by Anindita Ayu | Oct 31, 2017 | Bengkulu, Kuliner, Lifestyle
Jeruk Kalamansi, Sang Produk Unggulan Bengkulu
Provinsi Bengkulu, sebuah provinsi terkecil di Pulau Sumatera. Dengan luas wilayah sebesar 32.365,6 km², daratannya terdiri dari 20.030,4 km². Dengan daratan sebesar itu, 46,16% dari keseluruhan daratan provinsi Bengkulu terdiri dari kawasan hutan dan sisanya digunakan untuk peruntukan lainnya. Sementara, penduduk Provinsi Bengkulu masih belum terlalu padat, hanya sebanyak 1,9 juta jiwa, yang menjadikan hal ini bisa menjadi sebuah potensi dan juga tantangan bagi pemerintah di saat yang bersamaan.
Berkaitan dengan program Visit Bengkulu 2020, saat ini pemerintah sedang menggalakkan promosi ke semua aspek. Salah satu dari lima program prioritas Provinsi Bengkulu saat ini adalah Penguatan Komoditas Unggulan Agro-Maritim dan Hilirasasi”. Adapun kebijakan dan program yang dilakukan meliputi intensifikasi dan diversifikasi produk unggulan Agro-Maritim, seperti pengembangan tanaman unggulan dan pengembangan perikanan budi daya. Oleh sebab itu, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengenalkan empat produk unggulan provinsi Bengkulu. Adapun empat produk unggulan Bengkulu tersebut adalah:
1. Jeruk Gerga

Jeruk gerga (sumber gambar: balitjestro.litbang.pertanian.go.id)
Dibandingkan dengan jenis jeruk manis yang biasa kita temui, jeruk Gerga memiliki bentuk yang berbeda. Jika kita menemukan jerus manis biasa memiliki kulit yang agak tipis, maka pada jeruk Gerga kita akan mendapati kulitnya ini agak tebal. Jeruk Gerga juga memiliki tekstur serta warna oranye menyala layaknya jeruk Mandarin. Aroma dan rasanya khas.
Jeruk Gerga ini banyak ditemukan di Kabupaten Lebong. Jeruk Gerga merupakan salah satu produk pangan unggulan dari Provinsi Bengkulu. Jeruk Gerga telah memiliki sertifikat dan terbebas dari zat berbahaya.
2. Pisang Curup

Pisang Curup (sumber gambar: yendi-bengkulu.blogspot.com)
Sesuai dengan namanya, pisang Curup merupakan jenis pisang yang banyak diproduksi di Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Karena aroma dan rasa manisnya yang khas, menjadikan pisang Curup yang sejenis dengan pisang Ambon ini laris manis.
Tidak susah menemukan pisang Curup. Pisang Curup banyak dijajakan di sepanjang jalan lintas Bengkulu-Sumatera Selatan, terutama di sepanjang jalan dari Bengkulu hingga ke Curup sebagai oleh-oleh. Pisang Curup juga bebas dari zat berbahaya dan telah memiliki sertifikat.
3. Udang Vaname

Udang Vaname (sumber gambar: rejekinomplok.net)
Sebagai provinsi yang dikelilingi oleh pantai, menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai wilayah kelautan dan perikanan yang berpotensi tinggi. Dari topografi ini, salah satu potensi yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu adalah udang vaname. Udang vaname telah dibudidayakan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan sebagian daerah lainnya. Bisa kita temukan beberapa tambak udang di pinggir jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Namun, saat ini pengembangan produk unggulan udang vaname ini belum tergarap dengan baik, walaupun dari sisi kualitas udang vaname sebagai produk unggulan dari sektor maritim/perikanan Provinsi Bengkulu ini tidaklah kalah dari daerah lain.
4. Jeruk Kalamansi
Selain jeruk Gerga, Provinsi Bengkulu juga memiliki satu jenis jeruk lain yang juga turut diunggulkan. Jeruk Kalamansi juga menjadi salah satu produk unggulan Provinsi Bengkulu dikarenakan daya tinggalnya tinggi dan masa produksi buahnya tinggi. Setelah enam bulan setelah masa tanam, jeruk Kalamansi sudah kembali berbuah, sehingga masa produksi buahnya terbilang cepat. Jeruk Kalamansi ini bebas dari zat yang berbahaya dan telah bersertifikat.
Sebagai produk unggulan, jeruk Kalamansi berbau harum, memiliki rasa asam ketika telah matang, dan pahit ketika masih mentah. Ada dua jenis jeruk kalamansi, yaitu Citrofortunella microcarpa yang berwarna kuning kehijauan dan Citrofortunella mitis yang biasanya berwarna kuning mencolok.
Jeruk Kalamansi memiliki kulit dengan permukaan halus dan memiliki pori-pori yang berminyak. Jeruk Kalamansi berukuran kecil, dengan diameter antara tiga hingga empat cm. Namun demikian, buah ini kaya akan bulir-bulir sitrat yang mudah dipisahkan dan tentu saja vitamin C.
Permulaan gerakan budidaya jeruk Kalamansi telah ditandai dengan pencanangan gerakan “Satu Desa Satu Produk” oleh Wakil Presiden Boediono pada tahun 2009. Plt Gubernur Bengkulu pun pada salah satu kesempatan, pernah secara khusus meminta warga Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu menyediakan lahan di sepanjang bagian depan rumah masing-masing untuk menanam jeruk Kalamansi. Hal ini menjadikan Kelurahan tersebut resmi menjadi kampung digital jeruk Kalamansi.

Sirup Kalamansi (sumber gambar: wikipedia)
Sirup yang berbahan dasar jeruk Kalamansi saat ini menjadi oleh-oleh khas Bengkulu. Sirup Kalamansi ini menjadi komoditas unggulan karena banyak yang berminat dan banyak dijual di sentral penjualan kerajinan dan makanan khas Bengkulu.
Selain diubah menjadi sirup kalamansi dan menjadi komuditas unggulan, jeruk kalamansi juga dapat digunakan sebagai pelengkap masakan,sebagai penambah rasa asam, dibuah menjadi kue, selai, menjadi bahan produksi kosmetik sebagai bahan pembersih kulit dan pencegah jerawat, serta dikeringkan menjadi teh.
Jeruk Kalamansi juga sering digunakan sebagai bahan pencuci piring, mengilapkan rambut, mencegah ketombe, pembersih noda pada pakaian, serta bahan pembuat deodoran.
Dari empat produk unggulan Bengkulu ini, mana yang jadi favoritmu?
by Anindita Ayu | Oct 24, 2017 | Lifestyle
Sebagai seorang pelupa dan ceroboh akut, sudah seringkali sifatku ini merugikan diri sendiri. Mulai dari hal sesimpel lupa di mana letak barang, janji, deadline, dan banyak hal lain.
Sampai hal terparah yang pernah aku alami karena sifatku itu adalah kehilangan uang sebesar sejuta di dalam tas dan salah beli tiket di hari yang sama. Akhir tahun lalu, saat akan pulang ke Bengkulu, ternyata aku salah beli tiket! Parahnya, aku sadar itu saat telah sampai di konter check-in di Bandara Soekarno Hatta. Karena kelupaan bawa print-out tiket, maka aku hanya menunjukkan email kepada petugas. Dan ternyata aku beli tiket tertanggal sehari sebelum hari tersebut. Parah memang.
Akhirnya check-in dibatalkan. Waktu penerbangan masih beberapa lama kala itu, namun karena perjalanan dengan kereta api dari Yogyakarta sejak semalam sebelumnya disambung naik damri dari pagi-pagi buta cukup membuatku lelah. Barang bawaan pun cukup banyak yang aku bawa karena dari acara Indonesia International Book Fair (IIBF), belum ditambah dengan peralatan tes.
Tidak punya pilihan lain selain kembali membeli tiket, maka aku membuka salah satu aplikasi online dan mencoba membeli tiket tertanggal hari itu untuk pulang ke Bengkulu. Naasnya, sudah berkali-kali meminta teman untuk membayarkan tiket yang aku beli terlebih dahulu karena aku tidak punya sms banking ataupun internet banking, namun beberapa teman tidak ada yang bisa menyanggupi. Juga karena simpanan dana yang aku bawa telah hilang, aku keluar dari dalam bandara dan terpaksa membeli tiket dengan harga yang melonjak di konter sebuah maskapai.
Menyepelekan sifat ceroboh dan pelupa ini membuatku menderita kerugian yang cukup besar ternyata. Uang tunai berjumlah cukup besar yang dibawa sebagai dana cadangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, menjadi bumerang. Jika uang tersebut aku masukkan ke tabungan, maka tidak akan hilang dengan segampang itu. Lalu, ketidaktelitianku memasukkan tanggal saat membeli tiket membuatku harus mengeluarkan dana ekstra untuk tiket pengganti.
Karena tak punya sms banking dan internet banking, maka aku pun mengalami kesusahan sendiri. Jika saja aku punya rekening yang bisa memfasilitasi internet banking, maka aku tidak akan kelabakan mencari teman yang bisa mentransferkan uang terlebih dahulu sehingga aku tidak perlu membeli tiket pengganti yang lebih mahal karena dibeli di konter maskapai tersebut.
Untungnya nih, sekarang udah ada sahabat baru solusi dari masalahku. Kenalan dulu yuk sama SOBATKU!

Keuntungan SOBATKU
NABUNG UNTUNG dengan SOBATKU: mudah, gratis dan praktis!
SOBATKU atau “Simpanan Online Sahabatku” merupakan rekening simpanan online berbasis aplikasi yang memungkinkan kita membuka rekening tabungan cukup dengan smartphone dan KTP.
Sebagai rekening simpanan online, kita tidak perlu lagi repot-repot lagi menyempatkan diri pergi ke bank buat nabung, tanpa biaya administrasi, dan tidak harus pergi ke atm cuma buat transfer uang. Apalagi seorang pekerja sepertiku yang working hours-nya from seven to five, tidak akan ada lagi drama menyelinap dari kantor untuk ke Bank.
Financial Technology (fintech) semakin berkembang pesat, untuk itulah SOBATKU dilengkapi dengan berbagai fitur tabungan dan proses transaksi yang mudah, gratis dan praktis. Sekarang rekening tabungan online dapat dibuat tanpa harus mengantri di Bank. Kita juga dapat menikmati layanan perbankan hanya dengan menggunakan smartphone. Dengan SOBATKU tidak ada lagi uang simpanan darurat yang hilang, kita juga bisa nabung uang nganggur.
Kenapa sih nabung di SOBATKU itu bisa bikin untung?
- mudah mendownload aplikasinya melalui Google Play atau App Store
- Nomor Handphone = Nomor Rekening. *Fitur penting buat pelupa seperti aku.*
- gratis biaya administrasi & tanpa saldo minimal
- gratis biaya beli pulsa
- gratis tarik tunai di Alfamart/Alfamidi
- gratis transfer antar sesama SOBATKU
- biaya murah transfer antar Bank
- Proses menabung dapat dilakukan dengan cara transfer bank, transfer sesama SOBATKU, transfer ke nomor handphone, dan juga bisa melalui jaringan Alfamart dan Alfamidi.
- Bisa digunakan untuk pembayaran dan pembelian. Kita bisa beli token listrik, bayar internet, pdam, pln, dan masih banyak lainnya.
- Bisa bertransaksi secara berjadwal dan berkala. Menggunakan keuntungan dari aplikasi tabungan online ini, kita bisa mengatur transaksi bayar beli dan transfer kapan pun diinginkan
Dengan SOBATKU, kita mendapatkan fasilitas biaya administrasi bulanan dan tanpa saldo minimal. Anak kosan pasti pernah merasakan tidak enaknya mau mengambil uang di rekening, tapi tidak bisa diambil karena ada saldo minimal di dalam rekening. Jadi mau nabung berapapun dan mau tarik tunai sebanyak apapun juga bisa. Lalu, tidak di semua tempat tersedia ATM, dengan SOBATKU kita bisa tarik tunai langsung di Alfamart dan Alfamidi seluruh Indonesia. Menurutku hal ini sangatlah penting.
Bukan itu saja, selain itu kita juga punya kesempatan untuk memenangkan undian milyaran rupiah, berupa undian bulanan sebesar 10 juta, 5 juta, 1 juta, 500 ribu, dan 100 ribu, serta undian grand prize 100 juta setiap tiga bulan sekali, berlaku untuk nasabah dengan status akun UPGRADE dengan cara mengupload KTP saat proses registrasi.
Untungnya lagi, tidak seperti di bank konvensional di SOBATKU kita bisa menang berkali-kali. Semakin sering menabung, akan semakin banyak poin SOBATKU, maka semakin besar kesempatan menang undian milyaran rupiah.
Dengan SOBATKU, setiap akhir bulan, akan dilakukan perhitungan poin saldo seperti berikut ini:

Perhitungan poin SOBATKU
Ih keren ya menabung dengan SOBATKU! Selain itu, aplikasi tabungan online ini juga sudah dirancang agar bisa digunakan oleh semua kalangan. Tak perlu bingung menggunakannya, untuk dapat menggunakan aplikasi tabungan online SOBATKU, download terlebih dahulu dan buka aplikasi SOBATKU ini. Lalu kita akan diberikan tampilan halaman depan aplikasinya.

Halaman depan aplikasi
Ada dua tombol menu yang bisa kita pilih: MASUK dan REGISTER. Untuk pengguna baru, maka kita harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengklik tombol REGISTER. Lengkapi data-data seperti nama lengkap, nomor handphone, alamat email, TTL, PIN, dan pertanyaan keamanan. Oh iya, jangan lupa UPGRADE status nasabah dengan memasukkan foto dan nomor KTP.

Registrasi
Jika kita sudah terdaftar menjadi nasabah SOBATKU, maka kita dapat memilih tombol MASUK di halaman depan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kita akan memasukkan nomor handphone sebagai ganti username dan tentu saja PIN berupa enam angka.

Menu Sign In/Masuk
Setelah mengklik tombol MASUK, maka kita akan ditampilkan dengan halaman ftur-fitur SOBATKU, dan kita juga bisa melakukan setting.

Fitur-fitur

Setting
Mudah sekali bukan? Aku yakin tidak perlu lagi kehilangan uang, bisa menabung dan transfer dana di mana saja dan kapan saja dengan Solusi nabung yang memang bikin untung ya SOBATKU.
So, are you the next SOBATKU generation?
Sumber gambar: pixabay.com, sobatku.co.id, dan dokumentasi pribadi.
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan SOBATKU. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.
Baca juga: Ingin Buka Bisnis? Yuk Pelajari Dulu Resikonya!
by Anindita Ayu | Oct 23, 2017 | Lifestyle
[vc_row][vc_column][vc_column_text]
Membuat usaha sendiri adalah salah satu hal yang sangat baik. Hal ini karena usaha sendiri memiliki manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Sebuah usaha yang akan dirintis tentunya akan memiliki resikonya masing-masing. Akan banyak juga masalah yang dihadapi saat mengawali sebuah bisnis. Bagi Anda yang sudah lama bergelut di dunia bisnis, Anda pasti sudah tahu mengenai berbagai masalah yang terjadi saat menjalankan bisnis. Ada banyak masalah yang dapat mendatangi Anda saat menjalani sebuah bisnis. Bagi para pemula, Anda harus siap dengan masalah yang akan mendatangi Anda agar Anda tidak kaget dan dapat mempersiapkan diri dengan baik. Anda juga bisa melakukan persiapan dengan menyiapkan solusi dan rencana cadangan jika terjadi masalah pada bisnis yang kita lakukan.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Ulasan kali ini membahas mengenai berbagai resiko yang akan Anda hadapi saat memulai usaha dan saat mengelola usaha. Mempelajari resiko sangat penting untuk dilakukan. Membahas mengenai resiko yang akan terjadi saat membuka usaha bukanlah untuk melemahkan semangat Anda dalam membuka bisnis baru, tetapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua saat akan memulai usaha. Kita dapat mengantisipasi masalah dan resiko apa saja yang sekiranya akan terjadi jika kita memulai sebuah bisnis baru. Dengan demikian, kemungkinan usaha Anda dapat bertahan dan berkembang menjadi semakin tinggi.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Resiko pertama yang dibahas adalah resiko yang ada kaitannya dengan produk. Apa saja resiko yang ada kaitannya dengan produk? Resiko yang berkaitan dengan produk adalah resiko yang biasanya lebih berhubungan langsung dengan konsumen dan keberadaannya dengan pasar. Produk yang baik adalah produk yang benar-benar dibutuhkan dan menjadi keperluan konsumen. Jika kita dapat menyediakan produk yang benar-benar sedang dicari oleh konsumen sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, maka produk yang kita jual dapat menjadi salah satu produk yang laris di pasaran. Sayangnya, tidak semua produk dapat berjalan sesuai dengan harapan. Walaupun kita menjual produk yang sesuai dengan harapan konsumen, belum tentu produk yang kita jual dapat laris di pasaran. Hal ini ada kaitannya dengan kompetitor.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Resiko bagian produk” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:rgba(239%2C4%2C122%2C0.52)” google_fonts=”font_family:Berkshire%20Swash%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Ya, keberadaan pesaing atau kompetitor menjadi salah satu hal yang penting. Adanya pesaing membuat kita harus menghasilkan produk yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumen saja, tetapi memiliki hal yang berbeda agar dapat menarik konsumen untuk membeli produk yang kita miliki. Untuk mengatasi masalah ini, memiliki hal yang unik menjadi salah satu hal yang akan membantu Anda. Misalnya saja, Anda dapat meningkatkan di bagian pelayanan. Walaupun Anda menjual barang yang sama, namun jika pelayanan Anda lebih baik, hal tersebut dapat menarik konsumen untuk membeli produk yang kita jual.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Resiko bagian pemasaran” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:rgba(239%2C4%2C122%2C0.52)” google_fonts=”font_family:Berkshire%20Swash%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Resiko yang kedua adalah resiko yang berkaitan dengan pasar. Konsumen adalah faktor penentu kesuksesan bisnis yang kita jalankan. Memiliki bisnis yang sesuai dengan yang diminta konsumen, seperti yang telah kita bahas sebelumnya, adalah hal yang sangat penting. Keunikan konsumen di suatu wilayah biasanya berbeda dengan permintaan konsumen di wilayah lainnya. Ini lah yang menyebabkan pasar juga memegang peranan penting. Jika kita paham terhadap permintaan konsumen pada suatu pasar, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menguasai pasar tersebut. Untuk mengatasi masalah mengenai pasar tersebut, melakukan survey pasar sebelum membuka usaha di suatu wilayah menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini membuat kita tidak buta mengenai berbagai hal yang ada pada pasar yang akan kita masuki.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Resiko bagian keuangan” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:rgba(239%2C4%2C122%2C0.52)” google_fonts=”font_family:Berkshire%20Swash%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Resiko bagian keuangan juga termasuk resiko yang sangat penting. Untuk memulai sebuah usaha, kemampuan keuangan dalam hal ini modal akan sangat berpengaruh. Besar kecilnya usaha yang kita bangun pada awal pembuatannya dipengaruhi oleh ketersediaan keuangan. Sumber uang tidak hanya dari milik pribadi saja. Kita dapat mendapatkan uang dari investor, atau dengan melakukan peminjaman baik peminjaman secara konvensional maupun pinjam uang online. Untuk mencari dana cepat, meminjam uang memang dapat Anda jadikan sebagai solusi. Jika Anda yakin dapat mengembalikan uang pinjaman tepat waktu, maka melakukan peminjaman dapat menjadi alternatif mendapatkan tambahan modal yang dapat Anda lakukan.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Untuk menyelesaikan masalah keuangan, selain menggunakan biaya sendiri dan peminjaman, Anda juga dapat mengajukan dari badan. Misalnya saja dana bantuan pemerintah untuk usaha mikro dan sebagainya. Bagi Anda yang ingin mengambil pinjaman untuk membangun usaha, pastikan Anda meminjam dengan jumlah yang sesuai dengan kemampuan Anda. Hal ini karena meminjam uang memiliki resiko yang besar jika kita tidak dapat mengembalikannya. Jadi jangan sampai Anda justru merugi karena tidak mampu mengembalikan pinjaman yang Anda lakukan.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Resiko bagian pelaksanaan” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:rgba(239%2C4%2C122%2C0.52)” google_fonts=”font_family:Berkshire%20Swash%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Bagian pelaksanaan atau bagian eksekusi juga menjadi bagian yang tidak boleh Anda tinggalkan. Bagian ini menjadi hal yang memiliki resiko tinggi jika tidak dilakukan dengan baik. Resiko dari bagian pelaksana adalah barang yang tidak dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Agar produk dapat cepat dikenal dengan baik oleh konsumen, yang dapat Anda lakukan diantaranya adalah dengan melakukan promosi yang baik dan melakukan berbagai macam upaya lainnya. Sebelum kita membuka usaha secara resmi, melakukan launching yang unik dan berkesan dapat menjadi salah satu hal yang membuat produk yang Anda jual cepat dikenal masyarakat. Anda juga dapat memberikan promo spesial pada awal pembukaan seperti diskon dan promo menarik lainnya. Untuk membuat pelaksanaan dapat dibuat dengan baik, persiapan yang matang perlu dilakukan. Dengan persiapan matang, berbagai resiko selama pelaksanaan dapat dihindari atau dapat diatasi dengan baik.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Resiko bagian partner bisnis” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:rgba(239%2C4%2C122%2C0.52)” google_fonts=”font_family:Berkshire%20Swash%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”left-to-right”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Membuat usaha dapat dilakukan sendiri atau berkelompok atau bekerjasama dengan pihak lain. Bagi Anda yang ingin membuka usaha dengan melakukan kerjasama dengan orang lain. Masalah resiko dapat muncul. Misalnya saja partner yang tidak dapat bekerja dengan baik, tim yang tidak solid, dan berbagai masalah lainnya. Untuk membuat usaha kita lebih mudah diatur, sebaiknya buka usaha dengan partner dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Atau jika Anda memiliki cukup dana dan ide yang baik, usaha sendiri akan jauh lebih mudah untuk dikontrol. Untuk membuat kerja tim lebih solid, komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Ada banyak resiko yang akan dihadapi kita dalam memulai sebuah usaha baru. Resiko ada untuk dihadapi. Mempelajari resiko akan membuat kita lebih waspada terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. Mempelajari resiko akan membuat kita lebih mempersiapkan diri dan tidak kaget saat terjadi masalah dalam memulai usaha. Semoga dengan mempelajari resiko tersebut Anda dapat membuka usaha dengan lebih baik dan dapat bertahan dengan lebih lama. Jadi, jangan ragu untuk memulai bisnis. Ayo membuka bisnis sekarang!
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
by Anindita Ayu | Oct 15, 2017 | Lifestyle, Thought
“Dek, sebentar lagi kita ML yuk!” kata si adek keempat pada adek kelima sore itu. Kala itu aku baru saja tiba di rumah. Terkejutlah aku, mau marah tapi masih mencoba menahan diri.
“Iya Bang, adek pinjam hp mama dulu,” balas si adek bungsu.
Handphone? Barulah aku teringat, ML itu singkatan dari game Mobile Legends. Untung ngga marah-marah duluan.
Ah, adikku sayang adikku malang. Kalianlah generasi sekarang. Kids zaman now istilahnya.
Pendidikan memang menjadi faktor terpenting pada perkembangan anak zaman sekarang. Katanya sih, pendidikan zaman sekarang jauh lebih baik. Sekali lagi, katanya sih, lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
Tidak banyak yang tahu bahwa hanya beberapa hari selepas wisuda, aku menjadi guru tidak tetap di sebuah sekolah menengah kejuruan. Satu setengah tahun lamanya aku berprofesi sebagai seorang guru. Selama berkecimplung itu pula, aku mendapati banyak sekali kenyataan bahwa kids zaman now itu tidak baik-baik saja.
Aku melepas profesi guru sekitar tujuh bulan lalu, namun bukan berarti aku benar-benar melepas sepenuhnya pengawasan terhadap anak-anak zaman sekarang. Seperti beberapa hari lalu misalnya, aku bertemu dengan seorang siswa yang bercerita dengan mirisnya pada seorang penilai.
“Untuk rancangan bangunan yang saya desain ini Pak, kalau di sini cuma diabaikan pemerintah. Saya tidak dianggap. Kalau dibawa ke Pulau Jawa, banyak yang menginginkan desain sana ini. Ini juga ada miniatur jembatan melengkung yang saya rancang dengan skala 1:400. Jembatan seperti ini belum ada di Indonesia Pak. Saya juga berencana membuat desain bandara di atas air seperti di luar negeri. Ini juga kalau memungkinkan tahun depan rancangan saya akan diikutkan lomba sama guru, Pak. Tapi tentu butuh biaya. Kalau biayanya paling banyak sebesar Rp 500.000,- saya ikut. Tapi jika lebih daripada itu, dengan berat hati saya mundur. Jika ada teman saya yang ingin maju, maka akan saya dukung dan bantu dari belakang.”
“Tapi rancangan kamu ini bagus nak. Apa tidak ada yang pernah menggunakan salah satu desain kamu? Dan untuk itu apakah kamu diberikan sejumlah uang? Kalau saya membutuhkan seorang desainer, kamu bisa kan bekerja untuk saya?”
“Ada kepala sekolah yang memakai desain saya untuk merenovasi sekolahnya Pak. Ada juga guru yang memakai desain saya untuk proyeknya. Saya tidak mementingkan uang Pak. Yang penting bagi saya itu, saya bisa belajar untuk jadi lebih baik lagi. Tentu saja saya mau jika bapak perlu seorang desainer.”
Oke, percakapannya tidak persis sama, tapi inti percakapannya kurang lebih seperti itu.

Kids Zaman Now
“Ini juga kalau memungkinkan tahun depan rancangan saya akan diikutkan lomba sama guru, Pak. Tapi tentu butuh biaya. Kalau biayanya paling banyak sebesar Rp 500.000,- saya ikut. Tapi jika lebih daripada itu, dengan berat hati saya mundur. Jika ada teman saya yang ingin maju, maka akan saya dukung dan bantu dari belakang.”
Miris bukan? Seorang anak yang memiliki bakat malah tersia-siakan.
Pernah juga aku mendapati seorang anak diminta orang tuanya sendiri untuk berhenti sekolah. Sebutnya, ayahnya tidak lagi sanggup membiayai sekolahnya. Toh, ia juga tidak pernah serius belajar.
Ada apa dengan kita? Siapa yang harus disalahkan?
Tentu saja, pendidikan seorang anak tidak bisa diserahkan begitu saja pada guru di sekolah. Sejak full day school mulai diterapkan, sebagian besar waktu produktif seorang anak memang dihabiskan di sekolah. Sebut saja mulai dari jam tujuh pagi hingga jam lima sore, tergantung pada sekolahnya. Selama sepuluh jam tersebut, anak-anak disibukkan oleh pelajaran dan berada pada pengawasan gurunya. Akan tetapi, selepas jam pulang sekolah, orang tualah yang mengambil alih tanggung jawab penuh tersebut.
Menurut beberapa anak, sepulang sekolah mereka masih dibebankan dengan tugas-tugas sekolah. Memang akan ada beberapa anak yang membangkang dan tidak peduli dengan tugas sekolah mereka. Di sinilah peran orang tua perlu ditekankan kembali.

Realita Kids Zaman Now
Selama satu setengah tahun yang singkat tersebut, aku belajar banyak hal. Selama itu pula, aku mendapati banyaknya ketimpangan. Siswa dipaksa untuk mempelajari materi yang terlalu berat. Sekolah juga seolah dipaksa untuk memberikan nilai tinggi pada seluruh siswa, sedangkan pada kenyataannya tidak semua siswa sanggup untuk menyerap pelajaran tersebut.
Ada apa? Apa yang terjadi pada dunia pendidikan kita?
Berbicara mengenai kids zaman now, tentu tidak bisa dipisahkan dengan generasi sebelumnya. Bandingkan saja dengan kami, para generasi 90an. Tidak butuh waktu lama teknologi merubah semua aspek kehidupan.
Sumber gambar:
pixabay.com
instagram.com
by Anindita Ayu | Oct 7, 2017 | Lifestyle, Thought, Travel
Hello, everyone! ^^
Kali ini tema tulisan #KEBloggingCollab ga terlalu berat sih. Tapi tetap harus memilih di antara dua pilihan *halah, udah macem orang penting aja XP
Pilihan yang agak susah, secara aku kan diajakin ke mana-mana mah hayo aja. Jika diminta memilih tujuan liburan impianmu, liburan di dalam kota atau ke luar kota, mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya? Buatku pribadi, aku akan memilih liburan ke luar kota.
Kenapa?
Karena buatku, bercapek-capek dalam perjalanan menuju kota tujuan itu, akan membuat liburan lebih berasa. Dan setelah perjalan berakhir, akan ada memori yang bisa dikenang lebih lama. Walaupun itu juga berarti sebelum liburan ke luar kota bakalan riweuh sama segala macam persiapan:
Travelmate
Teman dalam perjalanan nih yang harus ditentukan pertama kali, apakah harus solo traveling ataupun bersama teman. Pergi sendiri berarti lebih fleksibel memanajemen waktu, meminimalisir perselisihan saat perjalanan, dan tentu saja lebih bebas. Sedangkan jika bepergian bersama-sama, maka kita bisa berbagi biaya perjalanan, tidak tersasar sendirian (penting banget buat orang yang hobi nyasar seperti aku), ada teman buat diminta tolong fotoin kita dan have fun bareng, namun mungkin akan ada drama di perjalanan. Sesekali perlu loh, traveling sendiri. Semacam me time lah ya, memberi penghargaan pada diri sendiri.
Itinerary
Itinerary ini yang paling rempong. Perlu waktu yang cukup lama untuk menyusun rencana perjalanan. Kadang cukup seminggu, kadang bisa berbulan-bulan tergantung dengan sejauh apa lokasi yang dituju. Pertama, tentukan kota tujuan. Lalu, tentukan juga destinasi yang ingin dikunjungi dan berapa lama di tempat tersebut. Biasanya untuk itinerary ini dibuat dalam bentuk tabel rinci yang berisi: destinasi wisata, waktu perjalanan menuju dan waktu stay di suatu destinasi, serta perkiraan biaya. Semakin jauh perjalanan, maka itinerary harus dibuat serinci mungkin. Namun tidak menutup kemungkinan itinerary harus dirombak saat traveling.

Sumatera Barat, Desember 2016
Daftar barang yang perlu dibawa
Biasanya aku lebih memilih untuk membawa backpack, kecuali dalam keadaan wajib untuk membawa koper. Selain lebih simpel, jika membawa backpack maka secara otomatis hanya barang-barang terpentinglah yang akan dibawa. Anehnya, jika liburan di dalam kota barang bawaanku seringkali lebih banyak dibandingkan liburan ke luar kota.
Perkiraan biaya-biaya
Biaya-biaya esensial dalam suatu perjalanan di sini yaitu: transportasi menuju dan di kota tujuan, biaya makan, penginapan, dan tentu saja sedikit oleh-oleh. Karena biasanya aku menggembel, maka yang harus dihemat adalah biaya menuju ke kota tujuan dan penginapan. Kalau bisa sih cek promo sebelum bepergian, dan jika ada tempat menumpang di kota tujuan, maka jelas aku akan lebih memilih untuk menumpang. Ini juga termasuk salah satu alasan lebih sering bawa backpack, karena seringnya jadi gembel jadi biar tidak tergoda untuk belanja banyak-banyak, baik itu untuk diri sendiri maupun untuk oleh-oleh.

Semarang, September 2016

Yogyakarta, Oktober 2016

Sumatera Barat, Desember 2016

Angkor Wat, Siem Reap Cambodia, Juli 2016

Semarang, September 2016

Jakarta, April 2017

Ho Chi Minh City Vietnam, Juli 2016

Kuala Lumpur Malaysia, Agustus 2016
Eh tapi jangan salah, walaupun aku jarang liburan di dalam kota, Bengkulu tentu tidak kalah keren. Masih banyak tempat wisata tersembunyi yang bisa kita kunjungi. Tapi ya balik lagi ke pernyataan aku selanjutnya, aku lebih suka kalo liburan ke luar kota. Jika hanya liburan di Bengkulu, biasanya aku hanya mengunjungi beberapa teman, beli buku, dan sesekali pergi ke destinasi wisata di sini. Menurutku jika liburan ke luar kota aku bisa lebih menikmati esensi perjalanan itu sendiri: bercapek-capek di perjalanan, dan voila, perjalanannya akan terasa sangat worth it. Namun, ada kalanya liburan sejenak di dalam kota cukup menjadi pelepas lelah dan penat.

Bengkulu Tengah, September 2017

Bengkulu, September 2017

Bengkulu, September 2017 (Nggak, rambutnya ga dimacem-macemin kok. Cuma jadi aneh gegara fotonya diterangkan)
Jadi, liburan selanjutnya pilih mana? Liburan di dalam atau ke luar kota? Atau bahkan mau ke luar negeri?
Foto-foto di atas hanya foto-foto traveling bukan selfie sekitar setahun terakhir yang ada di hp. Sebagian besar masih ada di laptop, tapi dengan keadaan tangan yang tidak memungkinkan mengedit semua gambar, so yeah cuma bisa pake yang di hp aja. Lumayan banyak gambarnya, sekalian pengingat bahwa aku masih punya banyak utang draft traveling yang harus diselesaikan.
Dituliskan untuk #KEBloggingCollab, menjawab tulisan trigger mak Awie di web Kumpulan Emak Blogger: