Nin, ke mana aja udah lama nggak kelihatan? Nggak ke mana-mana kok, masih di sini-sini aja. Cuma ya emang lagi menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru karena akhir-akhir ini aku harus beradaptasi jadi seorang pekerja kantoran lagi. mengatur keuangan

Yah, tahu sendiri kan proses adaptasi jadi anak baru itu cukup memakan waktu, jadi baru sekarang-sekarang ini bisa mulai nulis lagi dan insya Allah bakal kembali menghidupkan blog dan sosial media kepunyaanku. I’m back, yuhuuu~~~

Alih-alih hanya menjadi seorang full time blogger seperti sebelumnya, alhamdulillah yaa sekarang udah punya tambahan pendapatan tetap di setiap bulan. Tapi malah jadi punya tambahan godaan untuk jajan lebih banyak. Jadi apa kabar tabungan, hey, Nin? Ahaha XP

 

mengatur keuangan

 

Makanya kali ini aku ingin berbagi bagaimana tips mengatur keuangan bagi para pekerja slash karyawan, terutama seorang karyawan baru sepertiku. Bukannya mau mengukuhkan diri sebagai seorang expert sih ya, cuma ingin berbagi hal-hal yang telah kulakukan.

 

 

 

 

7 Tips Mengatur Keuangan Bagi Karyawan, Biar Nggak Kebanyakan Jajan!

 

 

Buat Pos Pengeluaran

 

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan adalah membuat pos-pos pengeluaran. Bagi pengeluaran menjadi tiga pos secara garis besar, yaitu Living, Saving, dan Playing, dengan perbandingan 50 : 30 : 20.

Bagi 50% gaji untuk memenuhi pos living. Pengeluaran living ini meliputi biaya hidup sehari-hari, tagihan, cicilan, transportasi, komunikasi, internet, dan lainnya. Sementara 30% dari dana yang ada dapat digunakan untuk memenuhi pos saving. Pengeluaran saving ini meliputi dana darurat, tabungan, investasi, dan asuransi.

Dan sisanya sebesar 20% dapat digunakan untuk memenuhi pos playing. Pos playing ini dibutuhkan untuk kegiatan sosial dan memenuhi gaya hidup. Tapi ingatlah, bila kita sebisa mungkin menekan biaya di pos playing dan living, maka dapat dialihkan untuk saving, sehingga bisa lebih banyak dalam menabung dan berinvestasi.

 

 

mengatur keuangan

Catat semua pengeluaran, hingga ke pengeluaran terkecil.

 

 

 

Mengatur Keuangan dengan Mencatat Semua Pengeluaran

 

Satu hal yang aku pelajari dari beberapa bulan belakangan, yaitu bahwa mencatat semua pengeluaran menjadi sebuah hal krusial untuk dilakukan. Dengan mencatat semua pengeluaran, kita bisa mengetahui pengeluaran bahkan hingga ke pengeluaran terkecil, biaya parkir misalnya.

Kita juga bisa mendata ke mana saja uang kita berpindah tangan, dan tentu saja kita juga bisa mendata pengeluaran apa saja yang bisa ditekan, sehingga kita bisa lebih berhemat. Kita juga akan sadar bila sudah melewati limit jajan yang telah kita tentukan sebelumnya.

 

 

Siapkan Dana Darurat

 

Iya, aku paham banget yang namanya godaan jajan itu semakin lama semakin bertambah, seiring dengan bertambahnya pendapatan kita. Tapi yang namanya hidup, kita perlu mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang bisa jadi di masa depan, termasuk di antaranya pengeluaran yang penting dan mendesak.

Apa saja contohnya pengeluaran yang penting dan mendesak ini? Misalnya mendadak harus pulang ke kampung halaman, kerusakan pada kendaraan yang digunakan sehari-hari, laptop eror parah sehingga harus diperbaiki saat itu juga, apalagi untuk kita yang memang tergantung pada laptop untuk menyelesaikan pekerjaan.

 

mengatur keuangan

Saat mengatur keuangan, jangan lupa siapkan dana darurat, ya!

 

Bisa juga misalnya rumah mendadak bocor atau harus menanggung swab untuk seluruh anggota keluarga. Pengeluaran-pengeluaran ini dapat membuat kita terjebak hutang, seandainya kita tidak menyiapkan dana darurat.

Pertanyaannya, berapa jumlah ideal dana darurat yang harus kita persiapkan?

Single: 6 x kebutuhan bulanan

Menikah tanpa anak: 9 x kebutuhan bulanan

Menikah dengan anak: 12 x kebutuhan bulanan

Yang perlu diperhatikan adalah, kebutuhan bulanan ini tidak sama dengan penghasilan bulanan. Misalnya penghasilan per bulan kita adalah Rp 5 juta, sedangkan pengeluaran bulanan yaitu Rp 4 juta dan statusnya adalah single. Maka dana darurat yang sebaiknya dipersiapkan adalah 6 x 4 juta = Rp 24 juta.

Iya, paham banget akutu ngumpulin dana darurat itu butuh perjuangan dan nggak bisa langsung sekejab mata. Makanya yok, yok, semangat ngumpulin dana darurat, gengs! Bisa yok, bisa!

 

 

Jangan Lupa Investasi

 

Tanyakan saja bagaimana caranya mengatur keuangan ke semua financial planner, pasti mereka akan mengingatkan kita agar tidak lupa berinvestasi. Sebab dengan berinvestasi, kita bisa melindungi uang yang kita miliki dari risiko inflasi. Investasi juga dapat dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan yang dibutuhkan.

Sebagai contoh: untuk dana pensiun, dana pendidikan, dana menikah, traveling, membeli rumah, kendaraan baru, atau mungkin untuk modal usaha. Tapi biasanya akan muncul ketakutan baru: bahwa investasi itu nggak untuk semua orang. Katanya sih investasi itu terlalu susah untuk dipahami. Benarkah?

 

mengatur keuangan

Tabungan dan investasi, dua andal untuk mencapai tujuan keuangan.

 

Sure, agar kita bisa mencapai tujuan finansial yang diinginkan, maka kita harus bisa melakukan investasi dengan cermat. Tapi bukan berarti investasi itu ribet kok. Apalagi sekarang sudah tersedia produk investasi dengan harga yang tidak mencekik leher, kok.

Yup, ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih. Sepertinya emas, saham, reksadana, obligasi, properti, tanah, mata uang asing, dan lain sebagainya. Bahkan kita bisa membeli produk investasi mulai dari seratus ribu rupiah saja, misalnya reksadana. Atau surat berharga negara atau biasa disebut dengan obligasi yang bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 1 juta.

 

 

Manfaatkan Rekening Berjangka

 

Rekening berjangka atau rekening autodebit akan sangat membantu mengontrol keinginan kita untuk jajan, loh. Sebab dengan rekening berjangka, kita akan disiplin menyisihkan sejumlah uang setiap bulan secara konsisten, yang akan disimpan dalam jangka waktu tertentu. Jadi mau tidak mau kita akan rutin menabung dan nggak gampang diotak-atik.

 

 

Bergaya Sesuai Kemampuan

 

Bergaya sesuai kemampuan, maksudnya gimana sih? Jadi, kita harus bisa mengukur kemampuan keuangan kita, dan menyesuaikan gaya hidup kita berdasarkan kemampuan keuangan tersebut. Nggak perlu sok menerapkan gaya hidup tinggi bila memang rekening sudah menjerit dan memaksa diri belaka.

Karena semua kembali lagi menjadi perkara gengsi saja, temans. Manusia memang dipenuhi dengan berbagai keinginan, seperti membeli gawai baru, traveling setiap minggu, rumah dan kendaraan baru. Nggak ada yang salah dengan itu, hanya kita yang harus bisa menekan keinginan tersebut bila memang dananya belum tersedia.

 

tips menabung

Bergayalah sesuai kemampuan. Belum bisa beli rumah? Bisa menyewa kok, ada banyak alternatifnya.

 

Balik lagi, menabung dan berinvestasi lebih penting, gaes!

 

 

Hindari Utang Konsumtif

 

Masih berlanjut dari tips keenam, yaitu menghindari utang konsumtif. Utang konsumtif ini merupakan jenis utang yang digunakan untuk membayar sebuah barang dengan nilai yang terus menurun dan barang tersebut sama sekali tidak memberikan pemasukan. Misalnya saja berutang untuk membeli pakaian atau sepatu mahal, hanya untuk memenuhi gaya hidup saja.

 

 

 

Bagaimana Caranya Mengatur Keuangan Bila Terjadi Kesulitan Finansial?

 

 

 

Iya aku tahu, sebagai seorang pekerja kantoran dengan penghasilan tetap setiap bulannya itu lebih menjamin. Tapi mengatur keuangan memang gampang-gampang susah sih, apalagi saat pandemi seperti sekarang ini. Apalagi bila ternyata terjadi sesuatu yang di luar dugaan, misalnya PHK. Tentu saja kita harus pintar mencari solusinya.

Salah satu solusi yang aku rekomendasikan adalah Tunaiku. Apa itu Tunaiku? Tunaiku merupakan salah satu pinjaman online pertama di Indonesia. Tenang, Tunaiku benar-benar memahami kebutuhan kita akan keamanan dan fleksibilitas. Bagaimana fitur keamanannya? Pertama, Tunaiku sudah resmi terdaftar di OJK. Kedua, Tunaiku adalah produk dari Amar Bank sehingga terpercaya dan aman.

Lalu, fitur fleksibilitasnya dibuktikan dengan fasilitas tenor maksimal 20 bulan, limit pinjaman pun hingga 20 juta, loh. Tunaiku pun menyediakan pelayanan pinjaman online tanpa agunan atau jaminan, ataupun kartu kredit. Jadi dengan Tunaiku, kita nggak lagi perlu direpotkan dengan agunan dan beragam dokumen saat pengajuan pinjaman.

Cukup dengan bermodal KTP dan waktu pengisian formulir pengajuan KTA yang hanya 10 menit, membuat kita nggak lagi perlu repot saat akan mengajukan pinjaman. Sebagai aplikasi pinjaman online terbaik, Tunaiku ini simpel banget dan sangat memudahkan.

Jangan lupa hemat dan menerapkan 7 tips mengatur keuangan seperti yang kujelaskan tersebut di atas ya, temans! Menabung dan berinvestasi juga sebisa mungkin rutin dilakukan ^^

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This