Jatuh Cinta pada Dunia Fana yang Melenakan

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Hello, everyone!

[/vc_column_text][vc_column_text]

Kali ini Anin mau berbagi tentang jatuh cinta pada dunia fana yang melenakan, sebuah tulisan lama yang diperbaharui kembali dengan gaya berceritaku saat ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua ya.. ^^

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kehidupan manusia tak ada ubahnya dengan sekejap mata bagi-Nya. Hari ini kita masih diberikan kesehatan, rezeki, kebahagiaan, dan banyak lagi kenikmatan yang sempat kita cecap. Tapi hari esok, siapa yang tahu? Bisa jadi besok maut telah bersiaga untuk menjemput kita untuk kembali kepada-Nya.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Dunia yang kita tempati ini fana, kawan. Dunia ini hanyalah tempat transit sebelum menuju lokasi tujuan. (more…)

Cara Allah Menegur Kita, Tak Bisa Disangka-sangka

Cara Allah Menegur Kita, Tak Bisa Disangka-sangka

Beberapa bulan ini kehidupan memang rasanya terlalu hectic hingga tak lagi sadar bahwa terkadang aku juga butuh untuk berbincang ringan, menuliskan hal-hal yang semoga saja bisa menjadi motivasi bagi diriku dan untuk teman-teman juga. Kali ini aku akan berkisah mengenai cara Allah menegur kita.

Dalam beberapa bulan ini pula aku belajar untuk mengikhlaskan sesuatu. Yah, hidup memang penuh dengan kejutan-kejutan yang bahkan mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Hal-hal yang saat ini masih bisa kita nikmati, bisa saja beberapa jam lagi sudah hilang tak berbekas.

Sudah menjadi hal lumrah bagi manusia untuk mengeluh. Manusia akan selalu merasa kurang: kurang kaya, kurang cantik, kurang tinggi, kurang diperhatikan, kurang ini, kurang itu, dan masih banyak lagi. Meski sudah terlalu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita, akan terus ada keinginan untuk selalu meminta lebih dalam banyak hal.

 

cara allah menegur kita

 

Rezeki yang diberikan Allah tak terhingga banyaknya. Kita diberikan kesehatan. Kita diberikan cukup rezeki untuk kehidupan sehari-hari. Kita masih diberikan kesempatan untuk hidup dan mencapai cita-cita. Kita masih diberi kesempatan untuk menjelajahi bumi-Nya.

Makanan selalu tersedia, ada rumah untuk berteduh, ada job untuk dikerjakan, dan ada keluarga yang senantiasa menanti kita pulang dengan sabar. Walau pun mungkin lauk yang ada tidak sama dengan lauk yang kita inginkan. Walau pun deretan deadline memaksa kita lembur tanpa kenal waktu istirahat.

Namun keluhan demi keluhan terus terlontar karena pastinya akan ada beberapa hal yang belum sesuai dengan keinginan, bisa dalam bentuk apa pun. Hingga suatu hari penyakit datang menimpa. Awalnya hanya demam biasa kemudian berangsur-angsur penyakit tersebut semakin bertambah berat.

Kita akan bertanya-tanya, mengapa harus kita yang diberikan penyakit itu? Mengapa memilih kita yang diberikan penyakit ini, ya Allah? Kita lupa bahwa itulah cara Allah menegur kita. Bisa jadi kita sudah membelot dan berpaling dari-Nya.

 

 

 

Cara Allah Menegur Kita, Tak Bisa Disangka-sangka

 

 

Sakit itu memang sebagai penggugur dosa dan juga salah satu cara Allah menegur hambanya. Akan tetapi, tetap ada syarat dan ketentuan di baliknya yang harus kita pahami terlebih dahulu. Jika kita pasrah kepada Allah dan kembali kepada-Nya, niscaya akan ada obat untuk penyakit tersebut. Karena sesungguhnya semua penyakit ada obatnya, kecuali kematian.

Atau bisa jadi kita terlalu egois dan kurang bersyukur, hingga Allah mengambil kembali hal-hal yang ia titipkan kepada kita. Harta kekayaan, dan keluarga misalnya. Bisa jadi selama ini kita terlalu fokus mencari rezeki hingga kita melupakan-Nya. Kita kehilangan beberapa hal yang paling berharga, hal-hal yang selama ini dijaga dengan segenap jiwa.

 

cara allah menegur kita

 

Coba diingat-ingat terlebih dahulu, bisa jadi kita terlewat untuk menyedekahkan uang yang dipunyai. Padahal pada setiap harta yang kita miliki, termasuk juga di dalamnya hak orang miskin. Atau bisa jadi, kita terlalu kikir dan memiliki hutang namun belum sempat dibayarkan.

Selain sakit dan kehilangan, ada banyak cara Allah menegur kita. Oleh karena itu, marilah introspeksi diri kita masing-masing dan dekatkan diri kepada-Nya. Jangan lupa pula untuk senantiasa bersyukur. Yakinlah, Allah menyayangi semua hambanya, hingga ada banyak cara yang Allah gunakan untuk menegur segala tingkah laku kita di dunia fana ini.

Dalam Pertemuan dengan Orang Asing, Apa Harapanmu?

[vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_custom_heading text=”Dalam Pertemuan dengan Orang Asing, Apa Harapanmu?” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:%23f22183″ google_fonts=”font_family:Dawning%20of%20a%20New%20Day%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”flipInY”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Matahari telah lama meninggalkan peraduannya saat dari kejauhan ia melihat sebuah punggung terlihat bergerak-gerak pelan di pinggir pantai. Gelap. Sunyi senyap. Dalam diam dia memaksa diri mendekati pantai. (more…)

Jangan Jadi Orang yang Bersikap Egois, Duhai Teman!

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Good morning, everybody!

[/vc_column_text][vc_column_text]

Kali ini postingan bebas, feel free to comment, asal dalam batas-batas ya.. Kita akan membahas mengenai ‘jangan jadi orang yang bersikap egois’. Egois di sini berarti terlalu mementingkan diri sendiri hingga merugikan orang lain. Apa saja? Cekidot yak!

(more…)

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest