Kamu sedang menderita diare akut? Tenang, bukan hanya kamu yang merasakannya kok. Diare atau penyakit berak-berak; menceret [Kamus Besar Bahasa Indonesia V] memang menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat negara berkembang, seperti Indonesia.

Diare dapat memicu dehidrasi bila tidak segera ditangani, bahkan diare akut dapat menyebabkan komplikasi. Namun hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi banyak cairan, misalnya minum air putih sebanyak kurang lebih tiga liter per hari, minum larutan oralit, sup kaldu, hingga air kelapa. Mimuman dan makanan ini bisa membantu untuk mencegah dehidrasi akibat diare sehingga menutup jalannya komplikasi pada tubuh.

 

 

diare akut

 

 

Selain melakukan penanganan awal dengan cara menggantikan cairan tubuh yang hilang, kita juga harus menghindari berbagai makanan pemicu diare. Sebagai contoh: makanan pedas, makanan kaya serat, kopi, serta susu dan produk turunannya, salah satunya keju. Oleh sebab itulah, keju menjadi salah satu pantangan saat diare, terutama diare akut.

Yang jadi pertanyaannya, mengapa keju sebaiknya dihindari?

 

 

 

 

Tentang Kandungan dan Manfaat Keju

 

 

 

Keju diolah dari susu sapi, di mana terdapat ratusan hingga jutaan jenis keju di berbagai belahan dunia. Makanan satu ini merupakan hasil fermentasi dengan kandungan bakteri Lactobacillus bulgaricus di dalamnya. Adanya kandungan bakteri baik pada keju ini, maka tentu banyak manfaat yang akan diperoleh tubuh ketika mengonsumsinya.

Keju pun menjadi salah satu sumber protein yang baik, bahkan ada keju khusus MPASI yang bisa diberikan untuk bayi berusia lebih dari enam bulan, loh. Ada beberapa manfaat keju bagi kesehatan tubuh kita, di antaranya:

  • Mengurangi risiko infeksi candida pada pasien diabetes
  • Mencegah kanker
  • Kaya akan nutrisi dan rendah lemak
  • Meningkatkan sistem imun
  • Menjaga kepadatan tulang dan gigi

 

 

diare akut

Diare akut memang membuat kita merasa tidak nyaman.

 

 

 

 

Mengapa Kita Perlu Menghindari Konsumsi Keju Saat Diare Akut?

 

 

 

Seperti yang aku katakan sebelumnya, keju diolah dari susu sapi. Maka dari itulah kandungan laktosa pada susu turut pula dimiliki oleh keju. Tapi sebelumnya, apa sih yang dimaksud dengan laktosa itu? Singkatnya sih laktosa itu adalah jenis gula yang terdapat pada susu sapi yang menyebabkan keju lebih baik dihindari saat sedang diare akut.

Mengapa? Sebab saat diare tubuh akan kekurangan enzim laktase. Padahal enzim laktase berperan penting dalam membantu pencernaan laktosa. Laktosa yang tidak tercerna dengan baik akan memicu produksi gas berlebih pada lambung, yang dapat memicu kembung dan mengakibatkan kondisi diare semakin parah.

 

 

diare akut

Hindari konsumsi keju saat diare.

 

 

 

Tentang Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Diare

 

 

 

Saat diare, kita butuh makanan yang dapat menambah energi, menggantikan cairan tubuh yang hilang, serta membantu memadatkan feses. Di saat bersamaan, kita juga tidak boleh mengesampingkan pemenuhan nutrisi harian. Nah, apa saja sih yang baiknya kita konsumsi saat diare?

  • Air kelapa, minuman satu ini memiliki rasa yang unik. Selain menyegarkan, air kelapa juga dapat mencegah dehidrasi pada pasien diare.
  • Kentang, nasi, roti panggang. Makanan yang kaya akan karbohidrat bisa mensuplai energi sehingga kita tidak merasa lemas selama masih diare.
  • Buah rendah serat seperti pisang. Selain rendah serat, pisang juga mengandung kalium, yakni elektrolit yang dibutuhkan ketika sedang diare.
  • Mengonsumsi obat diare. Kamu bisa mengkonsumsi obat attapulgite seperti entrostop. Obat tersebut akan membantu pemadatan feses sehingga diare teratasi

 

 

Nah, itulah alasan mengapa keju menjadi salah satu pantangan diare yang harus dihindari. Selain itu kita perlu berolahraga dan mengelola stres agar tidak memicu penyakit lain. Pengelolaan stres yang baik pun akan meningkatkan kualitas tidur sehingga hak istirahat tubuh dapat terpenuhi.

Buat yang sedang menderita diare akut, semoga lekas sembuh ya! Stay safe, semua! ^^

DMCA.com Protection Status

Pin It on Pinterest