Jika kamu harus memilih, apa yang akan kamu lakukan? Akankah bertahan pada cinta ataukah berpegang pada kenyataan yang ada? Hijrah asmara, kata-kata hijrah, hijrah adalah, hijrah cinta, motivasi hijrah, pemuda hijrah, hijrah dan istiqomah, pemuda hijrah,

 

Identitas Buku:

 

Judul: Hijrah Asmara: Ketika Hati Menemukan Tambatan yang Tepat

Penulis: Madun Anwar & Sukma El-Qatrunnada

Penyunting Bahasa & Penata Letak: Feresha Ray

Ilustrasi Isi: Pangeran Katak

Desain Sampul: Tedy

Penerbit: Loka Media

Tahun Terbit: Cetakan pertama, Mei 2018

Tebal: 310 Halaman; 13 x 19 cm

ISBN: 978-602-5509-18-6

 

review novel hijrah asmara

 

Blurb:

Ara tidak mengacuhkan larangan pacaran dari orang tuanya. Ketika pelanggaran itu menuai hasil perselingkuhan yang dilakukan oleh Fatih–kekasih Ara, kini gadis itu mendapatkan pelajaran berharga tentang makna menghormati orang tua.

Kemudian, waktu membawa Ara menemukan kesejatian hidup. Tidak hanya memperoleh cinta dari sahabat lama–Denia, Ara juga bertemu dengan Arum yang mengajarinya banyak hal tentang kewajiban seorang muslimat dan juga menemukan Arman, sosok pria saleh yang dia idamkan selama ini.

Akankah cinta Ara kembali bertepuk sebelah tangan, mengingat Arman sangat tertutup perihal asmara?

 

 

Review:

 

Ini kisah tentang pendewasaan, pengorbanan, persahabatan, dan cinta.

Hubungan Ara dan Fatih yang terlihat romantis sejak mereka jadian, bahkan bisa dibilang sejak pertama kali mereka bertemu saat ospek, bukannya tanpa halangan. Kisah cinta yang Ara kira berjalan mulus ternyata tak sesuai harapan. Hubungannya yang baru seumur jagung belum juga mendapat restu oleh sang papa, berbeda dengan mama Ara yang ‘pada awalnya’ mendukung hubungan keduanya.

Ya, mendukung dengan tanda kutip, karena syarat yang diberikan sang mama tentang mempertahankan nilai kuliahnya ternyata tak bisa Ara lakukan. Dan instead of berusaha membersihkan semua masalah, Ara justru menemukan orang-orang terdekatnya menginginkan ia menjauh dari Fatih.

Sejak itu Ara mulai galau. Di satu sisi ia tak mau melepas kisah cinta yang telah ia idam-idamkan, namun di sisi lain terkuaklah bahwa Fatih tak seperti yang dikiranya selama ini. Dan di tengah keruwetan hubungan mereka, Ara mulai berkenalan dengan Arum dan Arman, kakak beradik pemilik perpustakaan Canai. Arum dan Arman memberinya banyak pelajaran hidup, bahkan dari kesederhanaan hidup mereka masih bisa berbagi dengan sesama, dalam bentuk buku-buku, yang bahkan Arum dan Arman mau repot-repot menjadi pengantar buku di pantai.

Dan tentu saja, cinta.

 

 

The Good:

 

Prolog Hijrah Asmara

 

Hijrah Asmara berkisah tentang prolog yang cukup mengentak. Ya, pembukaan cerita Ara ini cukup membuat penasaran dan membuatku ingin cepat-cepat lanjut membacanya. Lalu setelah prolog yang mengentak, cerita dilanjutkan dengan persahabatan antara perempuan pemeran utama kita itu dengan sahabat karibnya, Dania.

 

review novel hijrah asmara

 

 

Persahabatan Hijrah Asmara

 

For me, cerita pertemanan mereka itu kinda cute, dengan gestur interaksi sederhana khas dua orang teman dekat dan perbincangan santai di antara keduanya. Dania yang mau mengalah untuk tidak memonopoli Ara dan membiarkan sahabatnya itu jalan dengan Fatih–pacar baru Ara–itu mengerti banget deh dengan keinginan orang yang baru jadian: dunia milik mereka berdua, yang lain hanya mengontrak. Benar, kan?

 

 

Alur Cerita dan Premis

 

Bagaimana dengan alur penceritaannya? Alur cerita Hijrah Asmara ini maju mundur, disebabkan oleh beberapa flashback yang diselipkan pada beberapa tempat. Premisnya juga ringan serta gampang dicerna. Namun cerita cinta anak kuliahan awal, seberat apa sih yang kamu inginkan, Nin? *eh?

Karena ceritanya ringan, pertama kali aku membaca novel ini hanya butuh waktu dua jam saja. Aku ingat betul saat itu aku merasa cukup bangga, sebab beberapa waktu sebelumnya sangat susah untuk memaksa diri sendiri untuk duduk dan membaca sebuah buku hingga selesai. Dan untuk kedua kalinya membaca Hijrah Asmara ini di tengah deadline tugas dan beberapa distraksi, ternyata aku masih bisa menyelesaikannya dengan cukup cepat, thanks to kisah Hijrah Asmara yang nggak terlalu berat ini.

 

 

Karakter Hijrah Asmara

 

Ara, perempuan utama kisah kita ini karakternya cukup berkembang sejak awal hingga akhir. Yah, walaupun meski harus didahului dengan kekeraskepalaannya untuk bertahan meski kebenaran terungkap satu demi satu, aku cukup happy dengan perubahan karakternya yang perlahan tapi pasti berubah menjadi lebih baik.

Fatih, karakter ini cukup misterius menurutku. Ketika Fatih dari awal bertingkah seperti pangeran berkuda putih, namun ternyata seolah memiliki kepribadian lain, hingga menuju akhir ternyata karakternya tak juga berubah. Masih Fatih yang tak mau disalahkan, pengecut, dan pergi begitu saja. Rasanya pengin jadi netizen julid aja deh, biar bisa nyinyirin si Fatih ini, haiyah hahaha.

Oh iya satu lagi. Personally, aku merasa Arman ini too good to be true. Well, karakter Arman ini sangat lurus, nggak neko-neko, pekerja keras, sederhana, dan bertanggung jawab penuh pada adiknya, Arum.

Apalagi Arman dan Arum punya niat tulus untuk mendirikan sebuah perpustakaan guna membantu warga sekitar rumahnya agar rajin membaca, alih-alih hanya menghabiskan waktu sia-sia. Oleh karena itu aku malah jadi bertanya-tanya, Arman, kamu ada di dunia nyata nggak sih? Kalau memang ada, aku mau disisain satu dong XP.

 

review novel hijrah asmara

 

 

Pesan Moral Hijrah Asmara

 

Ada beberapa pesan moral yang aku dapatkan, yaitu:

  • Jangan terlalu percaya dengan orang yang kita kenal dari dunia maya. Bisa saja orang tersebut mengaku-ngaku menjadi orang lain dan berniat jahat pada kita. Tidak semua teman yang berasal dari dunia maya itu jahat memang, bahkan ada beberapa temanku yang menikah dengan orang yang dikenalnya dari dunia online, tapi sebaiknya kita waspada. Kata Bang Napi sih, kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, juga karena ada kesempatan.

 

  • Berbuat baik itu tidak harus menunggu kita kaya-raya terlebih dahulu. Kita bisa meniru Arum dan Arman, duo kakak-beradik yang mau repot-repot membuka perpustakaan di rumahnya sekaligus menawarkan buku-buku di pantai pada orang-orang yang ingin meminjam buku. Sederhana, tapi membekas dan berguna tentunya.

 

  • Orang tua itu tahu yang terbaik untuk anaknya. Bisa jadi kita tidak sepaham dengan orang tua, pikirkan lagi, setiap orang tua pastinya menginginkan semua hal terbaik untuk kita.

 

  • Serahkan semua kepada Allah. Well, agamaku memang tidak menganjurkan pacaran karena cenderung mendekati zina dan tentunya menghabiskan waktu sia-sia. Apalagi bila seluruh waktumu dihabiskan untuk si dia, lebih baik bila kita menjadi lebih produktif kan? Masa muda janganlah disia-siakan, lebih baik bila kita sulap waktu yang ada untuk mengerjakan hal-hal bermanfaat.

 

Karena sesungguhnya laki-laki yang baik itu untuk perempuan yang baik pula. It’s worth to wait, dan menyerahkan semuanya kepada Allah sembari kita memperbaiki diri itulah yang sebaiknya kita lakukan.

 

 

 

Novel Duet Hijrah Asmara

 

Pastinya teman-teman sudah tahu bahwa menulis duet itu tidaklah mudah. Menyatukan dua kepala dengan pola pikir yang berbeda, kegiatan dan waktu luang berbeda pula, maka cukup susah untuk berkomitmen menyelesaikan satu cerita. Aku salut sih pada kak Madun Anwar dan kak Sukma El-Qatrunnada, apalagi novel Hijrah Asmara ini merupakan hasil duet keduanya dalam event lomba menulis duet dari Loka Media.

 

 

The Bad:

 

Latar Tempat Hijrah Asmara

 

Satu hal yang cukup menggelitikku adalah latar tempat yang kurang menonjol. Singkatnya, kisah Ara ini bertempat di Lombok, darling, salah satu daerah di Indonesia dengan destinasi-destinasi wisata impian banyak orang. Sebut saja Gunung Rinjani, Pink Beach, Bukit Pergasingan, Tanjung Ringgit, Pantai Senggigi, Gili Tawang, dll. Hei, siapa sih yang tak kenal Lombok, atau setidaknya pernah mendengar nama Lombok sekali saja dalam hidupnya?

Namun dari banyaknya destinasi wisata kelas dunia tersebut, hanya Gili Sulat dan Gili Lawang yang disebutkan sebagai latar tempat saat Ara, Arum, dan Arman pergi liburan. Oh iya, tambahan view Pegunungan Rinjani dari kejauhan, itu pun dikisahkan tak terlalu mendetail, seolah tempelan belaka. Padahal aku mengharapkan adanya tuturan cerita Ara dengan indahnya suasana sekitar sehingga membuatku tak sabar untuk bisa datang langsung ke Lombok.

Ah, lagi-lagi Anin dan keinginannya untuk menjelajah.

 

review novel hijrah asmara

 

 

Tipo Hijrah Asmara

 

Satu hal yang pastinya ada di setiap novel adalah kesalahan penulisan atau yang kita kenal sebagai tipo. Adapun tipo di novel Hijrah Asmara ini tidak terlalu banyak, dua macam saja, tapi aku menemukan beberapa kali kesalahan yang sama dari awal hingga akhir cerita. Yaitu penulisan spasi dan tanda sambung (-). Tidak terlalu mengganggu sih sebenarnya.

 

Contoh:

Setelah beberapa kali mencoba yang ini dan itu, akhirnya aku memilih bluspanjang lenganberwarna biru muda, … (hal. 27)

 

Papa tidak mau membelikan aku mo-tor. (hal. 116)

 

 

Kalimat yang Terlalu Pendek

 

Di novel ini kebanyakan aku menemukan kalimat-kalimat pendek. Tidak masalah sebenarnya karena semua tergantung selera masing-masing, tapi aku lebih prefer kalimat pendek dan panjang yang digabung, sehingga penceritaan tak tergantung pada kalimat-kalimat pendek saja. Sehingga bila membacanya, aku merasakan ketegangan saat menarik napas, atau bisa jadi malah menahan napas saat ketegangan itu muncul. Ini sekadar saran sih, agar ke depannya bisa lebih baik lagi.

 

Berikut salah satu contoh kalimatnya:

 

Mungkin, kalian menganggap aku perempuan murahan karena tindakanku. Namun, aku melakukan itu karena selama ini aku telah menyimpan perasaan kepada Fatih. Kalau diingat-ingat, aku jatuh cinta pada Fatih saat baru-baru masuk kuliah. Kebetulan, saat OSPEK aku sekelompok dengan Fatih. Ia adalah laki-laki baik, ramah, murah senyum, bahkan tegas. (hal. 17)

 

review novel hijrah asmara

 

 

Detail yang Tidak Perlu

 

Aku ingat betul kata-kata seorang suhu beberapa waktu lalu, bahwa tidak semua kalimat harus kita ceritakan dengan mendetail. Memang benar, ada bagian-bagian yang harus diceritakan dengan mendetail untuk membangun suasana, namun bukan berarti semua bagian cerita harus seperti itu. Terlalu banyak detail justru membuat cerita terasa lambat.

Ada satu bagian yang sedikit membuatku terganggu, yaitu saat Fatih dan Ara nge-date di kedai es krim bernama Kedai Saranghae. Untuk itu, aku akan mengutip sedikit cuplikan dari kisah Ara ini.

 

Beberapa detik, seorang pelayan laki-laki datang. Usianya hampir sama dengan aku dan Fatih. Tingginya hampir sama dengan Fatih. Namun, kulit laki-laki ini lebih hitam ketimbang Fatih yang putih langsat. Di atas bibir laki-laki ini tumbuh kumis tipis.

 

“Mau pesan apa, Mas, Mbak?” sapanya kemudian. (hal. 33)

 

Well, jadi kutipan cerita di atas fungsinya untuk apa? Menurutku ini terlalu mendetail tanpa kegunaan yang jelas. Okelah, mungkin ingin menjelaskan bagaimana perbandingan antara fisik Fatih dan pelayan tersebut, mengingat Ara sedang dimabuk asmara dengan sang pacar. Namun aku justru merasakan kisahnya jadi terlalu lambat, sehingga mungkin lebih baik bila di-skip dan langsung saja ke kisah selanjutnya.

 

 

Penceritaan Hijrah Asmara

 

Pada blurb novel ini, disebutkan bahwa:

 

Ara tidak mengacuhkan larangan pacaran dari orang tuanya. Ketika pelanggaran itu menuai hasil perselingkuhan yang dilakukan oleh Fatih–kekasih Ara, …

 

Blurb tersebut menyebabkan ekspektasi awalku sedari awal kisah ini, tidak terlalu banyak dikisahkan tentang masa pacaran Ara dan Fatih lalu langsung berlanjut ke kisah Ara dan Arman. Namun ternyata hampir setengah novel yang tebalnya 310 halaman ini berkisah tentang kegalauan Ara memutuskan putus atau tidak dari Fatih. Gimana kalau udah mau nikah sama yang lain nanti, Ra? Udah deh, capek sendiri kalau nggak mau move on. Jadi yuk, mari kita move on sama-sama *kibas jilbab.

 

 

 

Quote Favorit

 

Ini dia beberapa quote favoritku dari novel Hijrah Asmara:

 

Kecewa. Hal yang memang terasa sakit. Bayangkan, jika kamu percaya pada seseorang, dan harapanmu sangat tinggi terhadapnya. Namun, karena ketidakmampuan seseorang itu, atau bisa saja karena sebab lain, ia membuatmu kecewa. Apa yang kamu rasa? Sakit? (hal. 62)

 

Rasa sedih pasti ada. Namun, ia selalu mengingat pesan ibunya bahwa kesedihan itu tidak akan berakhir jika kita sendiri tidak mengakhiri itu semua. Kehidupan itu tetap berjalan. Jadi, perbaiki hidup dan berusaha tegar untuk menjalani hidup. (hal. 165)

 

Disakiti oleh orang terkasih, mungkin saja akan lebih mudah disembuhkan ketimbang luka yang diberikan oleh sahabat. (hal. 189)

 

“Kamu tahu Ara, Papa tidak pernah melarang kamu pacaran. Hanya saja, Papa memang tidak menginginkan kamu pacaran. Ada saatnya kamu benar-benar harus memikirkan hal lain. Ada banyak hal lain yang kamu lakukan dan tentunya lebih bermanfaat. (hal. 208)

 

Hal yang tidak bisa dimaafkan adalah membuat orang terluka. Namun, tahukah kamu bahwa Yang Kuasa selalu memaafkan hamba-Nya? (hal. 230)

 

Kesimpulan:

 

Novel Hijrah Asmara ini cukup ringan dan bermanfaat untuk dibaca di saat waktu luang, sembari menunggu hujan reda, atau di sela-sela kegiatan kita. Ceritanya pun apik dan membuat kita penasaran hingga ke akhir. A good book to read, indeed. kata-kata hijrah, hijrah adalah, hijrah cinta, motivasi hijrah, pemuda hijrah, hijrah dan istiqomah, pemuda hijrah, hijrah asmara

 

Rating: 3,5 dari 5 bintang.

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This