Judul: Kencana 

Penulis: Sitta Karina 
Penerbit: Terrant Books 
Halaman: 328 Halaman 
Tahun Terbit: 2005 
ISBN: 979-97806-2-4 
Rating: 3/5 

Sinopsis: 
Ada 2 cerita seru dalam buku ini untuk menemani hari-hari indah masa remajamu. Kencana bercerita tentang seorang gadis yang baru masuk SMU dan menemukan suka-duka yang tidak terbayangkan, mulai dari nilai-nilai pelajaran yang anjlok sampai rasa tidak nyamannya memiliki sahabat-sahabat yang tidak hanya keren tapi juga pintar. Lalu ia bertemu dengan mentor sekolah yang aneh namun berhati baik, Senna Satria, serta seorang guru funky yang ingin menjadi matchmaker mereka, Pak Tyo. Kencana semakin bingung, apalagi selama ini ia terbiasa hidup bersama ibu yang benci laki-laki karena ditinggal suaminya.

Pada Seuntai Pita Putih, sepasang sahabat dengan karakter bertolak belakang, Karissa dan Flo, naksir sepasang sahabat cowok, Ale dan Yuki. Demi saling menyenangkan hati sahabat masing-masing mereka rela melakukan apapun. Sampai mereka belajar bahwa apapun ternyata tidak selamanya baik, dan justru mampu mencerai-beraikan ikatan cinta mereka yang masih rapuh.

————————————————————————————————————————-

Aku sudah terbiasa membaca cerita karangan kak Sitta Karina dari beberapa buku kumpulan cerpen yang aku punya dan cerita-cerita lepas lainnya di majalah Gogirl. Sampai akhirnya aku mendapatkan novel Lukisan Hujan edisi baru secara gratis dari Samsung Galaxy Gift dan blibli.com. Langsung pengen koleksi semua novel-novelnya kak Sitta seri Hanafiah yang lain. Sayangnya kebanyakan novel-novel kak Sitta sudah sold out di mana-mana dan penerbit Terrant Books yang menerbitkan hampir seluruh novel kak Sitta sudah tak ada kabarnya (atau sudah bangkrut mungkin?).
 
Novella ini terdapat dua cerita di dalamnya yang berjudul Kencana dan Seuntai Pita Putih. 
 
Kencana bercerita tentang K. Alledya Rahmanto, kelas 1 SMU. Kencana, begitulah nama depannya yang selalu ia singkat. Malu, dikarenakan nama itu begitu Indonesia. Ia juga membenci namanya, dikarenakan ayahnya yang telah meninggalkan keluarganya tanpa kabar. Sebagai murid baru, mendapatkan tiga kali nilai 38 berturut-turut pada mata pelajaran matematika merupakan bencana. Oleh Pak Tyo, guru matematika funky yang sekaligus merangkap menjadi wali kelasnya, Nana, panggilan dari Kencana, dipasangkan untuk mendapatkan mentoring matematika oleh kakak tingkatnya, Senna Satria. 
 
Pertemuan mentoring pertama Senna dan Nana tidak berjalan dengan mulus, sehingga Nana ingin Senna digantikan dengan Rodi. Rodi sang artis ganteng yang selama ini disukai Nana. Rodi dan Senna akhirnya janjian untuk belajar di Mudslide. Bukannya serius belajar, pertemuannya dengan Rodi di Mudslide malah menimbulkan skandal baru. Nana digosipkan ingin merebut Rodi dari pacarnya. Menyikapi hal ini, Nana memilih untuk tidak masuk sekolah. Ia yang seorang pecinta teenlit memiih untuk membeli tumpukan novel lagi. Saat itulah ia bertemu dengan Senna dan pacarnya, yang berusia lima tahun di atas Senna. Senna kembali menjadi mentor bagi Nana. Mereka menjadi dekat dan akhirnya berpacaran.
 
Seuntai Pita Putih bercerita tentang dua sahabat, Karissa dan Flo. Karissa atau Isya menyukai Ale, sedangkan Flo menyukai Yuki. Yuki dan Ale bersahabat juga dengan Nakula. Bukan hanya itu saja, Yuki dan Ale juga sempat menyukai orang yang sama, Vaya. Tidak disangka, Nakula dan Vaya merencanakan hal yang merusak persahabatan antara Isya-Flo dan Yuki dan Ale. Persahabatan yang mereka bina selama ini dihancurkan oleh cinta. Seuntai Pita Putih diceritakan dengan beberapa sudut pandang yang berbeda.
 
Novella ini gaya penceritaannya benar-benar ringan, dengan cerita yang sederhana dan sangat khas remaja. Tidak seperti cerita seri hanafiah yang agak berat, cerita ini lebih terasa real. Jenis bacaan yang cocok untuk anak SMA ataupun sebagai bacaan ringan pengantar tidur. Dari dua cerita yang ditawarkan dalam novella ini, aku paling suka dengan Kencana…. ^^
 
Aku berikan tiga bintang untuk novella ini…


error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This