Sumber gambar: http://kulihatkurasakudengar.wordpress.com

Aku masih tidak percaya pandanganku 
Kamu berdiri di sana, di hadapanku 
Dengan wajah kuyu dan tatapan sendu 
Kamu, yang telah lama berlalu 

Lingkar hitam di bawah matamu itu nyata 
Wajah yang semakin kehilangan cahayanya 
Ekspresi lelah seolah menyerah 
Setelah berjuang namun kalah 

Rindu ini menyesakkan 
Dengan pelan dan menyakitkan 
Membuat luka 
Menggerogoti jiwa 

Aku tergugu 
Kamu masih tegak di sana 
Menungguku tanpa tahu waktu 
Layaknya yakin aku maafkan semua 

Terlalu banyak kenangan di antara kita 
Sedih, susah, duka 
Bahagia pun pernah kita cecap bersama 
Berdua merajut asa 

Kamulah sang imaji terindah 
Hiasi mimpi-mimpi malamku 
Kamulah hadiah dari Allah 
Bagian tak terpisahkan dari diriku 

Lalu kamu menghilang 
Layaknya pelangi yang datang 
Indah, namun hanya sesaat 
Memerangkap jiwa, membuatku tersesat 

Kini kamu kembali 
Setelah hari-hariku terpenjara sunyi 
Lantas untuk apa kamu datang lagi 
Jika aku tetap merangkai sepi? 

Pergilah, aku bukan tempatmu pulang 
Persinggahan sementara saat kau berpetualang 
Aku bosan terus menata hati 
Hati yang kau sakiti, lagi dan lagi.

– Iya tulisan ini masih aneh kok. Udah bulan Februari, tapi masih belum juga serius mengerjakan resolusi yang sudah dirancang dari akhir tahun lalu. Salah satunya adalah belajar nulis lagi. Namun rupanya setan malas masih saja menang. Sepertinya memang aku harus memaksa diri untuk kembali menulis. –
 
error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This