Sumber gambar: http://asalaily.blogspot.com/

“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya… Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.”

Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika


Tanpa terasa, aku sudah berada di penghujung masa kuliahku. Berada selama hampir lima tahun di kota ini, bukan tanpa arti. Banyak suka dan duka yang sudah aku alami.
 
Aku akan pindah. Lagi dan lagi. Sedari kecil jika dihitung-hitung aku sudah mengalami sembilan kali perpindahan. Dan perpindahanku kali ini akan menjadi perpindahan untuk kesepuluh kalinya. Kepindahan ke tempat tinggal orang tuaku, dari kamar kosan yang selama dua tahun terakhir menjadi tempat persembunyian ternyamanku.
 
Kamar kosan yang menjadi saksi mata bagaimana kehidupanku selama ini berlangsung. Tempat yang menjadi saksi mata akan kegilaanku terhadap buku, tempat persembunyian terbaik di kala membutuhkan perlindungan, tempat beristirahat ternyaman setelah lelah terhadap perkuliahan, tempat membuat tugas yang seabrek-abrek, dan yang terakhir: tempat yang menjadi saksi dan bukti nyata bagaimana stresnya aku dalam pembuatan skripsi.
 
Pindah bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya harus mengepak barang-barang, merapikan barang yang masih dibutuhkan dan membuang barang yang tidak berguna. Bukan hanya harus memikirkan bagaimana caranya memindahkan buku-buku milikku yang sudah sangat banyak. Tapi juga menata hati. Menutup mata akan rasa. Membuang kecewa yang pernah ada. Menerbitkan asa. Menciptakan luka. Berdamai dengan rasa kehilangan.
 
Pindah berarti pergi. Pindah akan selalu membawa kenangan. Kenangan manis dan pahit yang dapat tiba-tiba menyusup ke dalam pikiran kita.
 
Pindah berarti membuat memori baru. Menjadi bagian dari lingkungan baru. Menghadapi orang-orang baru. Membuat kebiasaan-kebiasaan baru.
 
But, we need to move, all of us.
 
Kita semua perlu pindah. Dalam perpindahan, kita akan berpindah dari zona nyaman kita selama ini. Menuju tempat baru yang mungkin pernah kita tempati, tapi bisa dipastikan akan terasa berbeda. Tanpa perpindahan, kita akan berjalan di tempat. Datar. 
Pindah ke rumah orang tuaku berarti kembali ke kota kecil. Kembali ke rumah yang bahkan dalam delapan tahun ini hanya menjadi tempat persinggahan. 
 
Tapi bukan berarti aku tidak senang dengan perpindahanku. Juga ada rasa excited menghadapi perpindahan ini. Kembali ke rumah orang tua berarti akan berkumpul dengan keluargaku. Kembali bisa berleyeh-leyeh tanpa harus memikirkan hal lain.
 
Semoga perpindahanku kali ini juga hanya menjadi tempat persinggahan.
Dan semoga perpindahanku nanti bukanlah perpindahanku yang terakhir.

And let the story begin.

 
error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This