Blogger Bengkulu dan GWC ini. Aku belajar banyak hal dari mereka semua.

Menulis juga membuatku berbagi. Apapun itu. Berbagi ilmu tidak akan membuatmu miskin, justru akan membuatmu semakin haus akan pengetahuan. Menulis membuatku mengapresiasi diri sendiri. Menulis menjadi sarana healing pribadi, menjadi alat untuk meredam emosi yang meledak-ledak dan menyembuhkan diri sendiri. Menulis juga membuatku merasa lebih hidup. Menulis dapat merekam jejak kehidupanku yang tidak seberapa ini.

I’m proud to be a writer, or at least … a blogger.

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa–suatu cara untuk menyentuh seseorang yang entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Seno Gumira Ajidarma – Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

Kalau kamu, kenapa kamu juga memilih untuk menulis? Sharing yuk.. ^^

Dituliskan untuk #ODOP #OneDayOnePost #GoodWriterClub #GWC #BermanfaatdenganBlog #BermanfaatdenganSocialMedia

Kenapa dari Domain Gratis Berubah menjadi Domain Berbayar?

Kenapa dari Domain Gratis Berubah menjadi Domain Berbayar?

Setelah sekian lama, akhirnya bisa nulis lagi…

Iya, after a very long time. Padahal hutang bikin postingan udah bejibun banyaknya. Alasannya sih klise, seklise sibuk. Tapi emang bener sih, kesibukan bener-bener menyita waktu, sampai kalo ada waktu tersisa maunya tidur atau istirahat aja. Atau si malas menguasai. Iya, salah aku sendiri sih.

So, mari kita kembali ke topik utama.

Kenapa dari domain gratis berubah menjadi domain berbayar? Kok domainnya ganti? Pake blogspot kan ga bayar? Toh blognya juga masih ecek-ecek kan?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang pasti tercetus saat pertama kali tahu blog seorang Anindita berubah dari tadinya hanya menggunakan domain gratisan blogspot.com (aninditaayu.blogspot.com) menjadi domain berbayar .com (aninditaayu.com).

Baca juga: Kita Tidak Tahu…

Well, aku akan menjelaskan sedikit tentang hal ini.

Sebenarnya ini bukan hal yang mendadak dilakukan sih. Mengganti domain itu sudah lama ingin dilakukan dan menjadi pertimbangan selama beberapa tahun terakhir, tapi masih maju mundur juga. Ya, selama ini mikirnya takut rugi, ntar udah bayar mahal-mahal dan jarang nulis kan akhirnya rugi. Zonk.

Percuma dong kalo gitu udah bayar mahal untuk beli domain.

Sampai akhirnya sekitar pertengahan Mei kemaren, si mak tiba-tiba ganti domain berbayar. Terus akhirnya jadi kepikiran lagi.

Setelah memikirkan hal ini selama beberapa saat, akhirnya ikut beli ganti jadi domain berbayar juga.

Parahnya, aku bukan sekadar ganti domain aja, tapi malah bayar hosting untuk jangka waktu setahun plus gratis domain setahun juga. Lumayan bikin dompet jebol sih, secara kan ini termasuk pengeluaran tak terduga. *lah, emangnya kapan sih seorang Dita kantongnya berisi?* Dan eng ing eng, ternyata paket hosting yang udah dibeli itu ternyata ga cukup untuk web ini, jadi perlu di-upgrade ke paket hosting di atasnya. Terus akhirnya mau ga mau kenalan sama wordpress.org. Padahal selama ini udah amat sangat terbiasa sama blogspot.

Iya, anaknya nekat emang. Sampe dibilang gila sama si mak.

Padahal sibuk, tapi masih tetep nekad ganti domain dan ganti hosting, terus ekspor dari blogspot ke wordpress.org. Ya walaupun sampai saat ini masih akan melakukan beberapa perbaikan sana sini di web ini sih. Intinya tampilan webnya belum fix, masih banyak yang harus diubah.

Ciyeee yang sekarang udah nyebutnya web, bukan blog lagi. Aku mah apaaa, cuma orang nekat yang sering baper XP

Karena untuk ngurusin web ini udah mesti bayar tuh, jadi mau ga mau harus rajin-rajin nulis. Biar web ini punya kehidupanlah ya. Udah lama ga review juga kan, baca novel aja sekarang seringnya ga sempet huhu *sok gaya, padahal udah lebih sebulan dari tanggal beli hosting tapi belum ada draft yang diposting wkwk*

Cerita untuk wordpress.org ini akan diposting segera *semoga*.

Stay tune!

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest