I’m in love with Nana dan Leo sejak 17 Years of Love Song, dan ketika akhirnya bisa membaca kelanjutan kisah Leo–kali ini dengan Lena, anak perempuan Leo dan Nana–dalam Years After itu rasanya seperti dikembalikan ke beberapa tahun lalu, saat aku membaca 17 Years of Love Song.

 

 

 

Identitas Buku Years After:

 

 

Judul: Years After

Penulis: Orizuka

Penyunting: Nur Aslah

Perancang sampul: Zariyal

Penata letak: Heru Tri Handoko

Penerbit: Puspa Populer

Tahun terbit: Cetakan pertama, 2018

Tebal: 266 halaman; 19 cm

ISBN: 978-602-214-013-9

 

 

years after

 

 

 

Blurb Years After:

 

 

Pingsan di hari pertama MOS jelas bukan cara yang Lena inginkan untuk memulai masa putih abu-abunya. Apalagi untuk kesan pertama yang baik jika ia ingin diterima The Regals, klub bisbol di sekolah barunya itu. Dan yang lebih parahnya lagi, penolongnya tak lain adalah Segara, bintang utama tim bisbol SMA Menara Bangsa.

Berkat bantuan Jessa, ketua tim sofbol putri, Lena berhasil selangkah lebih dekat dengan mimpinya. Diterima jadi manajer tim, mendapat seorang sahabat, dan sosok wanita yang mampu mengisi kekosongan hatinya. Sayangnya, tak seperti kisah dalam dongeng, semuanya tidak berjalan lebih mudah sejak itu. Puncaknya adalah ketika teman-temannya merayakan hari ulang tahun Lena. Hari yang tak pernah lagi Lena rayakan sejak tiga tahun lalu.

Mama… saat itu, Lena ingin menyerah.

Lena hanya ingin menyerah.

Bolehkah Lena menyerah?

 

 

 

Review Years After:

 

 

Buku baru yang terpajang di toko buku dengan nama Orizuka sebagai penulis di kovernya, berarti bakal auto beli. Kalau nggak saat itu juga, berarti nanti pada saatnya tiba bakal dibeli kok. Dan itulah yang terjadi pada Years After. Setelah menunda beberapa lama, akhirnya beli ebook-nya juga di Playstore. Bhaique, yang penting bisa dibaca kan, HAHAHA.

 

Nana, saat itu, aku hancur. Aku benar-benar hancur dan tak bersisa. Isi kepalaku hanya dirimu, dan tak ada yang lain.

Nana, aku begitu mencintaimu sampai rasanya menyakitkan.

-17 Years of Love Song-

 

Sejujurnya, dulu aku sempat tidak tertarik membaca 17 Years of Love Song, karena kovernya terlihat kinda not my cup of tea. Tapi karena ini Orizuka, for God’s shake, tentu saja aku harus baca. Dan ya, seperti yang orang-orang katakan, jangan melihat buku dari kovernya. Justru 17 Years of Love Song berhasil menjadi salah satu novel terbaik dari Orizuka, tentu saja versi Anin, ya.

Lalu muncullah sekuelnya, Years After, meski bisa dibaca tanpa harus membaca 17 Years of Love Song terlebih dahulu. Bila pada 17 YoLS kisahnya berfokus pada Nana, kali ini cerita beralih pada Lena, putri Nana dan Leo.

 

 

years after

Years After by Orizuka

 

 

Years After dibuka dengan Lena yang mendatangi makam ibunya sendirian, pada ulang tahunnya yang ketujuh belas. Ya, Nana sudah meninggal tujuh belas tahun lalu, tepat pada hari Lena dilahirkan. Lena sekarang sudah masuk SMA Menara Bangsa. Namun fisiknya yang lemah, membuatnya tak mampu mengerjakan banyak hal-hal berat, meski ia sangat ingin menjadi manajer klub bisbol.

 

 

The Good:

 

Nggak usah diragukan lagi deh kalau novel-novelnya Orizuka. Udah pasti bagus! Years After memang novel roman remaja, tapi bukan berarti sekadar cerita cinta-cinta monyet belaka, yang mana kerjanya cuma pacaran, galau, putus, repeated. Nggak, ini lebih dari itu.

Cerita cintanya lebih dewasa, mulai dari hubungan kasih sayang orang tua ke anak, perasaan kehilangan, merelakan, bertumbuh dewasa, persahabatan, dan pengorbanan. Mulai dari Leo-Lena, Lena-Regina, Leo-Regina, Lena-Segara, Lena-Zara, Segara-Jessa, Lena-Jessa, Lena-tim sofbol-tim bisbol. Ah, begitu kompleks, begitulah kisah-kisah dari Orizuka. Bahkan aku yang jelas-jelas bukan anak putih abu-abu ini pun mengakui, bahwa Lena ini lebih dewasa ketimbang usianya.

Lalu, mengenai bisbol. Leo adalah mantan pemain atlet bisbol, membuat Lena terobsesi pada olahraga satu itu. Namun fisiknya yang lemah membuat Lena hanya bisa menjadi seorang manajer bisbol sekaligus sofbol, omong-omong, klub bisbol inilah yang membuatnya masuk ke SMA Menara Bangsa. Ya, grup bisbolnya itu.

Di titik ini, apa sih yang kita harapkan dari novel dengan kisah bisbol di dalamnya? Ya, bagaimana bisbol dimasukkan ke dalam jalan cerita. Dan yeah, seperti novel-novelnya yang lain, kali ini lagi-lagi Orizuka berhasil mengeksekusinya dengan apik. Aku yang buta akan dunia bisbol mampu untuk mengikuti kisah Lena dalam sekali duduk.

 

 

years after

 

 

 

The Bad:

 

Yang kurang aku suka dari novel ini adalah karakter Lena yang cengeng, ha! Yaaaa walaupun pada akhirnya aku mengerti alasannya Lena bersikap begitu. Karena kehilangan itu sesungguhnya tak pernah mudah untuk dilalui. Lalu, aku butuh cerita lanjutan dari Lena dan Gara (kisah asmara, mungkin?). Atau cerita sedih-sedihan juga boleh, AHAHA. Semoga bakalan ada sekuelnya. Me want more! XP

 

 

 

Quote Favorit

 

Mama… saat itu, Lena tidak bisa menghentikan diri sendiri untuk bertanya-tanya.

Apakah Papa bahagia?

Apakah memang seharusnya Lena tidak pernah ada?

Hari ketika kamu lahir adalah hari ketika aku terselamatkan.

Terima kasih karena telah dilahirkan.

Sekarang, giliranku untuk berjuang.

 

 

Kesimpulan:

 

Nggak usah panjang-panjang lah, Years After is definitelly a really good book to read.

 

 

Rating: 4.5 dari 5 Bintang

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This