1. 2017, Sebuah Refleksi
  2. Wisata Pantai Impian di Yogyakarta
  3. Mengulas Tentang Perbedaan Antara Jaket Kulit Wanita Asli dan Sintetis
  4. Membuka Usaha dengan Modal Hanya 5 Juta, Bisa!
  5. Sepuluh Tips agar Tetap Cantik Saat Traveling
  6. Wanginya Kehangatan Bunda dan Minyak Telon Quufy
  7. Zenfone 6 Murah Anda Lemot? Legakan Memori Internal dengan Cara Ini Agar Kinerja Bisa Semakin Maksimal!
  8. Gembira bersama Prudential dan AnDik Lapas Anak Tangerang
  9. Belajar secara Menyenangkan lewat Smartphone? Ruangguru aja!
  10. 60 Tahun Perjalanan Astra dan Kontribusi Sosial untuk Indonesia
  11. Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah secara Tepat dan Akurat
  12. Sentuhan Cinta Ibu dan Tempra, Sembuhkan Anak dari Sakit
  13. Terbang dengan Pesawat Sriwijaya Air dan Nikmati Pesona Lain dari Danau Toba
  14. My 2018 Resolution: Tahun Baru, Semangat Baru bersama Theragran-M
  15. [Review Novel] Angel in the Rain – Windry Ramadhina
  16. DIY Origami Pembatas Buku
  17. Madu Vitabumin Penjaga Daya Tahan Tubuh Anak, Ada di Mana-mana
  18. Voucher Diskon Bukalapak bisa Dimanfaatkan oleh Siapa Saja
  19. Tips Belanja Hemat ala Perempuan Cermat
  20. Padu Padan Boots untuk Muslimah ala Dian Pelangi
  21. Berkaca pada Usia, Apa yang Pemuda Berikan untuk Negara?
  22. Kenapa Menulis di Blog?
  23. Cinta dan Muara Kehidupan
  24. Jatuh Cinta pada Dunia Fana yang Melenakan
  25. Cara Allah Menegur Kita
  26. O’Chicken, Organik Fried Chicken Halal yang Bikin Ketagihan
  27. Resep Simpel Anti Telat Masuk Kantor Ala Salimah Food
  28. Jeruk Kalamansi, Sang Produk Unggulan Bengkulu
  29. Perilaku Mengedepankan Gengsi
  30. Solusi Nabung Untung dengan SOBATKU
  31. Ingin Buka Bisnis? Yuk Pelajari Dulu Resikonya!
  32. Realita Kids Zaman Now, Ada Apa?
  33. Liburan ke Luar Kota, Mengapa dijadikan Liburan Impian?
  34. Kopi Gading Cempaka, Oleh-Oleh Khas Bengkulu
  35. Asuransi Jiwa, Seberapa Penting?
  36. Tentang Poligami, Siapkah jika Suami Menikah Lagi?
  37. Menelusuri Warisan Sejarah di Bengkulu
  38. Kemerdekaan dan Kebebasan Berpendapat
  39. Layanan AC Terlengkap di Central Elektro Bengkulu
  40. Yuk ke Pulau Tikus bareng Koperasi Jasa Sapta Pesona Wisata!
  41. Happy Birthday, Blogger Bengkulu!
  42. Kenapa dari Domain Gratis Berubah menjadi Domain Berbayar?
  43. Disclosure
  44. Menari di Bawah Hujan
  45. [Asean Trip 2016] We’re Going to Siem Reap Cambodia!
  46. [Asean Trip 2016] Catch up di KLIA 2 Kuala Lumpur Malaysia
  47. [Asean Trip 2016] Akhirnya Resmi Jadi Anak Ilang Lagi! Welcome to Kuala Lumpur Malaysia!
  48. Sitemap
  49. Hey, I Miss You. I Just Can’t Tell You.
  50. Mai Kuraki – Koi ni Koishite
  51. Mai Kuraki – Secret of My Heart
  52. [Review Film] Melbourne: Rewind The Movie
  53. Nanowrimo Challenge, Day 1
  54. Tentang Cerita Sederhana
  55. Dari Anakmu yang Selalu Rindu
  56. Kenapa Harus Pergi?
  57. Rindu Itu Nyata
  58. Belajar Memahami Karakter Orang Lain
  59. Kepada Rindu yang Membelenggu
  60. [Review Buku] Purple Eyes – Prisca Primasari
  61. Izinkan Aku
  62. Bisakah Kita Kembali ke Masa Lalu?
  63. [Review Buku] All You Need is Love – Fakhrisina Amalia
  64. [Review Buku] Heartling – Indah Hanaco
  65. Jika Nantinya Jarak itu Tiba
  66. Seandainya, Suatu Saat Nanti
  67. Merindu Langit Biru
  68. Aku Pernah Jatuh Cinta
  69. Menghitung Rindu
  70. Ada
  71. [Review Buku] Friends Don’t Kiss – Syafrina Siregar
  72. Kepada Tuan yang Tidak Sempurna #2
  73. [Review Buku] Not A Perfect Wedding – Asri Tahir
  74. Tentang Rindu
  75. [Review Buku] 11 Jejak Cinta Kumpulan Cerpen Teenlit
  76. Kamu (Jangan Pernah) Kembali
  77. [Review Buku] Holland, One Fine Day in Leiden – Feba Sukmana
  78. Like Rain, I Fell for You
  79. [Review Film] TV Movie Radio Rebel
  80. Hati Ini – Nabilah JKT48 (OST. Sunshine Becomes You)
  81. [Review Film] Sunshine Becomes You The Movie
  82. [Review Buku] Sincerely Yours – Tia Widiana
  83. [Review Film] Negeri Van Oranje The Movie
  84. [Review Buku] Promises, Promises – Dahlian
  85. [Review Film] Single – Raditya Dika
  86. [Review Buku] Negeri Van Oranje – Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
  87. [Review Buku] Baby Proposal – Dahlian dan Gielda Latifa
  88. Note to Myself
  89. (Bukan Ucapan) Selamat Hari Ibu, Ibu
  90. Super Random Post
  91. Kangen
  92. [Review Buku] Travel in Love – Diego Christian
  93. Semua Hal Terjadi Karena Sebuah Alasan
  94. Hanya Raga Tanpa Jiwa, Tanpa Hati
  95. Mencintaimu, Sesulit Itu.
  96. Kepada Tuan yang Tidak Sempurna
  97. Tik.
  98. [Review Buku] I Remember You – Stephanie Zen
  99. [Review Novel] Memori – Windry Ramadhina
  100. [Review Buku] Manga Gals – Mihona Fuji
  101. #NulisRandom2015 – 2
  102. #NulisRandom2015 – 1
  103. Confident – Demi Lovato
  104. [Review Film] Maze Runner: The Scorch Trials
  105. [Review Buku] Unplanned Love – Jenny Thalia Faurine
  106. What Does Traveling Means to Me?
  107. Something that Comes in My Mind
  108. Tentang Pindah dan Rasa Kehilangan
  109. [Review Film] Catatan Akhir Kuliah The Movie
  110. Sail Tomini 2015
  111. Buku dan Passion
  112. Desa Pondok Kelapa, Memperingati KKN Dua Tahun yang Lalu
  113. Pergi
  114. [Review Buku] Sunshine Becomes You – Ilana Tan
  115. Diam
  116. [Review Buku] Imaji Terindah – Sitta Karina
  117. [Review Buku] Lukisan Hujan (Edisi Lama) – Sitta Karina
  118. [Review Buku] Even If It Kills Me Diet Abis-abisan – Dorothy Joan Harris
  119. [Review Buku] Kencana – Sitta Karina
  120. [Review Buku] Koala Kumal – Raditya Dika
  121. Daftar Buku yang Telah Dibaca (Selalu Update)
  122. Aku Terjaga
  123. Aku Meragu
  124. Hujan Malam Ini.
  125. [Review Buku] Dirty Little Secret – AliaZalea
  126. Warrior – Demi Lovato
  127. Running Man di Indonesia! Asian Dream Cup 2014!
  128. [Review Buku] SeoulVivor – Lia Indra Andriana & Tatz
  129. Perbaikan Tugas 2 E-Commerce – Artikel If-Else
  130. Tugas 4 Ecommerce – Artikel Pemrograman Intenet dan E-commerce
  131. Tugas 4 Ecommerce – Pengalaman di Teknik Informatika Universitas Bengkulu
  132. Google Removes .CO.CC Subdomains Over Phishing, Spam Concerns
  133. Secrets in the Keyboard Shift Key Functions
  134. The Risk of Working in the IT World
  135. About Me
  136. Portfolio
  137. IU 바다가 기억하는 얘기 (Memories of the Sea)
  138. #forlife Writing Project
  139. For The Love Of A Daughter
  140. Believe In Me – Demi Lovato
  141. I Miss You – Miley Cyrus
  142. Just For My Mom
  143. #dearpapa


Judul: Negeri Van Oranje (e-book)

Penulis: Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana 
Penerbit: Bentang 
Tahun Terbit: Cetakan Kesepuluh, Mei 2011 
Tebal: 478 Halaman 
ISBN: 978-979-1227-58-2 
Rating: 4/5 

Sinopsis: 

Kata siapa kuliah di luar negeri itu gampang? Perkenalkan Lintang, Banjar, Wicak, Daus, dan Geri. Lima anak manusia terlahir di Indonesia, terdampar bersekolah di Belanda demi meraih gelar S2. Mulai dari kurang tidur karena begadang demi paper, kurang tenaga karena mesti genjot sepeda berkilo-kilo meter bolak-balik ke kampus setiap hari, sampai kurang duit hingga terpaksa mencari pekerjaan paruh waktu; semua pernah mereka alami.

Selain menjalani kisah susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa, mereka juga menjalin persahabatan dan berbagi tip bertahan hidup di Belanda. Mereka pun bergelut dengan selintas pertanyaan di benak mahasiswa yang pernah bersekolah di luar negeri: untuk apa pulang ke Indonesia? Dalam perjalanan menemukan jawaban masing-masing, takdir menuntut mereka memiliki keteguhan hati untuk melampaui rintangan, menggapai impian, serta melakukan hal yang paling sulit: the courage to love!

Novel ini ditulis dengan gaya lincah, kocak, sekaligus menyentuh emosi pembaca. Kita juga akan diajak berkeliling mulai dari Brussel hingga Barcelona, mengunjungi tempat-tempat memikat di Eropa, dan berbagi tip berpetualang ala backpacker.

—————————————————————————————————————————
 
Well, baru kesampaian baca novelnya sekarang. Padahal udah sering banget liat novel ini wara-wiri di Gramedia.
 
Let’s check my review about this novel! ^^
 
Tersebutlah lima orang mahasiswa asal Indonesia yang terdampar melanjutkan kuliah S2-nya di negeri kompeni Belanda.
 
Merekalah Lintang, Daus, Geri, Banjar, dan Wicak. Lima orang dengan kepribadian jauh berbeda yang dipersatukan karena nasib mempertemukan mereka. Alhasil mereka masuk dalam geng bernama AAGABAN (Aliansi Amersfort Gara-Gara Badai di Netherland). Ini nama geng-nya benar-benar koplak hahaha.
 
Adalah Anandita Lintang Persada, mahasiswa Universitas Leiden. Satu-satunya cewek di antara mereka berlima. Lintang memiliki karakter melentang melenting ke sana ke mari alias tidak bisa diam. Sejak kecil Lintang pandai memasak dan menari, namun ia juga senang memanjat pohon dan menggergaji. Guru tari Lintang malah menuduh Lintang menelan ulat pohon jambu hiduphidup karena tidak pernah bisa diam, yang mana tuduhan itu dibenarkan oleh ibu Lintang, haha. Memiliki obsesi mendapatkan suami bule, namun kisah cintanya tidak pernah berhasil. Lantas saat ibunya memberi dokumen polis asuransi atas namanya yang disiapkan untuk pernikahan Lintang, Lintang malah menggunakan dana tersebut untuk melanjutkan program master di bidang European Studies.
 
Adalah Irwansyah Iskandar alias Banjar, seorang anak saudagar bawang yang telah sukses berkarir di industri rokok Indonesia. Ia rela meninggalkan kemewahan yang telah mampu ia cecap hanya karena taruhan dengan temannya. Dan di Belandalah akhirnya Banjar terdampar di sekolah bisnis ternama.
 
Adalah Wicak Adi Gumelar yang memiliki kegemaran akan hutan dan lingkungan. Idealismenya membuat Wicak menerjunkan diri untuk menyelidiki illegal logging di Indonesia. Wicak hampir terbunuh, hingga untuk menyelamatkan Wicak dikirimlah ia ke Belanda dengan kedok mengambil S2.
 
Adalah Firdaus Gojali Muthoyib bin Satiri, cucu kesayangan sang engkong. Cita-citanya menjadi seorang pengacara ditentang oleh engkongnya, hingga ia banting setir kerja di Departemen Agama hanya karena seorang wanita. Mirisnya, wanita tersebut tak lama meninggalkannya untuk menikah dengan orang lain. Kesempatan beasiswa STUNED (Studeren in Nederlands) langsung diambilnya.
 
Adalah Garibaldi Utama Anugraha Atmadja, anak dari jurangan bus AKAP yang menjadi orang kaya baru alias konglomerat kecil. Berbeda dengan nasib keempat anggota AAGABAN lainnya, nasib Geri adalah yang paling lumayan bagiku 😛
 
Mereka berlima ini dipertemukan saat badai di Amersfort. Karena kretek alias rokoklah mereka bertemu. Yeah, rokok, *malesin banget sih sebenernya, tapi gapapa lah, masih bisa ditoleransi, secara novel ini bercerita tentang mahasiswa S2, yang mana berarti sudah dewasa dan bisa memilih keputusannya masing-masing. Banjar yang terjebak di Amersfort merasa frustasi karena kehabisan rokok. Rokok di Belanda merupakan benda mahal jika dibandingkan dengan harga rokok di Indonesia. Udahlah terjebak, kehabisan rokok pula, membuat Banjar berteriak. Saat itulah ia bertemu dengan Wicak yang menawarkannya rokok linting sendiri. Lalu mereka berdua bertemu dengan Daus yang ikut-ikutan merokok. Lantas  mereka bertemu Geri yang memberi mereka rokok dari Indonesia. Saat mereka asyik merokok, datanglah Lintang. Ya, pertemuan yang tak disengaja karena terjebak badai di Amersfortlah yang mendekatkan mereka.
 
Karakter kelima orang yang sangat berbeda jauh ini malah membuat novel ini berwarna. Diceritakan dengan gaya kocak namun tidak garing, justru menjadi daya tarik novel ini. Juga dengan adanya footnote dengan gaya koplaknya ini justru membuat pembaca terhibur.
 
Apa yang kamu cari dari membaca novel ini? Cerita tentang persahabatan? Cerita cinta? Tip bagaimana survive kuliah di luar negeri? Tip backpacker? Semuanya ada. Beragam tip diberikan pada novel ini. Ya, paket komplit, semuanya diceritakan dengan apik.
 
Cerita pada novel ini berfokus pada persahabatan mereka, yang tidak bisa dipungkiri memang cukup manis. Dengan penggambaran bagaimana para mahasiswa yang baru meninggalkan orang tua, sehingga mereka ingin mencoba hal-hal yang selama ini mungkin tabu untuk mereka lakukan. Juga dengan obrolan para lelaki yang sedikit… yah sebut saja tidak lain dan tidak bukan mengenai wanita. Dengan bumbu kisah cinta, keseluruhan cerita dikisahkan dengan cukup baik.
 

Cerita yang diselipkan dengan berbagai kebiasaan-kebiasaan orang Belanda menambah preferensi kita. Hanya dari novel ini aku mengetahui bahwa Belanda juga dalam masa memperjuangkan kemerdekaan negaranya pada saat mereka menjajah Indonesia. Lumayan untuk menambah pengetahuan.. ^^

 

Tapi mungkin karena terlalu tebal, aku malah sedikit mengantuk saat membacanya. Mungkin pengaruh kurang tidur sih. Tapi walaupun beberapa kali terhenti, namun aku tetap membaca novel ini.
Untuk typo, aku menemukan beberapa kesalahan penulisan pada novel ini. Juga aku menemukan adanya ketidakkonsistenan penulis pada kata ganti diri, di mana penulis menggunakan aku dan gue secara bersamaan. Misalnya:
 
Nggak lihat, tuh. Tapi kalau nanti muncul di tempatku, pasti gue kabarin.
Untuk ending, cerita diberikan twist yang cukup apik. Dari awal aku menyangka Lintang akan ended up with Geri. Geri yang digambarkan begitu lembut, manis, ganteng, perhatian, juga tak bisa dipungkiri: tajir alias berduit. But, I was wrong at all. Silakan tebak sendiri ya, aku ga akan cerita panjang lebar karena menghindari terlalu banyak spoiler… ^^
 

Untuk penggambaran setting, para penulis mampu menggambarkan dengan sangat baik. Hingga pembaca bisa membayangkan bagaimana situasi yang terjadi serta lingkungan yang melatarbelakangi cerita. Begitu pula, dengan penggambaran backpacking kelima sahabat ini. It’s just look so real. It feels like they’re a real backpacker.

Aku sangat menyukai bagaimana mereka menggambarkan seorang backpacker pada novel ini. Bukan sekedar backpacker gaya-gayaan seperti salah satu novel yang pernah aku review dulu.

Backpacker. Keempat anak muda itu sepakat bepergian dengan pola backpacker traveler. Bukan sekedar bermodalkan ransel punggung besar sebagai ganti koper dorong, backpacker lebih merupakan filosofi dan ideologi tersendiri yang punya kedudukan suci di kalangan turis. Orang boleh mencela para “turis kere” atau “bule melarat” seperti yang banyak terlihat di Jalan Jaksa Jakarta. Namun, di balik itu diperlukan banyak perencanaan matang dan perhitungan anggaran yang masak.
Seorang backpacker pergi dengan anggaran seminim mungkin tetapi berupaya meraih pengalaman berwisata semaksimal mungkin. Ransel punggung alias backpack bukan sekadar lambang namun punya sejumlah kelebihan antara lain: praktis untuk bergerak, tidak membutuhkan porter, dan tentunya menghemat biaya bagasi karena bisa masuk kabin pesawat. Jangan salah, perusahaan penerbangan memang mancari keuntungan salah satunya dari jumlah bagasi yang perlu di-check-in.
Backpacker sejati pantang memboroskan anggaran untuk penginapan, transportasi, dan makanan. Ia akan memilih berbagi bangsal dengan enam orang turis lain di sebuah youth hostel murah ketimbang mengeluarkan uang lebih untuk tinggal di hotel. Beberapa hostel juga menyediakan fasilitas dapur sehingga para backpacker bisa memasak sendiri ketimbang jajan di restoran. Sudah barang tentu, mi instan menjadi menu andalan pelancong Indonesia saat bertandang ke kota-kota Eropa yang terkenal mahal. Selain memilih transportasi lokal kelas ekonomi, backpacker bahkan tak segan melambaikan tangan di pinggir jalan, mencari tumpangan supir truk untuk menghemat ongkos.
Dalam memilih cara berwisata, kurang lebih serupa. Mereka akan memilih objek wisata yang tidak mengeluarkan banyak uang. Termasuk meminimalisasi belanja suvenir mewah. They are buying experience. Karena pengalaman tidak bisa dicuri. Barang dapat hilang sedang pengalaman tak pernah lekang. Sebenarnya, alasan paling utama, belanja barang bisa bikin ransel penuh, malah bikin repot. Sedangkan belanja pengalaman tidak.
 
Membaca novel ini malah semakin menambah keinginanku untuk mencari beasiswa kuliah ke luar negeri. Semoga suatu saat keinginan kecilku ini bisa terwujud, amiiin! Dan juga menambah kerinduan akan backpacking. Semoga tahun depan bisa pergi backpacking lagi. Wish me luck everyone!
 
Overall, aku suka novel ini. Novel ini mampu bercerita dengan manis. Aku berikan empat bintang untuk novel ini… ^^
 
 
Tags: ,
Lulus dari Teknik Informatika, namun tidak bisa lepas dari novel dan sastra. Menulis tentang traveling, review buku, review film, coret-coretan pribadi, jurnal absurd, serta hal-hal random.

Related Article

Behind This Blog

Behind This Blog

Hello!
Aku Anindita Ayu, seorang penggila sastra yang bermimpi untuk menjelajahi dunia.
Pink Passport adalah rumah keduaku.

For business inquiries, please email me at aninditaayu.p@gmail.com

Thanks for stopping by!

MY OTHER BLOG

Archives

Community

Community

# # # #
 
 
 
error: Content is protected !!