Judul: Lukisan Hujan (Edisi Lama) 

Penulis: Sitta Karina 
Penerbit: Terrant Books 
Halaman: 386 halaman 
Tahun Terbit: 2006 
ISBN: 979-3750-00-6 
Rating: 4/5 

Sinopsis: 
Amor es mentira (cinta itu bohong). 

Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder di antara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialite Jakarta, sekarang malah dikhianati oleh pacarnya sendiri, Anggia.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula! 

Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari keduanya sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan. 
 
Diaz, si workaholic berdarah Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan ‘abang-adik’-nya bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakir hatinya yang terasa belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita-salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?
 
Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh proses penjajakan dan pendewasaan di antara mereka berdua yang penuh liku-liku problema masa muda, sampai di saat keduanya harus memilih dan membuktikan… love is such unselfish thing!
————————————————————————————————————————
 
Hujan menjadi momen pertemuan pertama di antara keduanya. Diaz Syailendra Putra Hanafiah. Adrianna Sistania. Dua makhluk yang terhubung oleh Hujan.
 
Diaz adalah pribadi yang introvert, yang tergambarkan dengan sifatnya yang anti sosial. Seorang mahasiswa Teknik Industri yang pintar dan tampan. Menyandang nama besar Hanafiah, ia tau ia berbeda. Ia bukan berasal dari keluarga Hanafiah yang berada seperti sepupu-sepupunya yang lain. Diaz dingin dan penyendiri. 
 
Sisy, gadis kelas 2 SMA menjadi primadona baru di Bintaro Lakeside. Sayang, walau ia menjadi idola baru di kompleks rumah Diaz, Diaz sendiri yang notabene adalah tetangga sebelah rumah Sisy, tidak tertarik pada awalnya.
 
Mereka bertemu saat hujan. Cielo, mobil Diaz mogok karena overheating. Saat itulah Sisy hampir menabrak Diaz, seandainya saja Sisy tidak mengelak. Pertemuan pertama yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya.
 
Diaz yang telah dikhianati oleh Anggia, mantan pacarnya menawarkan jenis hubungan ‘abang-adik’ pada Sisy. Sisy yang kehilangan kakak kandungnya, menerima ajakan Diaz ini.
 
Hubungan ‘abang-adik’ yang mereka deklarasikan ini berkembang melebihi perkiraan awal mereka. Diaz yang awalnya bermaksud untuk menjadikan hubungan mereka sebagai ajang latihan agar lebih terbuka pada wanita, malah merasakan perasaan lain. Begitu pula dengan Sisy yang merasa bingung atas hubungan mereka. Sisy yang ceria sedikit demi sedikit berhasil mencairkan sifat dingin abangnya ini.
 
Kehadiran Igo yang juga menyukai Sisy membuat Diaz cemburu. Namun, Sisy malah meminta salah seorang sepupu Diaz, Inez Hanafiah untuk menjodohkan Diaz dengan Mirelle Stockton yang sempurna.
 
Di saat Diaz sadar akan perasaannya pada Sisy yang bukanlah sekedar rasa sayang antara abang dan adiknya, akhirnya Diaz mengutarakan perasaan dan Sisy pun menyambutnya. The end? Tidak. Di saat mereka baru merasakan bahagia, satu masalah besar kembali datang. Sisy harus pindah ke San Fransisko. Lantas bagaimana dengan hubungan mereka yang baru seumur jagung?
 
Untuk novel Lukisan Hujan ini, pertama kali aku membaca edisi barunya yang terbit pada tahun 2015, berkat novel Lukisan Hujan edisi baru yang dibagikan gratis oleh kak Sitta yang bekerja sama dengan Samsung Galaxy Gift dan blibli.com. Setelah selama ini selalu tertarik untuk membaca seri keluarga Hanafiah, namun terhadang dengan susahnya mencari novel-novel ini. Akhirnya Lukisan Hujan cetak ulang lagi… ^^
 

Setelah baca Lukisan Hujan edisi baru, malah tambah tertarik untuk baca seri Hanafiah lainnya. Sampai akhirnya dapet juga Lukisan Hujan edisi lama ini…

 
Untuk jalan ceritanya sendiri aku suka. Novel ini menawarkan jalan cerita yang tidak menye-menye, cerita remaja yang diceritakan secara dewasa. Adanya ilustrasi-ilustrasi yang dapat menyegarkan mata, telah ditambahkan di dalamnya. Di dalam novel ini terdapat banyak penggunaan bahasa Spanyol serta bahasa Inggris yang disajikan dengan apik. Satu kekurangan dari penggunaan bahasa asing ini adalah harus membuka halaman endnotes untuk mengetahui artinya.
 
Untuk penulisan dari novel ini, beberapa aku temui kalimat langsung yang tidak didahului dengan tanda petik, seperti kalimat berikut ini:

Untuk menjadi pemimpin perusahaan yang baik, kamu harus mengerti lebih dahulu bagaimana menjadi pegawai yang baik. Kalau nggak, nanti kamu dikadalin sama anak buah kamu sendiri.”

Seharusnya dituliskan:

“Untuk menjadi pemimpin perusahaan yang baik, kamu harus mengerti lebih dahulu bagaimana menjadi pegawai yang baik. Kalau nggak, nanti kamu dikadalin sama anak buah kamu sendiri.”

Ukuran font yang digunakan juga sedikit membingungkan. Untuk flashback memang dapat dituliskan dengan ukuran font yang berbeda. Namun, pada cerita dengan alur selain flashback, pada novel ini dituliskan dengan ukuran font yang berbeda. Sedikit mengganggu, karena kita harus membiasakan mata untuk membaca dengan ukuran yang lain.
 
Ada kutipan yang aku suka dalam novel ini:

Semua orang pasti punya keinginan. Keinginan itu yang ngebuat kita hidup, karena kita pasti berusaha mencapainya dengan segala cara. Tapi sampai batas mana kita akan memberi toleransi pada cara pencapaian itu? Apa saja yang akan kita korbankan?

Kak Sitta berhasil menggambarkan kehidupan socialite Jakarta. Endingnya yang gantung ternyata dilanjutkan dengan novel keduanya, Putri Hujan dan Ksatria Malam. Lukisan Hujan berhasil membuat aku jatuh cinta pada sosok Diaz Hanafiah, seperti hujan yang selalu membuatku jatuh cinta. Sesederhana itu. Well, seorang anak Teknik di manapun pasti menarik! And yeah, I’m also a part of  ‘Anak Teknik’ :p

 

Aku berikan empat bintang untuk novel ini… ^^

 


Baca juga review aku tentang seri hanafiah lainnya:
https://www.aninditaayu.com/review-buku-imaji-terindah-sitta-karina/

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This