Hi everyone! Let’s start with my review… ^^ 

Judul: Even If It Kills Me Diet Abis-abisan 

Penulis: Dorothy Joan Harris 
Alih Bahasa: Muntya Ayudya 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
Halaman: 200 halaman 
Tahun Terbit: 2006 
ISBN: 979-22-2095-X 
Rating: 4/5 

Novel ini merupakan salah satu bacaan semasa aku SMA. Yang pertama kali menarik perhatian dari novel ini adalah sinopsisnya.

Sinopsis: 
Aku hanya ingin jadi spesial. Aku tidak benar-benar sakit, kan?

Melanie gadis yang baik, pelajar teladan. Dan ia ingin jadi lebih baik lagi. Kalau bisa sempurna seperti model di majalah. Jadi dia mulai diet. Masalahnya, Melanie begitu hebat dalam berdiet, sama seperti dalam segala hal lain yang dilakukannya. Dia memutuskan akan jadi kurus, jadi ya dia harus kurus… bahkan kalau itu membuatnya mati.
—————————————————————————————————————————

Dia memutuskan akan jadi kurus, jadi ya dia harus kurus… bahkan kalau itu membuatnya mati.
Satu kalimat pada sinopsis inilah yang pertama kali menarik perhatianku dan membuat aku memutuskan untuk membeli novel ini.

Sampai akhirnya aku membacanya. Butuh keinginan yang cukup kuat bagiku untuk membaca novel terjemahan, karena biasanya aku kurang suka dengan alih bahasa pada novel-novel terjemahan…. ^^
 
Melanie adalah gadis baik. Ia bahkan jarang berteriak. Jika ia marah, maka ia tidak meluapkannya pada orang lain. Berkebalikan dengan Katie, kakak perempuannya yang sangat ceroboh dan tidak bisa bertangggung jawab atas apapun yang Katie lakukan. Mom dari Melanie dan Katie adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang sangat peduli dengan jumlah kalori dari seluruh makanan yang masuk ke perutnya.

Pada hari Jumat, Dad Melanie pulang dari perjalanan dinasnya. Dari percakapan dengan Dad, Melanie bertekat untuk menghilangkan puppyfatnya. Ia ingin kurus. Melanie mulai berdiet ketat. Awalnya ia memulai dietnya dengan mengikuti jejak mom yang menghitung jumlah kalori dari setiap makanannya. Ia mengatur pola makannya menjadi sangat sedikit dan memakannya sesuai pola untuk melupakan betapa sedikitnya ia makan. Diet ketat yang dilakukan Melanie membuatnya berubah. Ia mulai biasa berbohong, berteriak pada orang tuanya, bahkan ia berubah menjadi seorang penyendiri. Menjadi outsider, ia merasa tidak ingin menjadi bagian dari teman-temannya. Ketatnya diet yang dilakukan Melanie membuatnya masuk rumah sakit, bahkan menderita anorexia nervosa.

Anorexia nervosa merupakan gangguan psikis di mana si penderita merasa dirinya terlalu gemuk dan membiarkan diri mereka kelaparan. Penderita anorexia mencoba mempertahankan berat badan jauh di bawah normal sehingga terlihat sangat kurus. Mereka cenderung menolak makanan meskipun terasa lapar. 
Bulimia nervosa adalah suatu kelainan di mana penderita akan makan secara berlebihan kemudian mencoba untuk mengeluarkan kembali apa yang telah mereka makan, sebagai bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan penderita bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah. 
Tidak hanya itu, pertemuan Melanie dengan Louanne, sesama pasien bulimia membuatnya ingin mencoba untuk memuntahkan makanan yang telah masuk ke perutnya. Saat itulah Dr. Leeman memergokinya. Dr. Leeman mencoba menjadi temannya yang ingin menolong Melanie untuk sembuh.  Hingga akhirnya Louanne meninggal dan Melanie ingin sembuh.

Diet dan memperhatikan penampilan adalah hal yang biasa dilakukan oleh wanita. Berbagai propaganda yang menyatakan langsing itu cantik yang membuat wanita berlomba-lomba untuk menjadi kurus. Diet adalah jalan terbaik untuk meraih hal ini.

Novel ini berhasil memberikan aku pelajaran mengenai betapa mengerikannya penyakit anorexia nervosa dan bulimia nervosa itu. Novel ini ringan, mengena, dan memiliki pesan yang mudah dimengerti oleh para remaja. Bahwa kita harus mencintai diri kita sendiri, bagaimanapun diri kita.

Aku berikan empat bintang untuk novel ini… ^^

 


 

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This