[vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”15px”][vc_custom_heading text=”Dalam Pertemuan dengan Orang Asing, Apa Harapanmu?” font_container=”tag:h2|text_align:center|color:%23f22183″ google_fonts=”font_family:Dawning%20of%20a%20New%20Day%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”flipInY”][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Matahari telah lama meninggalkan peraduannya saat dari kejauhan ia melihat sebuah punggung terlihat bergerak-gerak pelan di pinggir pantai. Gelap. Sunyi senyap. Dalam diam dia memaksa diri mendekati pantai.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Ditepuknya bahu sang pemilik punggung. Butuh tiga kali tepukan pelan agar perempuan itu menoleh, menampakkan jalur air mata yang mengering hingga ke pipi pucat itu. Ada jejak kesedihan tertinggal di mata sang perempuan seolah kehilangan cahayanya. Tanpa sadar lelaki bercelana selulut dengan kulit terbakar matahari menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lidahnya tiba-tiba tak mau mengeluarkan pertanyaan yang tadinya ingin ia sampaikan. Ada keheningan melanda.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://3.bp.blogspot.com/-Tuzr4wvun50/W16VbzJPO2I/AAAAAAAADFA/CpzE3gVVVFYNh6XaEMwTvQx2yBQ0vi4JACLcBGAs/s640/dalam-pertemuan-dengan-orang-asing-apa-harapanmu-2.jpg”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Cukup lama akhirnya lelaki dan perempuan itu terdiam ditelan kecanggungan, hingga tarikan kedua sudut bibir ke atas membentuk senyum tulus lelaki itu yang mencairkan kebekuan, membuat perempuan itu mau tak mau tersenyum simpul walau masih terlihat terpaksa. Matanya bergerak-gerak mencoba menghindari tatapan tajam sang laki-laki yang bahkan ia tak tahu siapa namanya. Spontan disibakkannya rambut panjang kehitaman miliknya.

[/vc_column_text][vc_column_text]”Jangan di sini sendirian, berbahaya buatmu.”[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tak lama setelah mengatakan itu ditariknya satu lengan sang perempuan membuatnya terpaksa mengikuti, berjalan beriringan menjauhi tepi laut. Lima belas menit perjalanan mereka lalui tanpa sepatah kata pun terucap hingga mereka tiba di dekat perkampungan. Warna-warni pendaran lampu dengan cahayanya yang menerobos di antara kegelapanlah yang menyadarkan si perempuan. Dilepasnya tangan lelaki itu yang sedari tadi menuntunnya dengan tak rela. Tersentak oleh gerakan tiba-tiba itu, si lelaki berbalik.

[/vc_column_text][vc_column_text]

“Karena kamu sudah di tempat yang aman, maka sekarang saatnya untukku pergi.”

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Lagi-lagi satu punggung meninggalkannya setelah ia mulai merasa nyaman dengan keheningan yang lelaki itu ciptakan. Lagi-lagi ia akan merasakan kehilangan, setelah satu demi satu orang-orang yang berharga dalam hidupnya meninggalkannya sendiri. Sebuah pertemuan dengan orang asing tak pernah ia rencanakan kembali, tidak setelah beberapa kali dalam pertemuan dengan orang asing – menjadi teman – dekat – menjadi orang spesial – dan harus kandas harus ia jalani.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Dalam pertemuan dengan orang asing, apa harapanmu?

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Baca juga: [Menari di Bawah Hujan]

Baca juga: [Hey I Miss You, I Just Can’t Tell You]

Baca juga: [Tentang Cerita Sederhana][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This