[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dengan status sebagai salah satu danau terluas serta terdalam se-Asia Tenggara, menjadikan Danau Toba sebagai salah satu objek wisata yang akan menjadi pilihan banyak wisatawan saat ini. Apalagi pemerintah tengah berusaha menggiatkan lagi kunjungan wisatawan menuju Danau ini. Berbagai maskapai penerbangan pun diajak untuk membuka rute penerbangan ke Danau Toba, dan salah satunya adalah pesawat Sriwijaya Air.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jika dari Jakarta, wisatawan bisa berangkat langsung dari Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat Sriwijaya Air untuk menuju Bandara Internasional Silangit yang menjadi Bandara tujuan untuk melihat keindahan Danau Toba.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dikelilingi oleh tujuh Kabupaten yang terdapat di Sumatera Utara, keindahan Danau Toba dapat dilihat dari mana saja. Jika sudah puas melihat keindahan Danau Toba, wisatawan bisa melihat lagi berbagai macam keistimewaan daerah di sekitar kawasan danau dengan melihat berbagai sajian budaya tradisional.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Apa saja keistimewaan yang disajikan oleh daerah-daerah wisata di sekitar Danau Toba? Berikut beberapa pilihannya:

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_text_separator title=”Berkunjung ke Desa Haranggaol” title_align=”separator_align_left” color=”juicy_pink” style=”shadow”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://1.bp.blogspot.com/-yOhQRHJwyr4/WjLSz0GEhsI/AAAAAAAAB6k/rftv5o1LpTsUPirR20SifEnexXaSwqlIwCLcBGAs/s640/Berkunjung-ke-Desa-Haranggaol.jpg” caption=”Foto: Asenk Lee Saragih”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Desa Haranggol menampilkan pesona keasrian sebuah desa di mana terdapat air yang jernih dan menikmati aktivitas masyarakat di ujung dermaga sambil mendongak melihat keindahan bukit-bukit hijau di Kabupaten Simalungun.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Menyuguhkan pemandangan panorama lembah dan teluk di timur laut Danau Toba, Desa Haranggol memiliki pesonanya sendiri. Keindahan lembah dan teluk ini merupakan tempat liburan impian para wisatawan yang populer di tahun 1960-1970-an.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Desa yang dulunya dikenal sebagai tempat produksi bawang ini kemudian menjadi salah satu tempat peternakan ikan hingga sekarang. Jangan heran jika wisatawan akan menemukan banyak keramba ikan di desa ini.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_text_separator title=”Sang legenda, Batu Gantung” title_align=”separator_align_left” color=”juicy_pink” style=”shadow”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://3.bp.blogspot.com/-xyiKzvebUtM/WjLYrTa1o_I/AAAAAAAAB7A/jZCl4JU5IIgm3mF0Y3U02BZGlg5pnHfBgCLcBGAs/s1600/Sang-legenda-Batu-Gantung.jpg” caption=”Foto: tutoba.com”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Saat menyeberang ke Pulau Samosir, sebuah pulau yang berada di tengah Danau Toba, jangan sia-siakan kesempatan untuk melihat langsung Batu Gantung. Di sini kita akan berkesempatan untuk menelusuri jejak sejarah kehadiran legenda Batu Gantung.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dari cerita turun-temurun masyarakat, Batu Gantung terjadi karena kisah seorang anak perempuan yang menolak dijodohkan dengan pria pilihan ayahnya. Perempuan yang dikisahkan bernama Seruni ini kemudian menghilang dan berjalan ke arah tebing di bagian tepi Danau Toba.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Namun malang, Seruni terjatuh dan masuk ke dalam sebuah lubang batu besar. Tiba-tiba terjadi goncangan dahsyat yang secara ajaib mampu membuat lubang tersebut tertutup. Setelah goncangan dahsyat pada saat itu, lama kelamaan muncul sebuah batu besar yang berbentuk tubuh seorang gadis. Batu ini diduga adalah Seruni yang terjatuh saat berjalan di sekitaran tebing Danau Toba tadi.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kisah Batu Gantung ini melegenda dan kini menjadi salah satu daya tarik wisata bagi pengunjung yang datang ke Danau Toba.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_text_separator title=”Sang legenda, Batu Gantung” title_align=”separator_align_left” color=”juicy_pink” style=”shadow”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://1.bp.blogspot.com/-ir36NaD84gg/WjLYmOzJK8I/AAAAAAAAB68/TmM2WqqIKeUO_lZcusnG85JZTuiEkaWpACLcBGAs/s1600/Melihat-aktivitas-desa-tradisional-Siallagan.JPG” caption=”Foto: dinnurkelana.blogspot.co.id”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tuktuk, begitulah tawaran pertama yang seringkali diucapkan oleh pemandu wisata saat bertemu dengan wisatawan yang sedang berada di pulau Samosir. Tuktuk sendiri merupakan salah satu pusat wisata karena lingkungannya yang memiliki pesona keindahan yang memanjakan mata. Di desa ini wisatawan dapat melihat langsung pemandangan alami sebuah desa yang masih menjaga sisi tradisionalnya hingga melihat berbagai macam kegiatan dan pertunjukan adat masyarakat sekitar yang masih dipegang teguh hingga kini.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_text_separator title=”Rumah Guru Tatea Bulan” title_align=”separator_align_left” color=”juicy_pink” style=”shadow”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://1.bp.blogspot.com/-P3TUg_vpNz8/WjLSzrOSOAI/AAAAAAAAB6g/pMtYziexSWwCXbw91svMnWMqt9dz_qP7QCLcBGAs/s1600/Rumah-Guru-Tatea-Bulan.jpg” caption=”Foto:putibatusa.wordpress.com”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dari sebuah desa bernama Dusun Arsam, Sianjur, wisatawan bisa mengetahui sejarah kehidupan masyarakat Batak.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Pertama kita bisa melihat patung-patung yang merupakan bagian dari peradaban Si Raja Batak. Tidak hanya patung-patung yang dulunya adalah manusia, namun patung-patung penjaga rumah seperti macan, kuda hingga gajah tertata rapi di sini.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Setelah itu, wisatawan dapat melihat langsung Rumah Guru Tatea Bulan, yang merupakan rumah sejarah. Memiliki desain yang hampir pasti seperti halnya rumah-rumah adat Batak.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Nah, bagi wisatawan yang ingin masuk ke dalam rumah ini diwajibkan untuk melepas alas kakinya terlebih dahulu. Di dalam rumah wisatawan akan melihat berbagai macam patung-patung yang menggambarkan keturunan Si Raja, Batak.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jika belum mengerti siapa-siapa saja tokoh dalam patung di Rumah Guru Tatea Bulan, para pemandu wisata akan menjelaskan semua cerita dan sejarahnya. Penasaran?

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Untuk mendapatkan sajian pesona Batak ini, wisatawan bisa langsung memesan tiket pesawat dan salah satunya adalah pesawat Sriwijaya Air yang membuka hingga tiga penerbangan untuk melihat keindahan beragam tempat wisata di sekitar Danau Toba.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This