Judul: Imaji Terindah 
Penulis: Sitta Karina 
Penerbit: Terrant Books 
Halaman: 200 Halaman 
Tahun Terbit: 2007 
ISBN: 979-3750-08-1 
Rating: 4/5 

Sinopsis: 
“Peri hutanku yang melambai bebas, andai dapat kugapai indah hatimu…” Chris Hanafiah-atau lebih dikenal sebagai Prince Christopher di sekolahnya-tidak pernah benar-benar tertarik dengan cewek sampai ia bertemu siswi pindahan dari Tokyo, Aki. 
Aki kembali ke tanah air bukan tanpa alasan, dan ia hanya ingin menjalani hidup normal sebagai remaja. Tapi mungkinkah ‘hidup normal ala remaja’ berarti mengesampingkan fall-in-love stuff, apalagi kalau dirinya malah berhadapan dengan seorang Hanafiah muda yang memiliki moto ‘I get what I see‘?

Kini mereka bertemu, dan konflik batin di masing-masing anak muda ini kian bergolak. Saat Chris jatuh cinta setengah mati kepadanya, Aki malah terus menolaknya… dengan sengaja.

Namun, apapun hidden agenda yang Aki miliki, Chris bertekad akan mengungkapnya.

—————————————————————————————————————————
Buku kedua dari seri keluarga Hanafiah ini memiliki pola awal yang sama dengan Lukisan Hujan, yaitu kedatangan murid baru dalam kehidupan seorang Hanafiah. Anak baru ini juga mampu membuat hampir seluruh cowok di sekolah ini penasaran padanya. Tak terkecuali Christopher Hanafiah, si gentle dan cool dari klan Hanafiah ini tertarik pada saat pertama ia bertemu dengan Kianti. Aki, panggilan akrab Kianti, tidak percaya dengan love at the first sight tersebut. Tak disangka, saat ia ditembak oleh Prince Christopher sang pangeran sekolah, ia menolaknya.

Tak seperti Lukisan Hujan di mana Diaz menawarkan Sisy akan hubungan abang-adik, di Imaji Terindah ini malah Aki yang menawarkan Chris menjadi sahabatnya. Gayung bersambut, Chris menerima. Hobi travelling menjadi kesamaan mereka yang pertama.

Sejak perkenalan mereka, mereka langsung dijuluki the best couple di sekolah. Karena surat milik Aki yang tak sengaja ditemukan oleh Chris membuatnya cemburu, Chris tanpa sadar melupakan janji dengan Aki, sehingga Aki sakit dan beberapa hari tak masuk sekolah.

Tak ada yang mengira Aki yang energik dan aktif di dua ekskul sekaligus-cheerleader dan voli-ternyata mengidap penyakit berat sejak kecil. Jantungnya lemah, namun ia tak ingin orang lain tahu. Typus, itulah jawaban yang ia berikan saat Rimbi, temannya bertanya sakit apakah ia. Aki tak ingin orang lain mengasihaninya dan ingin diperlakukan normal seperti orang yang sehat. Saat akhirnya Chris mengetahui penyakit yang diderita Aki, ia tetap memutuskan untuk menjaganya. Penyakit ini yang memutuskan Aki untuk menolak Chris dan Kei, temannya di Jepang dulu yang juga menyukainya. Lain halnya dengan Chris yang memutuskan untuk tetap di sisinya, Chris tetap menemaninya, bahkan saat Aki dirawat di rumah sakit hingga Chris terkesan mengabaikan kesehatannya sendiri.

Dengan akhir yang tidak tertebak, Imaji terindah berhasil mengaduk-aduk emosi saat membacanya. Aki meninggal dalam pelukan Chris. Bukan hal yang mudah memang untuk merelakan. Tapi Chris tahu, peri kecilnya akan selalu hidup dalam hatinya.

[Once in blue moon… when you were asleep and we’re connected to each other beyond our own imagination]

Satu plot lagi yang sama dari Imaji Terindah dengan Lukisan Hujan. Pada akhirnya Aki pergi. Bedanya, Aki pergi untuk selamanya sehingga tak terjangkau oleh Chris, sedangkan Sisy hanya pindah ke San Fransisko, yang juga tak terjangkau oleh Diaz.

Disajikan dengan jalan cerita yang lebih real dan membumi bila dibandingkan Lukisan Hujan. Imaji Terindah terasa lebih pas. Lebih nyata. Bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat tercapai. Kita harus belajar merelakan seseorang. Bahwa hidup harus tetap berlanjut dan kenangan akan seseorang yang kita cintai akan tetap tinggal. Kenangan ini akan tetap hidup selamanya di dalam hati kita.

Some people need a change somehow.

Kutipan yang sangat aku sukai dari novel ini yaitu: 

Sahabat adalah jalinan perasaan antara dua orang atau lebih yang didasari keselarasan yang tinggi, bukan hanya karena frekuensi kebersamaannya yang tinggi.

Jika pada Lukisan Hujan lebih banyak kalimat dalam bahasa Spanyol yang ditemukan, pada Imaji Terindah lebih didominasi oleh Bahasa Jepang, yang mana menjadi poin plus untukku dikarenakan aku lebih suka bahasa Jepang XP
Di luar itu, Imaji Terindah diceritakan lebih kepada interaksi antara keduanya tanpa terlalu terpengaruh dengan hingar bingar kaum socialite. Buku kedua dari seri Hanafiah ini juga lebih kecil dan jauh lebih tipis daripada buku pendahulunya sehingga dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Juga masih terdapat beberapa ilustrasi di dalam novel ini yang aku suka… ^^

Masih terdapat beberapa kesalahan penulisan yang aku temukan, seperti:

Assuming they’re just friends, why Aki seemed so

fed up with the last encounter in Automotive Club?

Yang seharusnya dituliskan:

Assuming they’re just friends, why Aki seemed so fed up with the last encounter in Automotive Club?

Tapi beberapa kesalahan penulisan ini tidak terlalu mengganggu. Imaji Terindah berhasil membuatku tidak sabar untuk membaca seri Hanafiah selanjutnya-Pesan dari Bintang-yang masih belum sampai ke kosanku 🙁

Aku berikan empat bintang untuk novel ini… ^^


Baca juga review aku tentang seri hanafiah lainnya:
https://www.aninditaayu.com/review-buku-lukisan-hujan-edisi-lama-sitta-karina/

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This