by Anindita Ayu | Sep 30, 2017 | Bengkulu, Kuliner, Lifestyle
Hitam manis, hitam manis
Yang hitam manis
*Eh kok malah nyanyi? XP
Kopi dan mahasiswa Teknik Informatika, bisa dibayangkan kaitannya seperti apa?
Ga usah dijelaskan panjang lebar lagi ya hahaha. Jadi anak TI itu bisa dipastikan bakal sering begadang menghadapi tugas-tugas bertumpuk. Berkumpul bersama teman-teman sambil mengerjakan tugas yang ga habis-habis, apa lagi sih yang setia menemani sepanjang malam? Cemilan dan tentu saja minuman penghalau kantuk, kopi misalnya.
Aku sendiri bukanlah seorang pecandu kopi. Tidak banyak jenis kopi setelah aku cicipi rasanya, membuatku ketagihan. Seringnya sih, udah dicicip ya udah gitu aja, ga mau lagi. Pilihan paling aman buatku ya permen kopiko, apalagi zaman udah lulus kuliah gini. Eh tapi pas cobain Kopi Gading Cempaka di Kelas Blogger Kedua dari Blogger Bengkulu, ternyata aku suka banget sama kopi ini ^^
Kopi Gading Cempaka
–Since 1920-
Kopi Gading Cempaka menyediakan Kopi Premium, sebagai manivestasi kecantikan dan kecerdasan dari sosok Putri Gading Cempaka. Putri Gading Cempaka merupakan putri bungsu dari Raja Ratu Agung, pendiri sekaligus Raja pertama Kerajaan Sungai Serut. Parasnya cantik memesona titisan dari Kerajaan Majapahit. Putri Gading Cempaka juga memiliki kecerdasan yang rupawan. Karena sebab inilah, pangeran dari Aceh tergila-gila padanya. Lantaran pinangannya ditolak, terjadilah perang dahsyat antara kerajaan Bengkulu dengan pasukan pangeran Aceh.
Sebagai posisi ketiga dari lima daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan hasil panen menghasilkan 88.861 ton tiap tahun, Kopi Gading Cempaka mencoba mengangkat sejarah panjang masyarakat Bengkulu yang diangkat untuk mengabadikan sejarah leluhur. Selain itu, provinsi Bengkulu juga merupakan daerah segi tiga emas penghasil Robusta terbesar ketiga di pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Lampung.

Pemilihan Buah Kopi pada Kopi Gading Cempaka
Mengikuti slogan yang digunakan, Kopi Gading Cempaka diproduksi dengan melalui banyak tahapan, antara lain:
- Tahap pertama, pemilihan buah kopi yang telah merah untuk dipetik.
- Tahap kedua, melakukan proses sortasi tahap pertama, untuk memastikan tidak ada buah kopi yang busuk dan memisahkan buah kopi yang benar-benar matang dan yang belum matang namun turut terpetik.
- Tahap ketiga, buah kopi yang telah dilakukan sortasi tahap pertama tadi dijemur.
- Tahap keempat, setelah dijemur hingga kering, akan dilanjutkan dengan pengupasan kulit pada buah kopi terpilih.
- Tahap kelima, dilakukan sortasi tahap kedua hingga benar-benar menjadi biji kopi pilihan berkualitas premium. Proses sortasi kedua ini juga akan benar-benar memilih biji kopi berkualitas bagus, yang akan dipisahkan dari biji kopi yang rusak.
- Tahap keenam, dilakukan proses sortasi tahap ketiga
- Tahap ketujuh, dilakukan proses roasting atau pemanggangan.
- Tahap kedelapan, setelah dilakukan proses roasting, akan dilakukan proses sortasi tahap keempat untuk membuang biji kopi yang terlihat pucat atau tidak sama dengan biji-biji lain.
- Tahap kesembilan, dilakukan penggilingan pada biji kopi
- Tahap kesepuluh, pengemasan.

Biji Kopi Terbaik pada Kopi Gading Cempaka
Panjang ya prosesnya? Menghasilkan serbuk kopi yang benar-benar enak itu jelas membutuhkan tahapan panjang. Ingatlah, sesungguhnya proses tidak akan pernah mengkhianati khasil.
Menurutku, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh sebuah produk:
Rasa
Yang membuat kopi robusta premium dari Kopi Gading Cempaka ini beda juga karena empat tahap proses sortasi. Makanya kualitas yang dihasilkan juga bagus sekali. Proses panjang yang ditempuh akan menghasilkan cita rasa khas, yang tentu saja akan menggugah selera. Aromanya harum, rasanya enak, dan ekstrak kopi yang dihasilkan juga lebih halus.
Hampir semua anggota keluargaku menyukai kopi. Jadi tak heran jika aku bahkan membuatkan kopi robusta premium ini untuk dicicipi. Lucunya, saat si Ayah mencoba rasa kopinya, agak susah baginya untuk mendeskripsikan lebih lanjut rasa kopi ini. Biasanya cuma berkomentar “Enak” aja, eh yang ini selang beberapa jam kemudian minta dibikinin lagi XP
Harga
Kopi Gading Cempaka menyediakan dua produk utama baik berupa ‘roasted beans‘ ataupun ‘ground coffee beans‘ dengan harga terjangkau. Seperti kata pepatah lah ya, ada harga ada kualitas.
Robusta Premium 200 gram = Rp 30.000
Arabika Premium 100 gram = Rp 20.000

Packaging Kopi Gading Cempaka
Packaging/Kemasan
Kopi robusta premium, Kopi Gading Cempaka ini juga memperhatikan kualitas packaging atau kemasannya. Kopi ini dibungkus dengan packaging berkualitas dan diberikan luaran kantong kertas tebal.

Baca juga: Asuransi Jiwa, Seberapa Penting?
by Anindita Ayu | Sep 21, 2017 | Lifestyle, Thought
Sejujurnya, waktu ditawarin nulis soal tema ini sama mak-mak KEB yang lain, aku keder duluan. Untukku yang tulisannya belum seberapa ini, ini tema yang berat. Apalagi mak-mak anggota kelompoknya udah nikah semua, kecuali aku. Bahkan riset berhari-hari pun masih ragu sebenernya.
Akhirnya tadi malam aku memutuskan untuk survei kecil-kecilan ke beberapa kalangan. Mulai dari yang jelas pro poligami, yang netral, sampai yang terang-terangan menolak. Mulai dari anak SMA hingga yang udah agak berumur, dari sudut pandang laki-laki dan perempuan. Iya, seniat itu. Demi mendapatkan pendapat orang banyak. Dan ya ngedapetin banyak jawaban, yang frontal ngomongnya pun ada. Bahkan ada yang ngajakin diskusi tapi tunggu bisa ketemu tahun depan. Ya udah basi lah hahaha kan deadlinenya tanggal 20 September. Ini aja udah lewat deadline duh >.<
Poligami [po.li.ga.mi]
n. sistem perkawinan yang membolehkan seseorang memiliki istri atau suami lebih dari satu orang [Kamus Besar Bahasa Indonesia V]
Dalam Islam, seorang laki-laki diizinkan untuk beristri hingga empat orang dalam waktu bersamaan. Jika lebih dari itu maka diharamkan. Dan selalu akan ada pro dan kontra di balik poligami. Kenapa? Karena menurut pandangan awam, poligami merugikan pihak perempuan.
Firman Allah subhanahu wa taala:
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. An Nisaa: 3)
Seorang suami diperbolehkan untuk menikah lagi, bahkan tanpa persetujuan istri. Tapi, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika seorang suami ingin berpoligami tentunya, antara lain mampu berbuat adil; aman dari lalai beribadah kepada Allah; mampu menjaga para istrinya; dan mampu memberi nafkah lahir.
Adil di sini memiliki makna yang sangat luas. Ada banyak aspek yang harus dipenuhi untuk dapat berlaku adil. Poligami yang diperbolehkan ini seperti yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah, yang bagaimana sih?
Baca tulisan mak Aya mengenai poligami ala Rasulullah: Ada Apa dengan Poligami?
Disclaimer: dalam tulisan ini, aku tidak akan menentang pihak-pihak yang menyetujui bahkan menerapkan konsep poligami dalam kehidupan. Aku juga tidak mengatakan yang kontra poligamilah yang benar. Karena bisa dibilang, pengetahuan agamaku masih sangat kurang. Di sini, aku hanya menuliskan pendapatku saja, dengan pembahasan yang tidak terlalu berat.

Sumber gambar: slideshare
Okay, back to topic.
Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan sebuah aplikasi android yang seolah menggampangkan poligami. Pada aplikasi ini, semua orang bisa mendaftar, laki-laki, perempuan, sudah menikah ataupun belum. Sudah cukup banyak orang yang mendownload aplikasi ini, menandakan banyak yang ingin mencari tahu lebih lanjut tentangnya.
Tapi apakah benar aplikasi ini berguna?
Dari beberapa referensi yang aku baca, ada yang malah menyalahgunakannya untuk sex chat. Yang karena banyak alasan malah menjadikan aplikasi ini malah menjurus ke selingkuh yang dihalalkan, cuma untuk sekedar have fun. Lantas apa bedanya dengan aplikasi cari jodoh biasa? Kenalan, suka, jalan. Apa aplikasi ini hanyalah sebuah aplikasi cari jodoh berbalutkan nafas agama, agar laris di masyarakat?
Wallahualam.

Sumber gambar: slideshare
Dari survei kecil-kecilan yang telah aku simpulkan, kebanyakan laki-laki yang diberi pertanyaan, “Apakah berniat untuk poligami?” Maka jawabannya adalah:
Sebagai laki-laki pasti maulah untuk poligami. Siapa sih yang tidak menginginkan beristri lebih dari satu?
Tapi masalahnya kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Ada yang menyanggupi, ada yang netral, dan ada yang jelas kalo bisa tidak berniat poligami. Cukup satu istri saja katanya.
Tidak bisa dipungkiri, laki-laki dan perempuan memiliki sudut pandang yang berbeda, cara berpikirnya pun berbeda.
Seks menempati bagian yang terbesar pada otak laki-laki, sehingga cenderung berorientasi pada fisik. Laki-laki tidak mudah mengemukakan perasaannya. Sedangkan pada otak perempuan, bagian seks ini tidak sebesar wilayah pada otak laki-laki, sehingga perempuan cenderung berorientasi pada relasional, cenderung menggunakan perasaan. Perempuan juga cenderung empatik, lebih sensitif, dan lebih peka.
Jika seorang laki-laki ingin menikah lagi, bisakah mereka memenuhi syarat-syarat seperti yang disebutkan di atas?
Kita kembalikan dengan fungsi pernikahan itu sendiri. Untuk apa sih Islam menganjurkan kita untuk segera menikah? Tidak hanya menghindarkan dari berbuat maksiat tentu saja.
Masalahnya adalah, pada masyarakat kita, kebanyakan yang melakukan poligami bukanlah didasari seperti alasan rasulullah untuk menikah lagi. Dikarenakan hawa nafsu untuk memiliki seorang istri yang lebih cantik, lebih bahenol, dan juga maaf, lebih bisa memuaskan suaminya.
Lantas, bagaimana jika alasan suami ingin menikah lagi adalah istrinya tidak bisa memberikan anak?
Nah, ini pertanyaan menohok yang bikin orang-orang berpikir agak lama saat aku tanyai. Bahkan alasan Bung Karno meminta izin menikahi Fatimah pada Ibu Inggit, adalah masalah anak yang belum bisa diberikan oleh Ibu Inggit sebagai istri pertama. Ada juga orang-orang yang aku kenal pribadi, yang memutuskan untuk setia pada pasangannya walaupun tidak juga diberikan keturunan. Jadi, apa jawaban orang-orang ini?
Nantilah, kita liat aja nanti. Belum kepikir kayanya. Ada juga yang menjawab untuk tetap setia.
Terhadap perempuan yang lebih mengedepankan emosi dan perasaan pun aku mengajukan pertanyaan yang sama. Bagaimana jika suami berniat berpoligami? Dan kebanyakan jawabannya adalah:
Lihat dulu, siapa perempuan yang akan dijadikan istri kedua itu. Apakah memang dengan niat tulus membantu ataukah hanya karena hawa nafsu. Sebenarnya ga rela kalo dimadu dan kalo bisa harapannya cuma beristri satu. Tapi mau bagaimana lagi, Rasulullah pun poligami dengan beberapa alasan tertentu.
Dan pertanyaan paling sensitif buat perempuan lah ya, gimana kalo ga bisa punya anak dan suami minta izin menikah kembali?
Ga ada yang mau jawab dan memilih untuk menghindari pertanyaan ini >.<
Sebagai sesama perempuan, setujukah mak-mak sekalian pada poligami? Siapkah jika suami meminta izin untuk menikah lagi?
Kalo aku sih, sejujurnya ga rela. Perempuan mana sih yang mau diduakan? Toh syarat agar suami bisa berlaku adil juga udah berat. Sangatlah susah bisa berlaku adil. Kita sesama perempuan juga lebih ngertilah gimana perasaan perempuan lain yang mungkin harus menahan diri dan merelakan suaminya menikah lagi. Pasti ada sakit yang tdak terucapkan. Tapi untuk nikah aja aku belum siap, apalagi dipoligami XP.
Sharing pendapat kita semua tentang poligami yuk di komentar.. ^^
Dituliskan untuk #KEBloggingCollab kelompok Najwa Shihab, untuk menjawab tulisan trigger mak Aya di web emak2blogger.
Baca Juga: Menelusuri Warisan Sejarah di Bengkulu
by Anindita Ayu | Sep 10, 2017 | Travel

Bulan Agustus belum lama berlalu. Bahkan di beberapa sudut kota masih terpajang beberapa atribut sisa perayaan kemerdekaan negara kita tercinta, Indonesia.
Berbicara mengenai kemerdekaan berarti tidak terlepas dari sejarah. Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang kita terima dan kita dapatkan begitu saja. Indonesia telah begitu lama terjajah, menjadikan para pahlawan kita mengorbankan setiap keringat yang tercucur demi membebaskan NKRI. Kemerdekaan ini kita dapatkan dengan penuh perjuangan, dengan setiap pengorbanan yang telah diberikan oleh pahlawan-pahlawan yang telah berjuang sekuat tenaga.
Lantas bagaimana kita membalas dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia?
Bung Karno dalam salah satu pidatonya mengatakan JAS MERAH, yang berarti “Jangan Lupakan Sejarah”.
Warisan-warisan peninggalan sejarah kita tersebar di seluruh Indonesia. Ada beberapa warisan sejarah di Bengkulu, dua di antaranya adalah Rumah Pengasingan Bung Karno dan Benteng Malborough.
- Rumah Pengasingan Bung Karno
Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno atau yang biasa disebut sebagai Bung Karno pernah diasingkan di Bengkulu. Dalam perjuangannya merebut kemerdekaan Indonesia, Bung Karno perah ditahan di penjara Banceuy dan Sukamiskin, Bandung. Lalu Beliau juga pernah dikucilkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur; Bengkulu; serta Muntok, Bangka Belitung.
Warisan sejarah di Bengkulu yang ditinggalkan beliau adalah Rumah Perasingan Bung Karno. Di rumah ini, Bung Karno diasingkan ke Bengkulu guna memadamkan kevokalannya dan karena aktivitas-aktivitasnya dianggap dapat membahayakan kepentingan pihak Belanda pada saat itu, setelah sebelumnya dikucilkan ke Ende.
Rumah Pengasingan Bung Karno ini terletak di Jalan Jeruk, yang sekarang telah berganti nama menjadi Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu
Walaupun tujuan awal Bung Karno dikirim ke Bengkulu itu untuk diasingkan, namun kisahnya tidak hanya sampai di situ. Kegigihannya dalam mewujudkan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia, menjadikan ia tidak tinggal diam. Walaupun ia dibuang ke Bengkulu yang pada masa penjajahan masihlah wilayah terpencil di ujung Sumatera, justru di Bengkulu Bung Karno bertemu dengan Fatmawati, anak perempuan dari tokoh Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din. Melalui Hasan Din, beliau mendalami agama Islam.
Bung Karno sudah memiliki seorang istri saat itu, yaitu Ibu Inggit. Namun karena Ibu Inggit tidak dapat memberikannya seorang anak, maka Bung Karno meminta izin untuk menikahi Fatmawati namun Ibu Inggit malah meminta cerai.
Di rumah pengasingan Bung Karno ini, bisa kita lihat warisan-warisan Bung Karno, seperti koleksi buku-buku, foto-foto Bung Karno saat di pengasingan, perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi, ranjang besi, dan sepeda tua peninggalan beliau. Koleksi buku inilah yang menemani Bung Karno selama masa pengasingan di Bengkulu.

Rumah Bung Karno ini juga memiliki halaman yang cukup luas. Oh iya, ada satu rumor yang beredar pada masyarakat Bengkulu. Jika kita mencuci muka di sumur awet muda yang terletak di bagian belakang dari Rumah Pengasingan Bung Karno ini, maka katanya kita akan enteng jodoh dan tetap awet muda.

2. Benteng Marlborough
Selain Rumah Pengasingan Bung Karno, warisan sejarah di Bengkulu adalah Benteng Marlborough. Posisi kota Bengkulu yang dikelilingi oleh pantai dan laut, ternyata ada sebuah Benteng yang terletak tak jauh dari Pantai Tapak Paderi.

Benteng yang sering disebut sebagai Benteng Malabero oleh masyarakat sekitar ini merupakan peninggalan Inggris. Benteng ini dibangun sebagai sarana pertahanan, perlindungan, juga sebagai tempat sarana perdagangan. Benteng Marlborough ini merupakan benteng terbesar yang pernah dibangun Kolonial Inggris di Asia Tenggara.

Benteng Marlborough dibangun dengan konsep megah. Memang Benteng Marlborough ini terlihat sangat megah dan besar. Benteng inilah yang menjadi saksi bisu sejarah panjang penjajahan Belanda dan Inggris di Indonesia. Pada awalnya, benteng ini dibangun untuk kepentingan militer. Namun, akhirnya benteng Marlborough ini juga digunakan untuk perdagangan dan pengawasan jalur perdagangan yang melewati Selat Sunda.
Lokasinya yang terletak di pinggir pantai namun memiliki ketinggian yang jauh berbeda membuat Benteng Marlborough memiliki view pantai dan laut yang indah. Hal ini menjadikan Benteng Malabero ini menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat Bengkulu. Hei, siapa yang bisa menolak pemandangan birunya hamparan air laut dan pantai yang landai lagi panjang?


Bukan hanya dua ini saja warisan sejarah di Kota Bengkulu. Sebut saja Masjid Jamik, yang direnovasi langsung oleh bapak proklamator Indonesia; Kampung Tionghoa; Thomas Parr Monument; Rumah Fatmawati; Makan Panglima Sentot Ali Basya; Kantor Pemerintahan Thomas Stamford Raffles.
Rumah Pengasingan Bung Karno dan Benteng Marlborough ini berada dalam naungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.
Warisan Sejarah di Bengkulu ini hendaklah kita jaga dan letarikan, agar tetap bertahan hingga ke anak cucu kita kelak. Walaupun arus globalisasi sudah tidak bisa lagi kita bendung, namun sejarah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, hingga peninggalan dan warisan-warisan budaya ini haruslah mendapatkan fokus dan perhatian kita semua untuk tetap mengenang perjuangan para pahlawan kita.
Kalau bukan kita, lantas siapa lagi?
Foto kredit: teman-teman blogger
by Anindita Ayu | Sep 2, 2017 | Lifestyle, Thought
Pengibaran bendera merah putih selalu mengiringi perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Berbicara tentang kemerdekaan, sebenarnya apa yang dimaksud dengan merdeka? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia V yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, merdeka berarti bebas (dari penghambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.
Sedangkan pengertian bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa).
Salah satu contoh kebebasan yang menjadi hak masing-masing warga negara adalah kebebasan mengeluarkan pendapat. Kebebasan berpendapat ini terdapat dalam pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang.
Tahun ini, kita sudah memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Sudah bertahun-tahun sejak Undang-Undang yang mengatur kebebasan mengeluarkan pendapat ini disusun. Saat masih masa Orde Baru, ruang gerak masyarakat untuk menggunakan haknya memberikan pendapat sangat terbatas. Setelah rezim Orde Baru ini digulingkan, mulailah babak baru bagi rakyat Indonesia untuk “bebas berpendapat”.
Terutama pada era media sosial, di mana kita dengan gampangnya untuk berbicara, menyampaikan kritik. Cukup dengan jempol, kita bisa menuliskan status di facebook, twitter, instagram, dan beragam medsos lainnya. Kita bisa memanfaatkan platform seperti youtube untuk menyampaikan tafsiran kita melalui video.
Salah satu contoh penggunaaan media social dalam kebebasan berpendapat.
Namun dewasa ini, banyak yang jadi salah kaprah. Kemerdekaan Indonesia dipersembahkan para pejuang dahulu kala, yang memberikan kita hak untuk merdeka memberikan pendapat telah disalahgunakan. Banyak orang dengan kemerdekaan menyatakan buah pikiran ini malah menjadi berlebihan. Dengan gampangnya mereka menyebarkan fitnah, memprovokasi, menjelek-jelekkan orang lain, membully, memposting berita hoax, menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan), berkata kasar secara bebas dan menebar kebencian. Banyak yang menganggap bebas berarti infinite atau tak terhingga. Mereka menganggap tidak ada batas pada kebebasan berpendapat.
Kita lupa di balik kemerdekaan berpendapat yang kita punya, selain kita berhak untuk mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum, kita juga punya kewajiban yang mengikuti dan tanggung jawab yang harus diemban. Kita punya tanggung jawab dan kewajiban untuk menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain.
Kita lupa bahwa di balik kemerdekaan dan kebebasan berpendapat ini, ada Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 yang mengatur tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Teknologi yang semakin berkembang jelas membutuhkan aturan. Bukan untuk membatasi kebebasan kita, melainkan karena globalisasi mengharuskan kita memiliki aturan hukum dalam beropini di media elektronik untuk kepentingan bersama.
Bebas berarti merdeka. Merdeka itu bebas. Namun kita lupa bahwa bebas bukan berarti tanpa batas. Media sosial bukan hanya milik pribadi seseorang, media sosial itu milik bersama. Media sosial itu ruang publik, di mana seperti pada dunia nyata, banyak orang yang menggunakannya.
Maka kita harus ingat ada batas-batas dalam kebebasan mengemukakan pendapat, di dunia nyata dan di media sosial. Kita dibatasi oleh kebebasan orang lain untuk juga dapat berpendapat. Kita dibatasi oleh agama dan nilai-nilai sosial yang kita anut. Kita dibatasi oleh hak orang lain untuk menempati ruang publik yang nyaman. Kita dibatasi oleh asas kemanusiaan untuk memanusiakan manusia.
Sebagai contoh, taman kota yang biasa digunakan masyarakat untuk bercengkrama tiba-tiba dirusak oleh sekelompok orang. Apakah kita tidak berhak untuk bersuara karena kenyamanan kita terganggu? Apakah kita tidak boleh menyatakan kritik? Tentu diperbolehkan, selama kita menggunakan etika dan penyampaian yang pantas.
Informasi yang terus datang bertubi-tubi pada era globalisasi menuntut kita untuk cerdas memilah dan menyaringnya. Kemerdekaan dan kebebasan berpendapat memanglah hak setiap orang, namun kemerdekaan dan kebebasan berpendapat harus seiring dengan kewajiban serta pertanggungjawaban yang mengikuti. Jangan sampai yang smart cuma smartphone dan gadget-nya saja. Orangnya harus lebih smart dong..
Dituliskan untuk #KEBloggingCollab kelompok Najwa Shihab, dengan postingan trigger dari Mak Julia: Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
by Anindita Ayu | Aug 29, 2017 | Lifestyle
Kota Bengkulu yang berada di Pulau Sumatera dikelilingi oleh banyak pantai, sebut saja Pantai Panjang, Pantai Jakat, Pantai Tapak Paderi, Pantai Nala, dan Pantai Jenggalu. Hal ini menjadikan Kota Bengkulu tergolong pada tipe iklim A (Tropis Basah), di mana udaranya relatif panas dengan suhu udara maksimum rata-rata setiap bulannya berkisar antara 29-31°C dan suhu minimum berkisar antara 23°C.

Sumber gambar: tribunnews.com
Suhu udara yang semakin lama menjadi semakin panas dipengaruhi oleh efek pemanasan global, membuat Air Conditioner (AC) sebagai suatu kebutuhan dan semakin banyak digunakan oleh masyarakat. Pendingin udara ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Mengatur suhu udara,
- Mengatur sirkulasi udara,
- Mengatur kelembaban udara,
- Mengatur kebersihan udara,
- Membasmi nyamuk, dan
- Membasmi kuman.
Untuk merawat AC agar lebih awet, dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
- Mengetahui ukuran ukuran Paard Kracht (PK) AC dan ukuran ruangan. Ukuran PK AC harus disesuaikan dengan ukuran ruangan. Jika ukuran PK terlalu lebih besar daripada ukuran ruangan maka AC akan terasa terlalu dingin. Sebaliknya, jika PK terlalu kecil daripada ukuran ruangan maka AC akan terasa sedikit dingin dan mesinnya akan bekerja keras untuk mendinginkan ruangan.
- Buat ruangan tertutup dengan rapat saat menyalakan AC. Hal ini ditujukan agar AC tidak bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan dan ruangan terasa sejuk.
- Untuk menghemat energi, matikan AC saat tidak digunakan.
- Gunakan fitur timer ketika menyalakan AC.
- Jangan terlalu sering mengatur suhu AC di bawah 22ºC.
- Lakukan pembersihan secara rutin untuk bagian dalam AC.
- Cek freon. Kebocoran atau pengurangan freon akan mengakibatkan AC kurang dingin.
Di Bengkulu ini, di mana sih kita bisa mempercayakan pemeliharaan AC?
Central Elektro dong!
Udah, percayakan aja sama Central Elektro (yang selanjutnya disebut sebagai CE)!
Kenapa sih harus CE?
Ya iyalah ya, yang ditawarkan CE ini paket lengkap! Sini ya, udah pasti layanan AC terlengkap di Central Elektro Bengkulu lah. Mulai dari penjualan AC dan sparepart, pemasangan, service dan perawatan, rental AC dan kipas blower, sampai tukar tambah AC lama anda dengan AC baru.
Eh tapi kenalan dulu yuk sama CE.

Central Elektro berdiri pada tanggal 1 April 2015 di Bengkulu. Awalnya CE ini hanyalah Bengkel Service AC dan alat elektronik rumah tangga di Jalan Mangga no 37 dengan dua orang karyawan. Setelah berjalan tiga bulan, lalu ditambah dua unit armada mobil dan empat orang karyawan.
Pada awal tahun 2016, dilakukan kerjasama dengan pabrikan AC Merk TCL sebagai dealer resmi di Bengkulu. Selanjutnya pada pertengahan 2016 memiliki kantor baru di Jalan Pangeran Natadirja No.37. Bulan Oktober 2016, menjadi dealer Panasonic dan Daikin. Dan pada awal tahun 2017 melengkapkan delapan armada team CE, dengan enam belas orang teknisi terlatih dan dua orang admin support.

Jelasin dong satu persatu penawaran layanan AC terlengkap di Central Elektro..
1. Penjualan AC
Penjualan AC terbagi untuk retail; pengadaan kantor swasta, hotel, kampus, universitas; dan pengadaan pemerintah. Central Elektro ini menjadi dealer resmi dari tiga merk AC yaitu:
a. Daikin “AC Kelas Dunia”
b. Panasonic “AC Hemat Energi”
c. AUX “Garansi 5 Tahun”


Tiga merk AC yang dijual di Central Elektro ini disesuaikan dengan pangsa pasar masing-masing. Daikin dengan slogan “AC Kelas Dunia” ini menjadi memiliki kualitas terbaik di antara ketiganya, namun tentu saja dengan harga yang lebih. Hey, ada harga ada kualitas bukan?
Lalu ada Panasonic sang “AC Hemat Energi” dengan harga yang sedikit lebih murah dari Daikin. Dan terakhir AUX dengan fitur yang diberikan “Garansi 5 Tahun” yang biasanya dibeli oleh konsumen yang baru mencoba untuk membeli AC.
2. Service dan perawatan AC
CE melayani service rutin serta kontrak perawatan dan service.

Kontrak Perawatan

Kontrak Service


3. Penjualan spare part AC

Sparepart yang dijual di CE
4. Rental AC untuk & Kipas Blower

5. Konsultasi kebutuhan AC
6. Tukar tambah AC lama dengan AC baru. Eh, tawaran yang ini cukup menggiurkan loh, soalnya kita bisa ganti AC yang udah tua atau kita udah bosen, dengan AC baru!
Sudah banyak pihak-pihak yang menjadi mitra CE:
- Bank BNI, Cabang Bengkulu
- View Resto, Bengkulu
- Korem Garuda Emas 041, Bengkulu
- PT Bank Mandiri Cabang A.Yani
- PT Bank Mandiri Cabang S.Parman
- Dealer mobil Nissan Datsun, KM 6.5
- Kantor Pemda, Bengkulu
- PT Lautan Berlian Mobil, Bengkulu
- Suzuki Mobil, Bengkulu
- Pelindo II, Bengkulu
- BPJS Kesehatan, Bengkulu
- Santika Hotel, Bengkulu
- Splash Hotel, Bengkulu
- Amaris Hotel, Bengkulu
- Bandara Fatmawati, Bengkulu
- PT Sinar Harapan Teknik Dll
Layanan AC terlengkap di Central Elektro Bengkulu deh pokoknya. Masih ga percaya sama kualitas pelayanan Central Elektro? Rugiii!!…
Informasi lebih lanjut mengenai layanan AC terlengkap di Central Elektro, bisa menghubungi:
CE – (0736) 7324996
Jalan P. Natadirja No. 37 KM 6.5 Kota Bengkulu
Website: centralelektrobengkulu.com
Facebook: Central Elektro Bengkulu
Instagram: central_elektro.bengkulu
Undang Sumbaga (owner) 085269665661
Foto kredit: Central Elektro Bengkulu