Perilaku Mengedepankan Gengsi

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Halo teman-teman semua.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Sepertinya ada prinsip yang salah tertanam pada diri orang-orang.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Prinsip ini bernama ‘gengsi’.[/vc_column_text][vc_column_text]

“Eh, aku baru beli tas loh, harganya tujuh ratus ribu. Bagus kan ya? Tapi kredit nih lima kali bayar,” kata seorang teman.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Kenapa aku menganggap hal ini salah? Karena aku tahu dengan pasti, temanku itu gajinya sebulan tidak jauh dari harga tas yang ia beli tersebut, bahkan mungkin kurang. Prinsip yang ia anut adalah yang penting bisa bergaya, hutang tak jadi masalah. Tak jarang aku lihat, belum lagi ia melunasi barang-barang yang statusnya masih terhutang tersebut ia sudah berhutang kembali dan membeli barang lain. Mengagungkan perilaku mengedepankan gengsi, lagi-lagi demi bisa dianggap high class.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

“Kalo aku, minggu kemaren aku baru beli gamis baru. Harganya delapan ratus ribu. Bahan kainnya bagus sih, adem makenya. Tapi kok sekarang aku malah jadi menyesal beli gamis itu ya,” kata teman yang lain.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://3.bp.blogspot.com/-J1AK5-PfhLc/W4eyDO8btkI/AAAAAAAADKU/3wpFEgpcbdkfunaAwEOqJD9bbRp9f2LfwCLcBGAs/s640/perilaku-mengedepankan-gengsi-2.png”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Seriously? Dengan uang segitu aku bisa beli tiket pesawat promo dari Jakarta – Singapura – Kuala Lumpur. Oke, memang ini menjurus banget deh ya, apa-apa dibandingkan dengan harga tiket. Tapi mengapa kamu bisa mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli barang, kemudian kamu menyesal dan tidak mau memakainya?

[/vc_column_text][vc_column_text]

Atau orang lain yang menghamburkan uang lebih dari dua ratus ribu rupiah hanya untuk sekadar mencicipi suatu makanan dan tidak menghabiskannya. Udah mahal-mahal beli makanan itu, eh malah dibuang.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Perilaku mengedepankan gengsi inilah yang mendorong orang-orang berperilaku konsumtif di luar kemampuan finansial mereka sendiri. Mereka dengan gampangnya membeli barang yang melebihi kapasitas dompet mereka hanya demi memuaskan gengsi. Agar mendapatkan pengakuan, bahwa si A kaya loh bajunya ganti-ganti dan model baru terus. Atau si B bajunya mahal-mahal loh, si C makannya selalu di restoran mewah nih.

[/vc_column_text][vc_column_text]Kembali lagi, sepertinya ada yang salah dengan hal ini.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Mengapa?

[/vc_column_text][vc_column_text]

Karena kita bertindak di luar kemampuan kita. Kita menghamburkan uang bukan untuk memenuhi kebutuhan, melainkan memuaskan rasa gengsi. Seringnya tercipta perasaan senang jika orang lain mengganggap kita ini hebat, kaya, pintar, dan berkuasa hanya dari penampilan luar.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” alignment=”center” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://3.bp.blogspot.com/-OQu_OFaw8gU/W7iZXWNkfsI/AAAAAAAADUM/n99eL-f3-tUF2LBOblTOnba5umX7O8fewCLcBGAs/s640/perilaku-mengedepankan-gengsi-3.jpg” caption=”Sumber gambar: pixabay”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Padahal seharusnya tidak seperti itu.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Jika kita mampu membuang uang untuk membeli makanan mahal lalu membuangnya, kenapa tidak kita gunakan dana tersebut untuk memberi makan orang-orang yang kurang mampu?

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jika kita membeli barang mahal dan tidak menggunakannya, lantas mengapa tak terpikirkan oleh kita untuk membeli barang-barang kebutuhan anak-anak yatim di panti asuhan? Mengapa tidak kita sumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan?

[/vc_column_text][vc_column_text]

Padahal kita tahu, masih banyak orang kelaparan di luar sana.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Padahal kita tahu, tidak semua orang mampu seperti kita.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Daripada kita terus memiliki perilaku mengedepankan gengsi, mengapa tidak kita coba bertindak seperti padi? Pepatah mengatakan jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk. Semakin banyak uang kita hasilkan, prestasi yang kita raih, keuangan yang semakin membaik, janganlah menjadikan kita semakin mendongak ke atas.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Janganlah lupa melihat ke bawah, masih banyak orang-orang bernasib lebih menyedihkan daripada kita. Banyak-banyaklah bersyukur dengan apa yang kita miliki. Rumput tetangga memang lebih hijau senantiasa, tapi jangan sampai membuat kita lupa diri. Kehidupan yang kita jalani sekarang, bisa jadi itulah kehidupan yang diinginkan orang lain.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Teruslah bersyukur.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Baca juga: [Jangan Jadi Orang yang Bersikap Egois]

Baca juga: [Kenapa Menulis di Blog?]

Baca juga: [Cara Allah Menegur Kita][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Manfaat Mengikuti KEBloggingCollab

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Baiklah, jadi ceritanya tulisan ini dibuat untuk menjawab tulisan trigger #KEBloggingCollab dari mak Idah: Ikut KEB Blogging Collab? Ini Manfaatnya. Walaupun lagi-lagi telat dan sesi selanjutnya dari kolaborasi blogging KEB ini akan dimulai kembali.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Sebelum itu mari kita flashback ke masa-masa dahulu.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Pada awalnya, alasanku memutuskan untuk ikut mendaftar KEBloggingCollab ini adalah ‘memaksa’ diri untuk menulis. Maklum, dulunya kan blog ini baru dihidupkan kembali setelah bertahun-tahun ditinggal begitu saja. Terus diterima dalam satu kelompok bernama Najwa Shihab, berimbas pada perkenalanku pada mak-mak kece lainnya: mak Julia sang ketua kelas, mak Alfu, mak Aya, mak Awie, mak Idah, dan mak Sumayyah. Lah ternyata di grup ini aku sendiri yang sebenarnya belum jadi emak dan akhirnya terbiasa dipanggil mak Anindita juga XP (more…)

2017, Sebuah Refleksi

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Halo, akhirnya balik lagi dengan postingan #KEBloggingCollab.

[/vc_column_text][vc_column_text]

Anyway, tanggal 18 Januari adalah ulang tahunnya Kumpulan Emak Blogger. Selamat ultah yang keenam, KEB! Walaupun sebenarnya belum jadi emak-emak, but still, I’m proud to be a member of KEB. Semoga bisa selalu bertumbuh menjadi sebuah komunitas yang mampu mawadahi semua anggota sebaik-baiknya. Amin.

(more…)

My 2018 Resolution: Tahun Baru, Semangat Baru bersama Theragran-M

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tahun baru, semangat baru.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Udah pertengahan Desember nih. Tanpa terasa kini kita berada di penghujung tahun 2017. Ada banyak kenangan tercipta di tahun ini, sekaligus harapan yang timbul dan semangat menyongsong tahun baru 2018.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Seperti biasa, saat akan memasuki tahun baru maka yang aku lakukan adalah membuat sebuah daftar resolusi. Tapi sebelumnya kita harus flashback terlebih dulu, target-target apa saja yang telah dicapai di tahun ini? Kalau untukku sih:

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Menghidupkan kembali blog” font_container=”tag:h4|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Lilita%20One%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”appear”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Pertama kali membuat blog itu saat masih mengenakan seragam putih abu-abu. Pas waktunya ada cinta di SMA? *Eh* Kala itu di tahun 2009, blog milikku masih menggunakan platform blogspot yang digunakan hingga pertengahan tahun 2017. Setelah itu aku membeli paket domain dan hosting, lalu pindah ke platform wordpress. Dulu sih tulisannya masih alay dan tentu saja sekarang sebagian besar tulisan tersebut telah dihapus.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”600×569″ alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://1.bp.blogspot.com/-IyupF2VEflc/WjPALvSreDI/AAAAAAAAB7Q/cdAFysXnZdM8_rnJqZgGjUDdi_xZOsn0wCLcBGAs/s1600/Theragran-M-1.jpg” caption=”www.aninditaayu.com yang akhirnya hidup kembali”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Mulai menulis lagi” font_container=”tag:h4|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Lilita%20One%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”appear”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Salah satu keinginan dari beberapa tahun lalu adalah bisa menerbitkan buku solo sebelum menginjak usia 25 tahun. Akhirnya bulan Agustus pun berlalu, dengan kesibukan yang tiada habisnya dan mengakibatkan impian itu sempat terlupakan. Kemudian aku bergabung dalam beberapa komunitas yang sedikit demi sedikit membangkitkan keinginan untuk menulis, sehinggga akhir tahun ini mulai menulis lagi dari awal.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Memperbaiki akun sosial media” font_container=”tag:h4|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Lilita%20One%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”appear”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Selama ini akun sosial mediaku bisa dikatakan mati suri. Instagram diprivate, twitter bertahun-tahun tak dikunjungi, facebook berdebu dan bersarang laba-laba. Intinya, I’m not a social media person. Bahkan saat kuliah dulu inginnya menjadi seorang anonim di dunia maya. Namun kini selangkah demi selangkah semua akun medsosku akan dipergunakan sebagaimana mestinya demi kepentingan blogging.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tahun baru segera menjelang, inilah saatnya membuat resolusi baru dan berjuang untuk mewujudkannya. Semua semangat menyambut tahun 2018?

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Jadi, inilah daftar resolusiku di tahun 2018.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Traveling lagi. Tahun 2018, aku menargetkan untuk bisa ngetrip ke Jepang” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sejak tiga tahun lalu, aku memiliki target untuk mengunjungi setidaknya satu tempat baru setiap tahunnya. Tahun ini aku cuma berkeliling ke beberapa kota di Indonesia, itu pun bukan perjalanan yang benar-benar murni liburan. Jadi, tahun depan aku berkeinginan untuk traveling ke negara impianku sejak SMA: Jepang. Wish me luck!

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Jadi lebih produktif” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Banyak hal yang aku targetkan untuk menjadi lebih produktif di tahun 2018. Aku harus membiasakan diri untuk lebih rutin menulis dan kembali belajar menerjemahkan fiksi. Aku ingin kembali belajar bahasa dan budaya asing. Aku juga harus belajar mengefisienkan waktu dan segera mengerjakan segala hal yang bisa secepatnya dilakukan. Tidak ada lagi procastinating, no more malas-malasan!

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Mengurangi tumpukan novel To Be Read” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sebagai seorang bibliophile, setiap bulannya jumlah buku milikku selalu bertambah. Timbunan novel ini bahkan kebanyakan masih bersegel, belum lagi ditambah dengan deretan daftar e-book di smartphone. Namun sayangnya, di tahun 2017 waktu membacaku masih sangat kurang. Tahun ini aku belum berhasil menyelesaikan target membaca 52 buku. Ini termasuk penurunan terbesar dalam sejarah seorang Anindita. Biasanya dalam sehari aku bisa menyelesaikan dua hingga enam buku, dan lebih dari seratus buku setahun. Sedih saatnya saat menyadari tahun ini target baca di goodreads belum tercapai. Jadi tahun depan aku harus bisa meluangkan waktu untuk membaca lebih banyak buku.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Bertemu banyak orang-orang baru” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Mengapa salah satu target dari resolusiku adalah bertemu dengan orang-orang baru? Karena bertemu dengan orang-orang baru berarti mendapatkan teman baru dan semangat baru. Banyak kisah, petualangan, pelajaran, dan pengalaman baru yang bisa ditorehkan dari sini.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”600×400″ alignment=”center” external_style=”vc_box_shadow_border” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://4.bp.blogspot.com/-KV_KxJj3VUk/WjPAMyAT0QI/AAAAAAAAB7U/h0uZBM4O3TcWz1dcWLsJSdEbl8MRIKW9gCLcBGAs/s1600/Theragran-M-2.jpg” caption=”Ketemu teman-teman Blogger. Perlu ada Theragran-M untuk mensupport kegiatan blogging kita”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Mempelajari lebih lanjut Bahasa Indonesia” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Ibuku dulunya adalah seorang guru Bahasa Indonesia. Keseharianku selama ini pun tidak terlepas dari Bahasa dan Sastra Indonesia, karenanya aku ingin mendalami lagi mengenai bahasa nasional bangsa Indonesia ini. Aku juga pernah menjadi seorang editor walau masih amatiran, tidak ada salahnya untuk kembali belajar bukan?

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Apply beasiswa” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Seiring waktu terus berjalan, ada hal-hal yang harus diwujudkan secepatnya. Salah satunya adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak ada kata berhenti untuk belajar karena di usia berapa pun, pendidikan itu sangatlah penting. Memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S2 berarti saat untuk apply beasiswa akan tiba. Hmmm lebih baik di dalam negeri atau di luar negeri ya? Doakan semoga bisa segera memasukkan berkas permohonan beasiswa ini, amin..

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Menjaga kesehatan” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Gaya hidupku betul-betul tidak sehat. Sebut saja: begadang setiap malam, pola makan tidak teratur, suka memakan junk food dan penuh MSG, tidak makan sayur, sering kehujanan dan kebanjiran hingga pakaian kering di badan, kurang istirahat dan berolahraga, ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, serta selalu berada di depan layar komputer dan smartphone.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Dengan gaya hidup tidak sehat yang aku jalani selama ini, aku menyadari bahwa kondisi tubuhku seringkali drop. Demam, flu, dan kecapekan seringkali menyerang sistem imunitasku. Satu hal yang tampak jelas jika aku terlalu letih adalah timbulnya memar biru di tubuhku. Ya, tubuh, tangan atau kakiku bisa tiba-tiba membiru hanya karena kecapekan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Nah sebagai orang yang (kata beberapa teman) hidup nomaden, banyak sekali waktuku habis di jalan. Setiap minggu bolak-balik sana-sini, sehingga mengakibatkan tubuh rentan terkena penyakit. Apalagi aku suka sekali diajak jalan-jalan. Sama sekali tidak lucu dong ya, jika sedang ada deadline kerjaan atau perjalanan namun jatuh sakit di tengah jalan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Untuk itu di tahun 2018 aku bertekat untuk lebih menjaga daya tahan dan mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tidak semua kebutuhan nutrisi tubuh bisa terpenuhi setiap hari. Bila kebutuhan nutrisi, vitamin serta mineral harian tidak dapat dicukupi melalui makanan yang dikonsumsi, kita membutuhkan asupan dari sumber lain yakni suplemen. Untuk menjaga kondisi agar tetap fit, aku harus selalu siap sedia dengan suplemen tablet salut gula Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_custom_heading text=”Kenapa harus Theragran-M?” font_container=”tag:h3|text_align:center|color:%23337ab7″ google_fonts=”font_family:Redressed%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css_animation=”zoomIn”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Theragran-M diproduksi sejak 1976 oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk di Depok, dengan pengawasan penuh oleh Taisho Pharmaceutical Co., Ltd Tokyo Japan. Kualitas Jepang tentu sudah tidak diragukan lagi, sehingga Theragran-M yang diproduksi di Indonesia tentu saja memiliki kualitas yang mumpuni. Sudah empat puluh tahun lamanya Theragran-M diresepkan oleh para dokter secara turun temurun. Produknya mudah ditemukan di berbagai apotik dengan harga yang cukup terjangkau, hanya Rp 20.500,00 saja untuk satu strip isi empat tablet. Theragran-M juga sudah memiliki label halal dari MUI.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Theragran-M cocok untuk masa penyembuhan berbagai jenis sakit yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh yang maksimal dengan cara membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Theragran mengandung berbagai kombinasi multivitamin antara lain: A (Retinol Acetate), B1 (Thiamine Mononitrate), B2 (Riboflavin), B3 (Nicotinamide), B5 (Calcium Pantothenate), B6 (Pyridoxine Hydrochoride), B12 (Cyanocobalamin), C (Sodium Ascorbate), D3 (Cholecalciferol), dan vitamin E (di-Alpha Tocopheryl Acetate). Theragran-M juga mengandung banyak mineral, yaitu: Iodium (Potassium Iodide), Besi (Feroous Fumarate), Tembaga II (Copper Sulfate), Mangan II (Manganese Sulfate), Magnesium (Magnesium Carbonate), Zinc (Zinc Sulfate), di mana kombinasi multivitamin dan mineral ini telah disesuaikan dengan kebutuhan 2000 kalori, yang terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sebagai suplemen tambahan, Theragran-M cukup dikonsumsi satu kaplet sehari, sewaktu atau sesudah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kebutuhan nutrisi kita bisa terpenuhi dengan suplemen tambahan. Oh iya, mengonsumsi Theragran-M ini sangat penting apalagi jika susah makan sayur seperti aku. Semua target dalam resolusi 2018 milikku ini tentu membutuhkan tubuh sehat. Aku tidak mau sakit, dan kalau sakit jangan lama-lama dong. Aku sekarang tidak lagi takut, asal selalu siap sedia Theragran-M di rumah.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Berkaca pada Usia, Apa yang Pemuda Berikan untuk Negara?

Berkaca pada Usia, Apa yang Pemuda Berikan untuk Negara?

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Untuk mencapai kemerdekaan, bangsa kita telah menempuh perjalanan panjang yang kelam dan mencekam. Sejarah mencatat, telah terlalu banyak hal telah dikorbankan demi kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, telah 72 tahun kita terbebas dari penjajahan. Tapi, apa kita telah merdeka sepenuhnya? (baca juga: Kemerdekaan dan Kebebasan Berpendapat)

 

pemuda >> pe.mu.da

n orang yang masih muda; orang muda;

Bertahun-tahun setelah kita bebas dari era kelam Indonesia, mari kita renungkan arti kemerdekaan dalam kehidupan kita. Apa kita merasa bebas dalam melakukan semua hal yang kita inginkan? Masihkah kita merasa terkekang dan tidak bisa menjadi apa yang telah menjadi impian selama ini?

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Soekarno

Sekarang marilah kita tundukkan kepala sejenak guna mencari makna dari pernyataan presiden pertama Indonesia ini. Apa yang bisa kita ambil?

Ya, Bapak negera kita itu menggambarkan bahwa di tangan kitalah para pemuda, harapan bangsa kita digantungkan. Tapi mengapa harus di tangan pemuda-pemuda Indonesia?

Karena kitalah yang bertanggung jawab untuk memperjuangkan nasib bangsa kita, kawan. Di tangan pemudalah, bangsa kita meminta perubahan-perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Para pemudalah yang masih memiliki semangat juang tinggi, kemampuan, daya tahan fisik, dan inovasi-inovasi kreatif. Nasib bangsa ini tergantung pada pemuda-pemudanya.

Kitalah yang menentukan nasib bangsa kita ke depannya. Kita, para pemuda Indonesia.

Ingatlah, kita mengemban tugas yang sangat berat. Perjuangan merebut kemerdekaan memang berat, namun lebih berat lagi perjuangan pemuda dalam membangun bangsa. Juga perjuangan mempersatukan dan memajukan Indonesia.

Pertanyaannya, apa generasi muda Indonesia mampu melaksanakan tugas tersebut?

Sebagai generasi muda, sudah sepantasnya kita berjuang demi Indonesia. Tidak perlu muluk-muluk, perjuangan dapat dilakukan dari ruang lingkup terkecil di sekitar kita seperti menjadi dirimu sendiri, membuat orangtua bangga, dan berjuang menggapai cita-cita setinggi mungkin.

Sebagai pemuda, mungkin kita belum memiliki banyak pengalaman hidup. Kita belum bisa sehebat orangtua kita. Kita tidak bisa menyaingi perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan Indonesia.

Namun, tetap saja kita telah hidup bertahun-tahun di dunia ini. Dari tanah Indonesialah, setiap hari kita mengambil airnya untuk minum. Kita ambil hasil tanahnya untuk makan. Kita gunakan apa saja dari tanah kita demi kehidupan kita saat ini. Dari tahun-tahun itu, adakah kita bersyukur?

Ya, janganlah lupa untuk bersyukur, kawan. Kita masih diberi kesehatan. Kita masih diberi kehidupan yang layak. Kita bisa hidup tenang, menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Pernahkah kamu berkaca pada usiamu sendiri? Apa saja yang telah kamu lakukan bertahun-tahun ini usia yang telah kamu lewati? Apa kamu yakin masih memiliki sisa waktu yang panjang?

Kita tidak tahu seberapa lama lagi perjalanan  hidup kita. Apakah sebulan, setahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun? Dalam waktu sesingkat itu, apa yang kita perbuat untuk-Nya dan untuk sesama? Untuk negara kita?

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Soekarno

Jangan hanya berpangku tangan dan berdiam diri. Jadilah generasi muda aktif, kreatif, dan energik. Buatlah dirimu bermanfaat untukmu, keluargamu, lingkungan sekitarmu, dan tentu saja untuk negara. Teruslah berjuang dan jangan gampang menyerah. Jangan sampai kita menjadi generasi muda yang menyia-nyiakan pengorbanan para pahlawannya.

Dituliskan untuk #ODOP #OneDayOnePost #GWC #GoodWriterClub #BermanfaatdenganBlog #BermanfaatdenganSocialMedia[/vc_column_text][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][/vc_column][/vc_row]

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest