Sejak pertama kali diumumkan pasien penderita corona virus atau Covid-19, hingga kini masih belum bisa diketahui kapan pandemi ini akan berakhir. Setiap harinya kasus positif terus bertambah, dengan jumlah yang tak pernah kurang dari seribu kasus, hingga mencapai lebih dari dua ribu orang per harinya. Tak heran bila grafik penderita terus bertambah, sementara di negara lain pandemi ini sudah mulai memasuki gelombang kedua. tips menabung

Apalagi pandemi ini berimbas kepada seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga ekonomi. Sudah beberapa negara memasuki masa resesi karenanya, sebut saja Singapura serta Korea Selatan. Indonesia pun kini berhadapan pula dengan ancaman resesi, sebab pertumbuhan ekonomi triwulan II kita adalah -5.38%. Belum bisa dikatakan resesi memang, namun bila triwulan III masih minus juga, maka kita harus say hello pada resesi.

 

 

tips menabung

 

 

Beberapa bulan ini saja rasanya sudah berat, bagaimana bila memang nantinya benar-benar terjadi resesi? Maka kita harus melakukan persiapan, seperti menabung dan berinvestasi. Kali ini aku akan berbagi tips menabung dan investasi di masa pandemi ala Anin, ada apa saja?

 

 

 

 

10 Tips Menabung dan Investasi di Masa Pandemi, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

 

 

 

Tips Menabung dan Investasi: Siapkan Dana Darurat

 

Hal pertama yang harus disiapkan sebelum menabung dan berinvestasi adalah menyiapkan dana darurat terlebih dahulu. Ini yang ditekankan oleh beberapa financial planner yang kupelajari beberapa bulan ini. Situasi seperti sekarang ini bukannya mudah, oleh sebab itu dana darurat sangatlah penting di tengah semua ketidakpastian.

Dana darurat memberikan kita rasa aman, sebab bila terjadi situasi darurat dan mendesak maka kita tak harus kebingungan karena tak bisa memenuhi kebutuhan. Misalnya kehilangan pekerjaan, membiayai pengobatan yang tak terkover oleh asuransi, kerusakan mendadak pada alat transportasi yang dimiliki, atau kehilangan laptop sebagai alat untuk bekerja. Satu hal yang harus diingat, bila terpaksa menggunakan dana darurat, kita harus segera menggantinya.

 

dana darurat

Tips menabung dan investasi yang pertama: siapkan dana darurat.

 

Bagaimana menghitung dana darurat? Tentu saja berbeda untuk setiap orang karena tergantung pada kebutuhannya (single, menikah tanpa anak, dan menikah dengan anak). Secara garis besar, biasanya perhitungan dana darurat adalah sebagai berikut:

Single: minimal 6 x kebutuhan bulanan

Menikah tanpa anak: minimal 9 x kebutuhan bulanan

Menikah dengan anak: minimal 12 x kebutuhan bulanan

Sebagai contoh: misalnya kebutuhan bulananku adalah 2 juta, dan karena aku belum menikah dan belum punya tanggungan, maka dana darurat minimal yang harus dipersiapkan adalah 6 x 2 juta = Rp 12 juta, tentu saja lebih banyak itu lebih baik.

 

 

Siapkan Dana untuk Kewajiban dan Kebutuhan

 

Setelah dana darurat terpenuhi, tips menabung dan investasi yang kedua adalah menyiapkan dana untuk kewajiban dan kebutuhan. Kewajiban, misalnya: utang cicilan rumah, mobil atau motor, modal usaha. Sedangkan kebutuhan, misalnya: biaya pendidikan anak; kehidupan sehari-hari; transportasi; biaya bulanan seperti listrik, air, dan wifi; hingga pulsa.

 

tips menabung

Buat list kewajiban dan kebutuhan, lalu siapkan dananya.

 

Bagaimana membedakan kewajiban dan kebutuhan? Simpelnya sih, bila kewajiban tidak dipenuhi seperti tidak membayar cicilan rumah, akan ada konsekuensi berat yang akan kita tanggung misalnya rumah tersebut disita. Sedangkan kebutuhan, misalnya saja pulsa dan wifi, bila tidak kita penuhi kita akan tetap bisa melanjutkan hidup meski akan ada konsekuensi ringan, seperti pekerjaan akan terganggu.

 

 

Siapkan Asuransi

 

Asuransi pun tak kalah penting sebagai proteksi atas diri dan anggota keluarga. Setidaknya kita harus punya asuransi kesehatan serta asuransi jiwa khusus untuk pencari nafkah dalam keluarga. Mengapa? Sebab asuransi berfungsi sebagai perlindungan finansial.

Seandainya kita sakit parah atau kecelakaan sehingga harus dirawat dan butuh dana yang lumayan banyak, maka ada asuransi kesehatan yang akan membantu mengkover biaya tersebut. Asuransi jiwa juga memberikan perlindungan kepada anggota keluarga bila si pencari nafkah meninggal. Toh, tak ada dari kita yang tahu masa depan akan seperti apa, entah itu sakit, kecelakaan, hingga meninggal dunia, makanya asuransi itu diperlukan.

 

 

tips menabung

Menabunglah di rekening yang susah diambil agar tidak tergoda untuk mengotak-atiknya.

 

 

 

Tips Menabung: Menabung di Rekening yang Susah Diambil

 

Setelah tiga tips menabung di atas terpenuhi, maka kini kita saatnya kita masuk ke part menabung. Sisihkan sejumlah dana per bulannya untuk ditabung di rekening yang berbeda dengan pos lain. Agar tidak mudah diganggu, maka sebaiknya menabunglah di rekening yang susah diambil.

Yang gimana sih, Nin? Misalnya saja di rekening tanpa kartu debit, atau bila tetap menggunakan kartu debit, carilah rekening di bank yang ATM-nya tidak tersebar di mana-mana, sehingga butuh perjuangan untuk mengambil uangnya. *secara kalo pake ATM bersama sering-sering kan mayan yak, kena biaya admin Rp 6.500 sekali tarik XP

 

 

Tips Menabung: Manfaat Tabungan Rencana

 

Kalau misalnya teman-teman agak susah untuk menabung seperti aku, maka tips menabung yang dibutuhkan adalah memaksa diri untuk menabung setiap bulannya. Caranya adalah dengan membuat tabungan rencana atau yang juga dikenal sebagai tabungan berjangka. Dengan tabungan rencana ini, pada setiap bulannya sejumlah dana akan didebet secara otomatis ke rekening tersendiri.

 

tips menabung

Ketimbang nabung lalu diambil uangnya, punya tabungan rencana bisa membantumu loh.

 

Tabungan rencana ini tidak bisa diganggu gugat hingga batas waktu yang ditentukan, misalnya satu atau dua tahun dan seterusnya. Bila batas waktu ini telah tiba, maka keseluruhan tabungan rencana ini akan ditransfer ke rekening kita yang lain. Bisa juga kita pindahkan ke rekening yang susah diambil uangnya tadi juga oke kok. Ingatlah, jangan sampai malah dijajanin yak, bahayaaa XP.

 

 

Siapkan Dana Sosial

 

Manusia itu makhluk sosial, maka tak heran bila kita menyiapkan sejumlah dana untuk membantu sesama. Dengan infaq, sedekah, atau zakat, atau perpuluhan misalnya. Nggak harus banyak kok, tapi tetap harus dipersiapkan, toh pada rezeki yang kita dapatkan itu ada rezeki orang lain pula. Membantu sesama nggak akan membuatmu rugi, justru rezeki bisa menjadi lebih lancar, temans.

 

 

Tips Investasi: Pilih Investasi yang Diinginkan

 

Setelah memenuhi kebutuhan akan dana darurat, kebutuhan bulanan, asuransi, dan tabungan, barulah kita boleh berbicara mengenai investasi. Investasi ini akan digunakan untuk memenuhi tujuan finansial yang kita butuhkan, misalnya dana pensiun, dana pendidikan anak ke depannya, biaya menikah, rumah baru, modal usaha, tabungan haji, dan lain sebagainya.

 

tips investasi

Pilih investasi yang diinginkan.

 

Kita juga bisa memilih jenis investasi yang diinginkan, seperti obligasi, deposito, P2P lending, saham, reksadana, properti, mata uang asing, emas (logam mulia), dan lain-lain. Belajar dari kasus salah satu finansial planner akhir-akhir ini, bila kita berani berinvestasi berarti kita harus mau direpotkan untuk belajar lebih lanjut mengenai investasi yang kita pilih tersebut, sehingga kita bisa mengelolanya sendiri.

 

 

Tips Investasi: Don’t Put Your Eggs in A Basket

 

Berani berinvestasi berarti berani rugi karena risiko dari berinvestasi tersebut. Misalnya nih ya, kita memilih investasi properti rumah. Rumah tersebut dibeli dengan harga 500 juta, dan hanya terjual dengan harga 300 juta karena satu dan lain hal. Atau kita main saham, dan rugi karena harga saham yang jatuh saat dijual.

Untuk mengurangi risiko ini, maka istilah don’t put your eggs in a basket patut kita terapkan. Apa maksudnya? Jadi gini, gaes, jangan berinvestasi di satu tempat saja. Dari beberapa pilihan investasi yang ada, pilih beberapa jenis investasi. Misalnya obligasi, saham, dan Reksa Dana Pasar Uang (RDPU).

Saham pun bisa dibagi lagi dengan membeli beberapa lot emiten yang berbeda-beda. Sehingga bila salah satu investasi ini rugi, kita tidak benar-benar kehilangan keseluruhan uang kita, sehingga risiko rugi bisa diminimalisir.

 

 

investasi emas

Emas sebagai pelindung nilai.

 

 

Emas Sebagai Pelindung Nilai

 

Dari apa yang aku pelajari beberapa bulan ini, alih-alih investasi, emas lebih tepat bila dikatakan sebagai pelindung nilai. Iya, emas memang bisa untung bila disimpan dalam jangka panjang, misalnya dibeli pada tahun 2010 dan dijual pada tahun 2025 nanti.

Mengapa aku berkata demikian? Sebab ada nilai pengurangan dalam emas. Sesaat setelah kita membeli emas, maka meski hanya berselang 10 menit saja, harga jualnya berkurang cukup jauh dibandingkan dengan harga belinya. Emas pun lebih biasanya lebih mahal saat ekonomi terganggu, misalnya seperti saat pandemi ini.

Pasti kalian tahu, saat ini harga logam mulia menembus angka lebih dari Rp 1 juta per gramnya. Sebuah angka yang fantastis dan diperkirakan masih bisa naik lagi sebab pandemi belum berakhir. Buat kalian yang sedang butuh dana untuk tujuan finansialmu, bisa jadi ini adalah saat yang tepat untuk menjual emas. Tapi bila nggak ada kebutuhan, menyimpan logam muliamu adalah opsi terbaik.

Meski berlawanan dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini, sebenarnya emas memiliki kecenderungan untuk naik, dan nilainya sedikit di atas inflasi. Inilah yang menyebabkannya tepat untuk digunakan sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.

 

 

siapkan dana untuk lifestyle

Tips menabung yang terakhir: siapkan dana untuk lifestyle.

 

 

Siapkan Dana untuk Lifestyle

 

Dana untuk gaya hidup memang paling pas diletakkan terakhir. Mengapa terakhir? Karena bisa dikatakan ngopi, jajan, traveling, having fun, dan hura-hura saat ini adalah sesuatu yang nggak terlalu kita butuhkan saat pandemi ini. Lebih baik di rumah aja sementara.

Traveling-nya juga bisa nanti aja kok, setelah situasi aman dan kita nggak perlu was-was di perjalanan. Kurangi dulu lah ngopi-ngopi dan nongkrong bareng teman saat ini, selain sebagai pencegahan terkena coronavirus juga lebih tepat untuk ditabung dan diinvestasikan saja, bukan?

 

 

Bila Terjadi Kesulitan Finansial, Apa yang Harus Dilakukan?

 

 

Aku paham banget kok, situasi saat ini itu nggak bisa diprediksi. Pertanyaannya, bagaimana bila benar-benar kepepet? Investasi sudah nggak ada, tabungan sudah ditarik, dan dana darurat sudah digunakan, sementara masih ada kebutuhan yang perlu untuk dibayar?

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari letak kesalahan dalam pengaturan keuangan. Cek catatan pengeluaran dan pemasukan, lalu cari di bagian mana yang bisa dibuang, diganti dan diperbaiki. Tapi ternyata bila tidak juga tercukupi, maka bisa mendapatkan dana cepat dengan berutang di KTA online, dengan catatan harus segera dibayar.

Tentunya nggak boleh berutang di tempat abal-abal dong ya. Nah, salah satu aplikasi pinjaman terbaik adalah Tunaiku, yang berdiri sejak tahun 2014 dan menjadi salah satu pinjaman online pertama yang tersedia di Indonesia. Ada dua kelebihan aplikasi Tunaiku: keamanan dan fleksibilitas. Tunaiku terdaftar di OJK dan merupakan salah satu produk dari Amar Bank sehingga aman dan terpercaya. Tunaiku dan Amar Bank pun menjadi bagian dari perusahaan multinasional, Tolaram Group.

Sedangkan untuk fleksibilitas, Tunaiku memberikan kita fasilitas tenor maksimal 20 bulan dengan limit hingga Rp 20 juta, dengan syarat dan pengajuan lebih mudah dibandingkan KTA tradisional lain. Bila KTA tradisional lain membutuhkan agunan dan banyak dokumen saat proses mengajukan KTA, maka dengan Tunaiku kita nggak perlu repot lagi.

Sebab Tunaiku menyediakan layanan pinjaman online tanpa jaminan ataupun kartu kredit. Proses pengajuan KTA di Tunaiku hanya butuh waktu 10 menit untuk mengisi formulir pengajuannya dan cukup bermodal KTP saja. Sesimpel itu, gengs!

 

 

Menabung dan berinvestasi memang menjadi jalan kita untuk mewujudkan tujuan finansial. Dari 10 tips menabung dan investasi di atas, tips mana saja yang sudah kalian terapkan? Yuk kita semangat menabung dan berinvestasi, meski di rumah aja! ^^

DMCA.com Protection Status

Pin It on Pinterest