Judul: Sunshine Becomes You 
Penulis: Ilana Tan 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
Halaman: 432 Halaman 
Tahun Terbit: Cetakan kelima, April 2012 
ISBN: 978-979-22-7813-2 
Rating: 4/5 

Sinopsis: 
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York… 
Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan… 
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan… 
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk tetap hidup… 
Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. 
Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.
 
Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya saat itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
—————————————————————————————————————————-
 
Sunshine Becomes You menjadi novel pertama dari Ilana Tan yang berhasil aku selesaikan (maaf untuk tetralogi empat musim dan In A Blue Moon yang sampai saat ini masih dalam tumpukan novel yang belum sempat dibaca ^^). Oke langsung saja cek review dari aku ya… ^^
 

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Mia Clark bertemu Alex Hirano secara tidak sengaja dalam suatu kecelakaan. Mia terjatuh dari tangga dan menimpa Alex, sehingga menyebabkan tangan Alex terkilir. Sang pianis berbakat yang mengalami kesialan saat menemani adiknya, Ray Hirano menemui sang pujaan hati adiknya itu -Mia- harus mengistirahatkan tangannya selama dua bulan sehingga dengan terpaksa harus membatalkan jadwal konser dan kesibukannya yang lain.
 
Mia yang merasa bersalah menawarkan diri untuk membantu Alex. Tak disangka, rasa penyesalan Mia dimanfaatkan Alex yang dingin untuk menjadikan Mia sebagai pesuruh dan pengurus apartemennya. Pada awalnya Alex tak pernah menyukai keberadaan Mia, walaupun ia tahu Ray tergila-gila pada Mia. Dengan status Mia yang menjadi pesuruh pribadinya, Alex seenaknya meminta Mia untuk mengantarkan ke manapun yang ia inginkan. Keinginannya untuk bertemu dengan gurunya di Juilliard, almamaternya yang merupakan universitas bergengsi dalam bidang seni, membuat Alex mengetahui bahwa Mia juga lulusan Juilliard, bahkan termasuk lima besar penari kontemporer terbaik di dunia. Tarian sempurna Mia juga yang membuatnya membuka mata bahwa Mia bukanlah hanya seorang pengajar tari di sebuah studio tari kecil tak terkenal seperti yang selama ini diketahuinya.
 
Saat itulah mereka menjadi semakin dekat. Alex dan Mia mulai masuk dalam pesonanya lawan jenisnya tanpa mereka sadari. Kim Hirano-orang tua Alex dan Ray-dengan jeli dapat melihatnya. Mia berbicara dengan Alex dan Ray dengan cara yang sama, dan mungkin saja tersenyum pada keduanya dengan cara yang sama. Tetapi Mia sudah pasti tidak memandang mereka berdua dengan cara yang sama. 
 
Obat milik Mia ditemukan Karl di meja dapur apartemen Alex, namun Mia masih enggan untuk menceritakan penyakitnya. Melihat Mia yang kolaps dalam pesta dengan mata kepalanya sendiri membuat Alex khawatir, namun ia tak mau dibawa ke rumah sakit. Hingga Alex terpaksa membawa Mia kembali ke apartemen milik Alex itu. Alex memutuskan untuk semalaman menjaga Mia yang tertidur di kamar tamunya, walaupun itu berarti bolak-balik ke kamarnya dan berkurangnya waktu tidurnya. 
 
Kolapsnya Mia mulai menguak misteri penyakit yang dideritanya. Mia menderita lemah jantung tanpa ada orang lain yang mengetahuinya, terkecuali kedua orang tuanya. Mia tidak boleh kecapekan, hal inilah yang menyebabkan ia memutuskan berhenti sebagai penari wanita terbaik dari Dee Black Dance Company. Alex pun marah karena Mia baru bercerita sekarang, sedangkan selama ini ia dengan sesuka hatinya menyuruh Mia melakukan berbagai hal.
 
Kemarahan Alex membuat Mia pergi dari apartemen Alex dan menyebabkan pria itu uring-uringan tidak jelas. Semua hal dirasanya mempunyai kesalahan dan memancing kesalahannya. Sama dengan Alex, Mia yang biasanya selalu ceria kali ini kehilangan senyumnya. Hanya berbaikanlah yang mengembalikan senyum di wajah keduanya.
 
Kondisi jantung Mia semakin lama semakin melemah. Obat-obatan yang selama ini dikonsumsinya hanya berefek untuk memperlambat kerusakan yang terjadi. Saat kesempatan terakhir untuk Mia menari datang dari Dee Black, ia mengambilnya. Ia penari dan hidup untuk menari. Mengabaikan kondisi jantungnya, Mia mengambil resiko untuk tetap berada di panggung untuk pertama dan terakhir kalinya.
 
Tiga kupon permintaan kepada Mia yang diberikan Mia pada Alex akhirnya digunakan Alex satu persatu. Alex meminta Mia untuk tinggal bersamanya agar ia bisa menjaga gadis itu. Namun ternyata Mia memaksakan dirinya. Setelah gladi bersih pertunjukan, ia pingsan sehingga harus masuk rumah sakit. Di rumah sakit inilah, saat Alex pertama kali memainkan piano di depan Mia. Sunshine Becomes You atau Thinking of Clark-lagu yang terinspirasi oleh Mia-menjadi pilihan Mia untuk dimainkan oleh Alex. Saat inilah Alex memberikan permintaannya yang kedua. Ia menginginkan Mia menciumnya. Tak menolak, Mia membiarkan Alex menciumnya. Ciuman kecil yang hanya berlangsung lima detik. 

“Aku mencintaimu.”

Akhirnya Alex mengutarakan perasaannya, namun ia juga tak memaksa Mia untuk membalasnya saat itu juga.

“Aku berjanji aku akan bertahan hidup,” katanya pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari tuts piano. “Aku akan menari sekali lagi dan aku akan bertahan hidup. Lalu akan tetap bertahan hidup sampai aku mendapat jantung baru. Untukku… Untuk orangtuaku… Untukmu…

Begitu juga lima hari setelah pertunjukan, Mia sampai harus dirawat di rumah sakit karena ia bisa beberapa kali kolaps dalam sehari. Alex dengan setia menunggunya di rumah sakit, bahkan saat Mia menolaknya. Mia mau menemui Alex setelah Alex menggunakan satu-satunya kupon permintaan kepada Mia yang tersisa. Dua minggu kemudian Mia dijadwalkan untuk transplantasi jantung. Operasinya berjalan lancar. Namun, tiga hari kemudian baru diketahui bahwa tubuh Mia menolak jantung baru itu. Mia pun pergi untuk selamanya.
 
Alex terpuruk. Barulah saat ia memutar camcorder milik Mia yang diserahkan Mr. Clark padanya, ia mangetahui hal terakhir yang ingin Mia katakan padanya.

“Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu.”

“Karena itu ketika kau bertanya padaku tadi, aku tidak memberikan jawaban yang kauminta. Kau pantas mendapatkan semua yang terbaik di dunia ini, Alex, dan aku tidak bisa memberikannya kepadamu saat ini.”

“Karena itu aku diam… tapi aku berjanji pada diriku sendiri bahwa suatu saat nanti … ketika aku mendapatkan jantung baru… ketika aku sehat kembali… ketika aku memiliki masa depan yang bisa kuserahkan kepadamu… aku akan berhenti menghindar. Saat itu aku akan berdiri tegak di hadapanmu dan memberikan jawaban yang pantas kauterima. Dan saat itu aku akan menyerahkan seluruh hidupku kepadamu.”

“Satu-satunya penyesalanku dalam hidup adalah aku tidak bisa bersamamu sekarang dan mengatakan semua ini secara langsung kepadamu. Tapi tolong percayalah kepadaku ketika kukatakan bahwa aku ingin selalu bersamamu. Percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku ingin selalu berada di dekatmu. Dan percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku juga mencintaimu.”

“Aku mencintaimu, Alex Hirano. Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

I’m fall in love with this novel! Seriously, novel setebal 432 halaman ini aku habiskan nonstop dalam waktu tiga jam saja! Bahkan lebih lama waktu untuk membuat review ini :p
 
Ceritanya benar-benar mengalir, membuat aku ngga bisa berhenti membacanya. Sad ending memang, but hey, tidak semua cerita harus berakhir bahagia bukan? ^^ Romantisme yang tidak harus diumbar di keseluruhan cerita dan terasa pas pada tempatnya menjadi kekuatan novel ini.
 
Saat Alex mengirimkan boneka super besar ke rumah nenek Mia sebagai hadiah natal untuk Mia menjadi momen yang bikin iri di novel ini. Seorang Alex yang tadinya dingin, berubah menjadi sangat so sweet, yang berhasil bikin melting! XP
 
Novel ini memang bergenre metropop, tapi sepertinya masih bisa dibaca oleh adik aku yang masih SMA (selama ini memang aku yang menyortir semua novel yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh adikku), tanpa harus membuat aku merasa bersalah. 
 

Aku berikan empat bintang untuk novel ini… ^^

 




error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This